Comscore Tracker

Cara Mudah Menghitung Bunga KPR dengan Rumus Berikut

Penting diketahui jika ingin mengajukan KPR

Jakarta, IDN Times –  Banyak dari kita yang mungkin sudah sering mendengar istilah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. KPR adalah salah satu cara untuk mencicil pembelian rumah dalam jangka waktu tertentu. Dengan cara menyicil, tentunya bisa meringankan pembayaran untuk mewujudkan impian memiliki rumah.

Namun demikian, selayaknya cicilan pada umumnya, KPR juga memiliki beban bunga yang harus dibayarkan. Biasanya besarannya bervariasi, tergantung ketentuan yang disepakati antara pembeli dengan lembaga-lembaga keuangan seperti bank.

Memang penghitungan bunga KPR biasanya telah dilakukan oleh penyedia dana. Namun tidak ada salahnya untuk mengetahui penghitungannya agar tidak rugi.

Lalu, bagaimana cara menghitung bunga KPR? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Mau Beli Rumah? Kenali Dulu 7 Perbedaan KPR Subsidi dan Nonsubsidi Ini

1. Bunga KPR flat

Cara Mudah Menghitung Bunga KPR dengan Rumus BerikutIlustrasi Kredit Cicilan Rumah. (IDN Times/Aditya Pratama)

Sebelum menghitung bunga KPR, perlu diketahui bahwa ada tiga jenis bunga KPR, yakni bunga flat, bunga efektif, dan bunga anuitas. Ketiganya memiliki cara perhitungan yang berbeda.

Untuk yang pertama yakni bunga KPR flat, penghitungannya berdasarkan jumlah pokok pinjaman di awal cicilan. Di mana besaran tagihan yang terdiri atas bunga dan pokok selalu sama setiap bulan. Ini yang menyebabkan penghitungan bunga flat lebih sederhana ketimbang jenis bunga lain.

Meski demikian, jenis bunga flat ini lebih sering digunakan untuk kredit jangka pendek, seperti untuk barang konsumsi termasuk handphone, peralatan rumah tangga, motor, atau kredit tanpa agunan (KTA).

Komponen dalam penghitungan bunga flat hanyalah plafon atau pokok kredit dan besaran bunga. Ini berarti, jumlah angsuran yang dibayarkan oleh nasabah akan sama setiap bulannya.

Berikut adalah rumus penghitungan bunga flat:

Bunga = (P x i) : Jb

Keterangan:

P: pokok pinjaman awal

i: suku bunga per tahun

Jb: jumlah bulan dalam jangka waktu kredit

Contoh cara menghitung bunga KPR flat:

Bila seseorang mengajukan KPR kepada bank sebesar Rp120 juta dengan tenor 10 tahun, sementara bunga per tahun sebesar 10 persen flat, dengan asumsi suku bunga kredit tidak berubah (tetap) selama jangka waktu kredit, maka penghitungan angsurannya sebagai berikut:

Bunga = (120.000.000 x 10/100) : 120 = Rp100.000

Cicilan pokok = Rp 120.000.000 : 120 = Rp1.000.000

Jadi, angsuran yang harus dibayarkan setiap bulan adalah Rp1.000.000 + Rp100.000 = Rp1.100.000

2. Bunga KPR efektif

Cara Mudah Menghitung Bunga KPR dengan Rumus BerikutIlustrasi Menabung. (IDN Times/Aditya Pratama)

Suku bunga efektif ini dianggap lebih adil ketimbang suku bunga flat. Sebab, besaran angsuran yang dibayar berbeda-beda atau fluktuatif setiap bulan. Ini dihitung hanya berdasarkan pada jumlah awal pokok pinjaman.

Rumus menghitung bunga efektif adalah sebagai berikut:

Bunga = SP x i : 12

Keterangan:

SP: Saldo Pokok Pinjaman

i: suku bunga setiap tahun

12: jumlah bulan dalam satu tahun

Contoh cara menghitung bunga KPR efektif:

Jika seseorang mengajukan kredit sebesar Rp360 juta dengan bunga 10 persen setiap tahun dengan tenor 10 tahun, maka perhitungannya sebagai berikut:

Bulan 1

Bunga = 360.000.000 x 10/100 : 12 = Rp3.000.000

Angsuran pokok = 360.000.000 : 120 = Rp3.000.000

Maka, total angsuran yang harus dibayarkan di bulan 1 adalah sebesar Rp6.000.000

Bulan 2

SP = Rp360.000.000 - 3.000.000 = Rp 357.000.000

Besaran bunga: Rp357.000.000 x 10/100 : 12 = Rp2.975.000

Maka, total angsuran bulan 2 sebesar Rp5.975.000

Hitungan tersebut terus berlanjut hingga jumlah pokok lunas pada periode waktu 10 tahun.

Baca Juga: Mengenal 8 Jenis KPR yang Ada di Indonesia, Mana yang Cocok buat Kamu?

3. Bunga KPR Anuitas

Cara Mudah Menghitung Bunga KPR dengan Rumus BerikutIlustrasi Kredit Cicilan Rumah. (IDN Times/Aditya Pratama)

Bunga anuitas adalah bunga efektif yang mengalami modifikasi. Rumus menghitung bunga anuitas adalah sebagai berikut:

P x (i/12) : (1-(1+(i/12)-t

Keterangan:

P: pokok pinjaman

I: suku bunga

T: periode kredit

Contoh cara menghitung bunga KPR anuitas:

Jika seseorang memiliki plafon pinjaman KPR sebesar Rp120 juta (P) dengan tenor 10 tahun (t) dan suku bunga 11 persen per tahun (i).

Maka, total angsuran per bulan yang harus Anda bayar adalah Rp120.000.000 x (11 persen/12) : (1-(1+(1/12) 10 ) = Rp1.653.000.

Besar angsuran pokok setiap bulan:

Angsuran pokok bulan 1: Rp120.000.000 x 11 persen : 12 = Rp1.100.000

Angsuran pokok bulan 2: Rp119.446.999 x 11 persen : 12 = Rp1.094.930

Angsuran pokok bulan 3: Rp118.888.930 x 11 persen : 12 = Rp1.089.815

Besar angsuran bunga tiap bulan:

Angsuran bunga bulan 1: Rp1.653.000 - Rp1.100.000 = Rp553.000

Angsuran bunga bulan 2: Rp1.653.000 - Rp1.094.930 = Rp558.069

Angsuran bunga bulan 3: Rp1.653.000 - Rp1.089.815 = Rp563.184

Perhitungan tersebut berlanjut setiap bulan hingga masa tenor pembayaran KPR habis, yakni dalam 10 tahun.

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya