Comscore Tracker

Angsuran Tetap: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Apa Itu Angsuran Tetap?

Angsuran tetap adalah perhitungan bunga yang paling mudah dimengerti. Tiap bulan angsuran, bunga dan cicilan pokoknya sama.

Mengajukan pinjaman atau memiliki cicilan merupakan hal yang lumrah dilakukan ketika membutuhkan sejumlah dana ataupun menginginkan aset tertentu. Kondisi seperti ini biasanya didasari oleh kebutuhan dan kemampuan keuangan yang tidak sesuai dengan nilai yang harus dibayarkan. 

Proses di atas akan membuat nasabah atau pelanggan memiliki kewajiban untuk membayarkan sejumlah angsuran. Angsuran ini bisa saja dalam bentuk tetap, di mana nilai cicilannya selalu sama setiap bulan dan tidak mengalami perubahan hingga pelunasan cicilan dilakukan.

1. Pengertian Angsuran Tetap

Angsuran Tetap:  Pengertian dan Cara MenghitungnyaFitur Angsuran Terencana cocok untuk millennial (Shutterstock/Makistock)

Jika merujuk pada penjelasan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), angsuran tetap merupakan pembayaran sejumlah kewajiban dalan nilai yang tetap untuk periode tertentu, di mana hal ini dilakukan tanpa perhitungan terhadap jenis, jumlah pemakaian, jumlah pembelian dan yang lainnya.

Secara umum, angsuran tetap merupakan jenis angsuran yang paling simpel dan mudah untuk dipahami. Hal ini disebabkan oleh perhitungan bunganya yang terbilang begitu mudah, jika dibandingkan dengan perhitungan bunga pada jenis angsuran lainnya. 

Angsuran tetap banyak digunakan dalam perhitungan bunga pada layanan produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang banyak disediakan oleh pihak perbankan. Hal ini bisa dilakukan dengan mudah, sebab pada umumnya Kredit Tanpa Agunan hanya memberikan limit yang terbatas, berbeda halnya dengan kredit yang menggunakan agunan. 

Di dalam penerapan kredit dengan bunga tetap, plafon pinjaman serta nilai bunga pinjaman akan dihitung dengan cara proporsional dan disesuaikan dengan masa kredit yang dipilih oleh nasabah yang bersangkutan. Nilai bunga yang diterapkan akan selalu sama untuk setiap bulannya, sebab bunga ini dihitung berdasarkan persentase tertentu yang dikalikan dengan nilai pokok pinjaman

Bagi nasabah sendiri, angsuran tetap seperti ini akan menguntungkan dan mempermudah proses pelunasan di masa yang akan datang, sebab nasabah hanya perlu membayar jumlah cicilan yang sama untuk setiap bulannya. 

Nasabah bisa menyesuaikan kemampuan keuangannya dengan besaran angsuran yang akan dibayarkan setiap bulannya. Hal ini akan memperkecil resiko keterlambatan pembayaran angsuran atau bahkan resiko terburuk seperti gagal bayar. 

Selain itu, nasabah juga tidak perlu khawatir dengan adanya perubahan suku bunga yang terjadi di dunia perbankan, sebab perubahan seperti ini tidak akan mempengaruhi nilai angsuran tetap yang pada dasarnya memang sudah ditentukan sejak awal perjanjian dilakukan. 

Baca Juga: Mitra GoCar Kini Bisa Ajukan Keringanan Angsuran ke BCA Finance

2. Cara Menghitung Angsuran Tetap

Angsuran Tetap:  Pengertian dan Cara MenghitungnyaPexels.com/ketut-subiyanto

Jika sudah memahami pengertian angsuran tetap, maka perhitungan ini akan menjadi begitu mudah, sebab angsuran tetap memang terbilang sangat sederhana. Contoh yang paling umum biasanya bisa dilihat pada berbagai penawaran brosur pengajuan cicilan kredit kendaraan bermotor atau pinjaman tanpa agunan yang diberikan perbankan. 

Pada brosur yang menerapkan sistem perhitungan angsuran tetap biasanya akan menggunakan kolom - kolom yang memuat nilai angsuran yang harus dibayarkan setiap bulannya. Besaran angsuran ini akan sama dan tetap hingga bulan terakhir atau di waktu pelunasan cicilan. 

Dalam sistem angsuran tetap ini, nilai pinjaman dan juga bunganya dihitung dengan cara proporsional dan disesuaikan dengan tenor pinjaman yang disepakati bersama nasabah. Besaran angsuran ini juga akan ditentukan di awal, sehingga nasabah bisa menghitung dan menyesuaikan kemampuan keuangannya

Contoh : 

Pinjaman sebesar : Rp 240.000.000,- 
Bunga per tahun : 20%
Tenor : 1 tahun (12 bulan)
Cicilan pokok : Rp 240.000.000,- / 12 = Rp 20.000.000 / bulan.

Bunga : (Rp 240.000.000,- x 20%) / 12 bulan = Rp 4.000.000,- 

Angsuran per bulan : Rp 20.000.000,- + Rp 4.000.000,- = Rp 24.000.000,- 

Dengan jumlah pinjaman awal sebesar Rp 240.000.000,- , maka nasabah yang bersangkutan akan memiliki kewajiban untuk membayar angsuran tetap sebesar Rp 24.000.000,- per bulan selama satu tahun penuh. 

3. Kekurangan Penggunaan Angsuran Tetap

Angsuran Tetap:  Pengertian dan Cara Menghitungnyafreepik/katemangostar

Di dalam penerapannya ada beberapa kekurangan angsuran tetap, antara lain : 

  • Harga tetap seperti ini akan membuat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan nasabah secara personal menjadi terbatas. Di lain sisi, nasabah juga akan leluasa mencari alternatif angsuran yang lebih murah. 
  • Angsuran tetap juga memicu terjadinya persaingan harga yang sangat ketat di antara penyedia jasa atau produk yang menggunakan sistem ini. 
  • Inflasi bisa memicu kerugian yang tak terduga bagi perusahaan penyedia jasa atau produk yang menggunakan angsuran tetap, sehingga resiko menaikkan harga harus dilakukan.

Baca Juga: Suzuki Berikan Potongan 3 Bulan Angsuran untuk Ertiga dan XL7

4. Angsuran Tetap Memungkinkan Cicilan Selalu Sama Setiap Bulannya

Angsuran Tetap:  Pengertian dan Cara MenghitungnyaIlustrasi Cicilan (IDN Times/Arief Rahmat)

Penerapan sistem angsuran tetap sudah menjadi hal yang banyak dilakukan, terutama untuk perusahaan yang menyediakan KTA maupun kredit kendaraan dan yang lainnya. Jika dibandingkan dengan sistem lainnya, angsuran yang satu ini memang terbilang simpel dan mudah diterapkan. 

Angsuran tetap memungkinkan cicilan tetap bernilai sama dan tidak mengalami perubahan setiap bulannya. Namun di lain sisi, angsuran tetap ini juga memberikan resiko kerugian tersendiri bagi perusahaan yang menggunakannya. 

Baca Juga: OJK Sebut Satu Juta Nasabah Bank Sudah Dapat Keringanan Cicilan

Topic:

  • Kiki Amalia
  • Wendy Novianto

Berita Terkini Lainnya