Investasi Emas atau Perak: Mana yang Lebih Menguntungkan pada 2026?

Ketidakpastian ekonomi global membuat banyak orang mulai melirik aset yang dianggap lebih aman. Kamu mungkin termasuk yang sedang mempertimbangkan emas atau perak sebagai pilihan investasi di 2026. Kedua logam mulia ini sama-sama mencetak rekor harga baru dalam beberapa waktu terakhir.
Kenaikan tersebut memicu euforia sekaligus kekhawatiran soal potensi koreksi. Gak sedikit investor bingung menentukan mana yang lebih menjanjikan untuk tahun ini. Agar keputusanmu lebih matang, penting memahami karakter emas dan perak secara lebih mendalam.
Table of Content
1. Lonjakan performa emas dan perak dalam setahun terakhir

Dalam setahun terakhir, dikutip dari Yahoo Finance, perak menjadi logam mulia dengan kenaikan harga paling mencolok. Produk investasi berbasis perak mencatat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibanding emas. Kondisi ini menunjukkan minat pasar terhadap perak meningkat sangat agresif. Banyak investor tertarik karena potensi keuntungan cepat yang ditawarkan.
Emas juga mengalami kenaikan signifikan meski gak setajam perak. Logam mulia ini tetap menjadi pilihan utama ketika pasar diliputi ketidakpastian. Karakter emas cenderung lebih stabil dan gak terlalu fluktuatif. Perbedaan performa tersebut membuat perak terlihat lebih berisiko, sementara emas cenderung defensif.
2. Potensi rekor harga baru di 2026

Memasuki awal 2026, harga perak sudah berada sangat dekat dengan level psikologis 100 dolar per ons. Emas pun hampir menembus angka 5.000 dolar per ons setelah mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah. Capaian ini membuat banyak investor optimis harga masih bisa naik. Harapan tersebut mendorong arus dana terus mengalir ke dua logam mulia ini.
Namun, kenaikan tajam juga membuka peluang terjadinya aksi ambil untung. Saat harga mendekati tonggak penting, pasar sering bergerak lebih sensitif. Jika sentimen berubah, koreksi bisa terjadi dalam waktu singkat. Kondisi ini menuntut kamu lebih berhati-hati dalam menentukan waktu masuk.
3. Sinyal dari rasio emas dan perak

Emas dan perak umumnya bergerak searah karena sama-sama dianggap aset lindung nilai. Perbandingan harga keduanya dikenal dengan rasio emas-perak. Saat ini, rasio tersebut berada di kisaran 50 banding 1, level terendah sejak 2011. Angka ini menandakan bahwa harga emas relatif lebih murah dibanding perak.
Dalam beberapa periode sebelumnya, rasio yang rendah sering diikuti oleh kinerja emas yang lebih baik. Kondisi ini memberi sinyal perak mungkin sudah terlalu mahal setelah lonjakan besar. Emas justru dinilai masih memiliki ruang kenaikan yang lebih sehat. Rasio ini menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum memilih instrumen investasi.
4. Risiko koreksi setelah kenaikan tajam

Kenaikan harga yang terlalu cepat sering kali gak bertahan lama. Perak, dengan lonjakan lebih dari dua kali lipat dalam waktu singkat, berpotensi mengalami koreksi lebih besar. Pergerakan harga yang agresif membuatnya lebih sensitif terhadap perubahan sentimen pasar. Risiko ini perlu dipertimbangkan apabila kamu gak siap menghadapi volatilitas tinggi.
Emas juga tidak sepenuhnya bebas risiko, meski pergerakannya cenderung lebih tenang. Jika kondisi pasar membaik, minat terhadap aset safe haven bisa menurun. Penurunan permintaan berpotensi menekan harga emas. Artinya, baik emas maupun perak tetap memiliki risiko yang harus dikelola.
5. Strategi alokasi yang lebih seimbang

Memilih emas atau perak sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasimu. Jika kamu mengutamakan stabilitas, emas cenderung lebih cocok. Kalau kamu siap dengan fluktuasi besar demi potensi keuntungan tinggi, perak bisa menjadi opsi. Namun, menempatkan dana terlalu besar pada satu aset bukanlah langkah bijak.
Diversifikasi tetap menjadi kunci dalam menjaga kesehatan portofolio. Logam mulia bisa berperan sebagai pelindung nilai, bukan satu-satunya andalan. Mengombinasikannya dengan instrumen lain dapat membantu meredam risiko. Dengan strategi seimbang, dampak gejolak pasar bisa diminimalkan.
6. Emas atau perak, mana yang lebih menarik di 2026?

Melihat kondisi saat ini, emas dinilai memiliki posisi yang lebih aman. Rasio emas-perak menunjukkan emas relatif undervalued dibanding perak. Perak yang sudah naik terlalu tinggi berpotensi menghadapi koreksi lebih besar. Faktor ini membuat emas terlihat lebih menarik untuk 2026.
Meski begitu, keputusan akhir tetap bergantung pada profil risiko masing-masing investor. Gak ada jaminan bahwa pergerakan masa lalu akan terulang. Harga logam mulia bisa berubah seiring dinamika pasar global. Karena itu, penting bagi kamu untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
Emas dan perak sama-sama menawarkan peluang investasi menarik di 2026. Perak unggul dari sisi pertumbuhan harga, sementara emas menawarkan stabilitas yang lebih baik. Rasio emas-perak memberi sinyal bahwa emas masih memiliki potensi yang lebih seimbang. Risiko koreksi tetap perlu diantisipasi, terutama setelah kenaikan tajam.
Keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dan toleransi risiko kamu. Dengan pendekatan yang hati-hati, logam mulia bisa menjadi pelengkap portofolio yang efektif.