Comscore Tracker

Intip Peluang Investasi Saham MCAS yang Direkomendasikan Banyak Seleb

Harga sahamnya naik lebih dari 200 persen sejak IPO

Jakarta, IDN Times – Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melejit hingga mencapai Rp4.550 di penutupan perdagangan 5 Januari 2021 setelah direkomendasikan oleh beberapa orang selebriti.

Namun, bagaimanakah kinerja saham perusahaan sejak melantai (IPO) di bursa? Apakah secara fundamental MCAS memang menarik untuk dibeli untuk investasi? Berikut jawabannya:

Baca Juga: Jenis Investasi Syariah yang Patut Dicoba, dari Saham sampai Emas 

1. Naik 228 persen sejak IPO

Intip Peluang Investasi Saham MCAS yang Direkomendasikan Banyak SelebIlustrasi Investasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Sejak melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 November 2017, saham MCAS telah mencatatkan kenaikan lebih dari 200 persen selama kurang dari 3 tahun.

Menurut Aulia Akbar CFP®, Financial Educator dan Periset Lifepal dalam rilis yang diterima IDN Times pada Rabu (6/1/2021), pada saat IPO harga saham MCAS adalah Rp1.385 per lembar, namun per tanggal 5 Januari 2020 harga sahamnya naik jadi Rp4.550 per lembar.

“Dengan hitung-hitungan sederhana, mereka yang mendapatkan saham ini pada harga setara saat MCAS IPO akan mendapat keuntungan sekira 228 persen selama kurang dari 3 tahun,” jelasnya.

2. Kinerja MCAS kalahkan IHSG dan Indeks Sektor Perdagangan, Jasa, dan Investasi BEI

Intip Peluang Investasi Saham MCAS yang Direkomendasikan Banyak SelebIlustrasi investasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Aulia lebih lanjut mengatakan bahwa kinerja perusahaan yang berfokus ke pembangunan infrastruktur digital itu sudah mengungguli kinerja IHSG dan Indeks Sektor Perdagangan, Jasa, dan Investasi BEI sejak Maret 2018.

Namun memasuki Oktober 2019, performa MCAS mulai menurun. Titik terendah saham MCAS ada pada minggu kedua Mei 2020, di saat yang sama Indeks Perdagangan, Ritel, dan Investasi BEI justru sedang naik, katanya.

“Menginjak Desember 2020, harga saham MCAS terbang tinggi dan kembali mengalahkan IHSG dan indeks sektoral,” paparnya.

3. Pertumbuhan penjualan dan laba MCAS

Intip Peluang Investasi Saham MCAS yang Direkomendasikan Banyak SelebIlustrasi investasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Dalam hal pertumbuhan dan penjualan laba, MCAS ternyata juga cukup cemerlang. Pada 2018 MCAS sukses mencetak kenaikan laba bersih sebesar 2.410,4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Namun di tahun 2019 laba bersih yang sempat meroket itu justru mengalami penurunan sebesar -16,72 persen dari tahun sebelumnya.

“Meroketnya laba bersih MCAS disebabkan karena keuntungan investasi dan proses IPO anak usahanya PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) di 2018. DIVA yang dicatatkan dengan harga perdana Rp2.950 per lembar, harganya langsung naik Rp3.350 pada 28 November 2018,” jelasnya di laporan itu.

“Tepat pada Agustus 2019, MCAS pun melepas beberapa saham DIVA ke Kejora Venture,” tambahnya.

4. Kesehatan Keuangan dan profitabilitas MCAS

Intip Peluang Investasi Saham MCAS yang Direkomendasikan Banyak Selebilustrasi investasi. IDN Times/Arief Rahmat

Dari sisi keuangan dan profitabilitas, MCAS juga sangat baik. Secara keuangan, perusahaan ini memiliki keuangan yang cukup sehat, lantaran terbukti mengalami pertumbuhan aset yang cukup signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2020 MCAS, perusahaan ini memiliki nilai rasio utang berbanding ekuitas (DER) sebesar 42,55 persen, rasio utang berbanding aset sebesar 29,85 persen, dan current ratio 315,29 persen. Dengan current ratio yang tinggi, MCAS memiliki kesanggupan membayar utang jangka pendek yang cukup baik.

Sementara itu dari rasio profitabilitas MCAS, marjin laba bersih (NPM) MCAS menurut laporan keuangan kuartal III 2020 ini adalah 0,71 persen, marjin laba kotor (GPM) sebesar 2,03 persen, marjin laba operasi (OPM) 1,18 persen, rasio laba terhadap aset (ROA) 3,33 persen, dan rasio laba terhadap ekuitas (ROE) 4,75 persen.

“Angka dari marjin dan rasio ini menunjukkan bahwa MCAS bukanlah yang terbaik di sektornya. Sebagai contohnya, PT Aces Hardware Indonesia Tbk (ACES) yang berada di sub sektor yang sama memiliki NPM, GPM, OPM yang lebih besar dari MCAS. Menurut data RTI, ACES memiliki NPM sebesar 9,67 persen, GPM 49,37 persen, dan OPM 10,94 persen,” katanya.

Baca Juga: Biar Kamu Gak Rugi dalam Investasi, Coba Pakai Cara Ini

5. Saham premium

Intip Peluang Investasi Saham MCAS yang Direkomendasikan Banyak Selebidntimes.com

Jika membandingkan harga saham MCAS dengan 10 saham sub sektor yang sama, seperti saham PT Ace Hardware Indonesia, Tbk (ACES), maka dengan harga Rp4.550 di penutupan perdagangan saham 6 Januari 2021, harga saham MCAS tergolong sebagai saham premium.

Pada intinya, jelas Aulia, melihat price earnings ratio (PER) MCAS yang sebesar 166,44 x, harga MCAS saat ini memang tergolong premium. “Nilai PER MCAS juga merupakan yang tertinggi di antara perusahaan di sektor perdagangan ritel,” ujarnya.

“Dari sudut pandang investor, PER yang terlalu tinggi barangkali tidak terlalu menarik sebab harga saham mungkin tidak akan naik lagi sehingga berarti kemungkinan memperoleh capital gain akan kecil,” tambahnya.

Baca Juga: Awal Tahun Coba Investasi Baru? Pelajari yuk Cara Cuan di Reksa Dana! 

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya