Comscore Tracker

Dirumahkan Tanpa Gaji, Rintis Usahamu Sendiri Bisa Jadi Solusi!

Bisnis makanan via online bisa jadi cara bertahan lho!

Jakarta, IDN Times -  Pandemik virus corona tidak hanya mempengaruhi kesehatan masyarakat dunia. Ekonomi dan kehidupan sosial juga terpengaruh akibat virus ini. Meski sebagian besar merasakan dampak negatif karena pekerjaannya terdampak, ternyata kondisi ini juga melahirkan ide-ide wirausaha.

Media sosial semakin bertabur dengan berbagai promosi dagangan orang-orang yang sedang menjalankan karantina dan di rumah saja. Salah satu cara bertahan yang saat menjadi tren di tengah pandemik adalah bisnis makanan yang dipasarkan online (online food).

Salah seorang perintis usaha makanan rumahan Aldzah Fatimah menceritakan bahwa dia memulai usaha ini bersama temannya yang dirumahkan dari pekerjaannya di restoran. Temannya yang tidak lagi menerima gaji, punya kemampuan masak yang handal sedangkan Aldzah punya ide usaha.

“Jadi awalnya memang nyari ide untuk tetap bertahan menghasilkan uang di saat pandemik seperti ini, aku gak sendiri di usaha ini, berdua sama temen yang kebetulan harus dirumahkan dan tidak bisa bekerja apalagi mendapat penghasil di saat wabah kaya gini,” kata dia kepada IDN Times, Rabu (13/5).

1. Manfaatkan momen saat masyarakat tidak bisa pergi ke restoran

Dirumahkan Tanpa Gaji, Rintis Usahamu Sendiri Bisa Jadi Solusi!Suasana restoran cepat saji saat PSBB Jakarta (IDN Times/Besse Fadhilah)

Aldzah dan rekannya merintis masakan siap saji yang dijual via online (daring) dengan nama Zeatery. Lewat akun instagramnya @Zeatery_id, Aldzah menjual makanan seperti Korean bulgogi, buntut sapi bakar hingga ikan gurame bakar.

Dia menjalankan usaha lewat daring karena memanfaatkan momen di mana orang-orang tidak bisa menikmati makanan langsung dari restoran karena PSBB. “Coba-coba buka usaha makanan, karena saat ini orang enggak diperbolehkan dine-in, sama gak ada toko juga sih, jadi pilih online aja,” tuturnya.

Baca Juga: 5 Bisnis Hijab Artis via Online yang Bisa untuk Incar untuk Lebaran

2. Semua orang selalu butuh makan, dan kini sulit beli keluar rumah

Dirumahkan Tanpa Gaji, Rintis Usahamu Sendiri Bisa Jadi Solusi!Ilustrasi (IDN Times/Helmi Shemi)

Dia menuturkan bahwa pembeli makanan yang dijualnya berasal dari berbagai macam kalangan, mulai dari kerabat hingga orang-orang di luar kenalannya. Kebutuhan orang untuk membeli makanan tak pernah berhenti, sedangkan mereka tidak bisa keluar rumah di tengah pandemik.

Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa bisnis semacam ini berprospek cerah dan patut dicoba. "Motivasinya karena emang gak bisa nyerah sama keadaan, sesulit apa pun setiap manusia tetap butuh pemasukan dan makan kan," kata dia.

Aldzah mengungkapkan, keuntungan bersih selama menjalankan bisnis di tengah pandemik ini bisa mencapai Rp1,5 juta. Namun, jumlah itu menurun akibat kian berkurangnya daya beli pelanggan belakangan ini.

3. Kesulitan menjangkau pelanggan jarak jauh

Dirumahkan Tanpa Gaji, Rintis Usahamu Sendiri Bisa Jadi Solusi!Jakarta di hari kedua PSBB (Dok. Istimewa)

Namun, berbisnis di tengah pandemik bukanlah hal yang mudah. Keterbatasan jangkauan pengiriman juga menjadi kendala. Pembeli yang lokasinya terlalu jauh akan susah dijangkau karena ada batasan jarak dalam bisnis makanan.

“Kesulitan tentunya mencapai pembeli yang jauh, makanan yang dijual sistem online susahnya didistribusi, walaupun menyediakan dengan tipe frozen, tetap ada limit jarak,” kata dia.

Baca Juga: Mau Buka Bisnis Sendiri? Pisahkan Dulu Tabungan Bisnis dan Pribadi 

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya