Comscore Tracker

7 Hal yang Harus Kamu Hindari Agar Tidak Jadi Korban Pencurian Data

Kalau sudah jadi korban nanti baru menyesal lho!

Gak bisa dipungkiri kalau saat ini data pribadi adalah aset penting yang harus dilindungi baik-baik. Kenapa? Karena kalau sampai bocor atau dicuri bisa-bisa akan ada orang lain yang dapat mengakses seluruh layanan yang kita gunakan. Hal yang paling sederhananya adalah mengakses media sosial. Dan hal yang paling besarnya adalah mengakses data di perbankan.

Kalau data perbankan sudah berhasil dicuri, bisa-bisa isi rekening kita akan disedot habis oleh si pencuri. Bukan cuma itu, bisa juga kartu kredit kita digunakan orang lain untuk berbelanja dan kita baru tahu setelah adanya tagihan yang membengkak.

Pastinya kamu enggak mau dong menjadi korban pencurian data pribadi. Karena itu mulai sekarang kamu harus lebih peduli untuk jaga keamanan data pribadi kamu sendiri. Apalagi di era digital seperti sekarang ini, data pribadi menjadi sangat rentan untuk dicuri kalau kita tidak berhati-hati.

Tapi, sayangnya masih banyak yang ceroboh sehingga tanpa disadari justru dengan sukarela menyerahkan data pribadinya untuk digunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Memangnya bisa? Bisa banget! Makanya, biar gak jadi korban kamu harus menghindari 7 hal ini.

1. Menggesek kartu kredit/debit bukan di mesin EDC

7 Hal yang Harus Kamu Hindari Agar Tidak Jadi Korban Pencurian DataPexels.com/rawpixel.com

Setiap kali berbelanja menggunakan kartu kredit atau debit, pastinya kasir akan menggesekkan kartu ke mesin EDC. Hal itu sudah normal terjadi karena sudah ada aturan dan prosedur perlindungan data nasabah. Tapi jangan sampai kamu diam ketika kasir menggesekkan kartu kredit/debit kamu ke mesin cash register.

Karena ternyata data pribadimu akan tersimpan otomatis di komputer mereka ketika kartu debit/kredit digesekkan ke mesin cash register. Kalau sudah begitu, artinya data kamu bisa saja dengan mudah dicuri oleh orang lain karena pastinya pengamanan sistemnya tidak seketat perbankan.

2. Transaksi di sembarang online shop

7 Hal yang Harus Kamu Hindari Agar Tidak Jadi Korban Pencurian DataPexels.com/Pixabay

Kecerobohan yang kerap dilakukan selanjutnya adalah terlalu gampang untuk bertransaksi di online shop. Karena seperti yang kita tahu, kalau sekarang berbelanja online sudah menjadi budaya baru. Apalagi ada banyak marketplace dan online shop yang menawarkan produk branded dengan harga murah.

Tapi, tahukah kamu kalau ada satu model transaksi online yang riskan. Yaitu ketika kamu ingin bertransaksi menggunakan kartu kredit/debit. Pastinya kamu akan diminta untuk memasukkan 3 digit belakang nomor kartu dan dengan sukarela mengetikkannya. Padahal, tidak ada jaminan keamanan yang diberikan oleh si online shop terkait keamanan data kamu.

Nah, di sinilah kamu benar-benar harus memerhatikan keamanan bertransaksi secara online. Pastikan kalau online shop itu dapat menjamin kerahasiaan data kamu. Atau lebih baik pakai saja sistem pembayaran transfer bank yang jauh lebih aman.

3. Sering menggunakan WiFi publik

7 Hal yang Harus Kamu Hindari Agar Tidak Jadi Korban Pencurian DataPexels.com/rawpixel.com

Sekarang ini tempat yang terdapat WiFi publik dengan koneksi cepat pasti menjadi primadona. Tempat seperti itu akan selalu ramai karena banyak yang memanfaatkan WiFi-nya. Sebetulnya, memanfaatkan WiFi tidaklah salah. Hanya saja kamu harus lebih berhati-hati karena WiFi publik relatif mudah untuk diretas. Itu karena keamanan jaringannya tidak seketat perbankan.

Sepanjang smartphone kamu menyambung ke jaringan WiFi publik, maka sepanjang itu pula kamu rentan diretas. Kalau pun terpaksa menggunakan Wi-Fi, lebih baik jangan membuka aplikasi yang berhubungan dengan data penting. Misal mobile banking atau marketplace yang memiliki data transaksi emasmu.

Baca Juga: 5 Alasan Buka Rekening BCA adalah Solusi bagi Finansial Millennials

4. Menggunakan kombinasi PIN yang mudah ditebak

7 Hal yang Harus Kamu Hindari Agar Tidak Jadi Korban Pencurian DataPexels.com/Black ice

Terkadang kita malas membuat PIN dengan kombinasi angka yang sulit ditebak. Alasannya beragam. Bisa karena takut lupa, biar sama dengan password yang lain atau malas kalau harus mengingat-ingat. Padahal, PIN yang tidak mudah ditebak akan sangat menyulitkan orang yang hendak meretas data perbankan kita.

Makanya, jangan buat PIN yang mudah ditebak seperti tanggal lahir orangtua, kerabat atau kamu sendiri. Dan jangan buat PIN dengan kombinasi angka berurutan. Pastinya hacker akan sangat mudah membobol data kamu dengan kombinasi PIN yang mudah ditebak.

5. Mudah memberikan 6 digit nomor kartu ke orang asing

7 Hal yang Harus Kamu Hindari Agar Tidak Jadi Korban Pencurian DataPexels.com/rawpixel.com

#AwasModus penipuan untuk kamu yang biasa berjualan online. Jadi peru diingat kalau risiko pencurian data bukan hanya mengancam kamu yang biasa berbelanja online, tapi juga yang berjualan online. Ada banyak modus penipuan yang terjadi, tapi kali ini penulis ingin memberikan contoh modus berdasarkan pengalaman pribadi.

Jadi, bagi kamu yang berjualan online dan menggunakan rekening Bank BCA harus lebih berhati-hati. Karena sekarang ada modus penipuan yang berpura-pura sebagai pembeli dan meminta 6 digit nomor kartu dengan alasan melakukan transfer via BCA One Klik.

Hati-hati ya guys, itu modus! Perlu kamu tahu kalau 6 digit nomor kartu digunakan sebagai input data secara manual untuk konfirmasi setelah kamu melakukan transaksi. Hal itu yang biasa dilakukan oleh kasir mini market atau store setelah kamu bertransaksi menggunakan kartu debit.

Nah, jadi jangan sampai sembarangan memberikan 6 digit nomor kartu kamu ke orang asing ya guys. Karena kalau sampai kamu berikan bisa-bisa saldo rekening kamu akan terkuras!

6. Memberi PIN atau OTP ke orang asing

7 Hal yang Harus Kamu Hindari Agar Tidak Jadi Korban Pencurian DataPexels.com/Pixabay

PIN atau OTP sifatnya pribadi. Sangat sangat pribadi. Karena itu kamu enggak bisa sembarangan memberikan kombinasi dua nomor itu ke orang luar. Bahkan ke orang yang mengaku pihak bank. Dan for your info, bahkan pihak bank yang betulan pun tidak akan pernah meminta PIN maupun OTP padamu dengan alasan apa pun. Sekalipun saat memberikan bantuan seperti ATM tertelan atau upgrade pelayanan.

7. Banyak menginstal software atau aplikasi kurang kredibel di smartphone

7 Hal yang Harus Kamu Hindari Agar Tidak Jadi Korban Pencurian DataPexels.com/Lisa Potios

Berhati-hatilah ketika kamu ingin menginstall aplikasi atau software, baik di smartphone maupun di laptop. Karena kenyataannya tak sedikit aplikasi atau software yang sengaja disusupi oleh virus. Sehingga ketika kamu menginstalnya, virus itu akan membantu hacker meretas seluruh data pribadi di smartphone-mu.

Salah satu contoh aplikasi atau software yang mesti kamu waspadai adalah VPN gratis. Kenapa? Karena VPN gratis ini dapat mencatat atau melacak data seperti alamat IP, situs yang kamu kunjungi, hingga history transaksi internet banking atau mobile banking yang pernah kamu lakukan. Sehingga bukan hal tidak mungkin kalau hacker pun bisa membobol data perbankan kamu. Bahaya banget, ‘kan?

Tapi kamu enggak perlu khawatir selama terus mengingat-ingat 7 hal di atas. Selain itu, kalau kamu mau lebih tenang, jadilah nasabah Bank BCA yang sudah terpercaya soal urusan keamanan data nasabah.

Selain itu, BCA juga selalu terdepan soal teknologi sehingga banyak fiturnya yang menawarkan kemudahan. Seperti Buka Tabungan via Mobile Aplikasi dan Tarik Tunai Tanpa Kartu (Cardless). Pokoknya benar-benar mudah dan simpel deh. Dijamin, kalau jadi nasabah BCA kamu akan langsung merasa sudah #JoinGenerasiSimpel.

Baca Juga: Hilang Kartu ATM? Mulai Go Cardless Pakai Fitur Terbaru BCA Mobile!

Rahardian Shandy Photo Verified Writer Rahardian Shandy

Rutin menulis sejak 2011. Beberapa cerpennya telah dibukukan dan dimuat di media online. Ia juga sudah menulis 4 buah buku non-fiksi bertema bisnis. Sementara buku fiksi pertamanya terbit pada 2016 lalu berjudul Mariana (Indie Book Corner).

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ernia Karina

Just For You