Comscore Tracker

Elon Musk Ternyata Pernah Mau Jual Tesla ke Apple

CEO Apple Tim Cook tolak hadiri rapat

Jakarta, IDN Times – CEO Tesla Elon Musk mengumumkan kabar yang menghebohkan melalui akun Twitternya pada Selasa (22/12/2020). Ia mengatakan pernah mempertimbangkan untuk menjual perusahaan mobil listriknya, Tesla, ke Apple.

Kejadian itu terjadi beberapa tahun terakhir, katanya. Tetapi ia menambahkan bahwa CEO Apple Tim Cook tidak tertarik untuk melakukan pertemuan membahas hal itu.

“Selama hari-hari tergelap program Model 3, saya menghubungi Tim Cook untuk membahas kemungkinan Apple membeli Tesla (dengan harga 1/10 dari nilai kami saat ini). Dia menolak untuk menghadiri rapat,” tulis Musk, sebagaimana dilaporkan CNBC.

Baca Juga: 10 Fakta Menarik Elon Musk, Orang Terkaya Kedua di Dunia

1. Pengakuan yang langka

Elon Musk Ternyata Pernah Mau Jual Tesla ke AppleElon Musk, CEO Tesla, SpaceX (Instagram.com/elonmuskk)

Pernyataan Musk yang langka tersebut cukup menggemparkan, mengingat Tesla adalah perusahaan yang ia dirikan, dan perusahaan mobil listrik itu memiliki nilai pasar yang sangat besar, setara dengan nilai pasar dari gabungan sembilan perusahaan mobil teratas dunia. Tesla belum pernah membahas isu penjualan itu dalam pengajuan keuangan apa pun.

Namun demikian, soal kendala yang dihadapi perusahaan memang pernah mencuat ke publik. Pada 2018, Musk secara terbuka mengatakan bisnis mobil adalah “neraka”, dan ia sampai harus tidur di pabrik karena mencoba menyelesaikan masalah yang dialami perusahaan saat mulai memproduksi massal sedan listrik Model 3-nya.

Musk juga pernah mengungkapkan lewat Twitter bahwa Tesla pernah mencatatkan kerugian yang besar saat peningkatan produksi Model 3.

2. Persaingan Tesla dan Apple

Elon Musk Ternyata Pernah Mau Jual Tesla ke AppleCEO Apple Tim Cook (www.twitter.com/@tim_cook)

Tesla dan Apple ternyata memiliki persaingan yang cukup sengit. Pada 2015, Musk pernah menyebut Apple sebagai kuburan Tesla. “Jika Anda tidak berhasil di Tesla, Anda bekerja untuk Apple,” katanya saat itu.

Kedua perusahaan juga sering ‘berebut’ pekerja. Pada Juli 2018, Apple mempekerjakan kepala teknik Tesla Doug Field, yang merupakan mantan karyawan Apple. Field meninggalkan Tesla dan kembali bekerja untuk Apple, mengikuti sejumlah karyawan lainnya.

Saat itu, Tesla mengatakan kepada CNBC dalam sebuah pernyataan bahwa hal itu terjadi karena Apple memiliki uang yang jauh lebih banyak daripada Tesla.

“Tesla adalah jalan yang sulit. Kami memiliki uang 100 kali lebih sedikit daripada Apple, jadi tentu saja mereka mampu membayar lebih. Kami berada dalam pertempuran yang sangat sulit melawan perusahaan otomotif yang sudah mengakar yang membuat mobil 100 kali lebih banyak daripada yang kami lakukan tahun lalu, jadi tentu saja ini adalah kerja keras.”

Baca Juga: Orang Terkaya Kedua di Dunia, 10 Fakta Unik Elon Musk

3. Perusahaan lain milik Musk

Elon Musk Ternyata Pernah Mau Jual Tesla ke AppleElon Musk, CEO SpaceX (Instagram.com/elonmuskk)

Tesla bukanlah satu-satunya perusahaan yang dimiliki Musk. Pria kelahiran Pretoria, Afrika Selatan ini juga memiliki startup roket, SpaceX dan The Boring Company.

The Boring Company adalah perusahaan yang berfokus membuat terowongan bawah tanah yang bisa digunakan pejalan kaki, barang, utilitas, atau kendaraan listrik otonom untuk menghindari kemacetan lalu lintas di jalan utama. Ia mendirikan perusahaan pada Desember 2016, setelah frustasi dengan lalu lintas di Los Angeles dan keterbatasan jaringan transportasi dua dimensi.

Selain itu, Musk juga memiliki Neuralink Corporation, perusahaan yang fokus pada pembuatan chip yang bisa ditanamkan ke otak dan juga laboratorium penelitian kecerdasan buatan bernama OpenAI. Ia juga pernah mendirikan bank online X.com, yang kini lebih dikenal sebagai PayPal. Perusahaan ini telah dijual Musk kepada eBay pada 2001 seharga 1,5 miliar dolar AS.

Baca Juga: Jokowi Ajak Elon Musk Investasi dan Luncurkan Roket SpaceX di RI

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya