Comscore Tracker

4 Trik Perencanaan Keuangan buat First Jobber, Kuy Pelajari!

Profesional muda sebaiknya mulai mengelola keuangannya

Jakarta, IDN Times - Bagi para profesional muda yang baru mulai meniti karier, menjalani hidup mandiri dan menghasilkan pendapatan sendiri menjadi satu pencapaian membanggakan. Namun, jika tidak diimbangi dengan pengelolaan yang bijak, berbagai masalah berpotensi muncul dan memengaruhi kondisi keuangan jangka panjang.

Apalagi ada kecenderungan, para first jobber belum mengatur keuangannya dengan baik. Asumsi itu juga didukung oleh hasil survei terkait perilaku keuangan oleh Zigi dan Katadata Insight Center (KIC) yang menyatakan, mayoritas generasi Z dan Y memiliki proporsi pengeluaran bulanan yang cenderung lebih besar dari pendapatan.

Menanggapi hal tersebut, CEO & Principal Consultant ZAP Finance, Prita Ghozie mengajak para profesional muda untuk memulai perencanaan keuangan sedini mungkin.

Bersama ShopeePay, Prita membagikan empat financial hacks untuk diterapkan oleh profesional muda, khususnya first jobber yang hendak memulai perencanaan keuangan dengan mudah dan nyaman.

Baca Juga: 4 Hal Perencanaan Keuangan Ini Bisa Jaga Kesehatan Mental, Apa Saja?

1. Membagi tiga kategori utama sebagai dasar alokasi rekening

4 Trik Perencanaan Keuangan buat First Jobber, Kuy Pelajari!ilustrasi rekening (IDN Times/Aditya Pratama)

Rekening living, saving, dan playing menjadi tiga kategori utama yang bisa diandalkan sebagai panduan dasar memisahkan rekening pribadi. Cara ini cocok untuk para profesional muda yang belum melakukan budgeting secara rinci karena kategori dikelompokkan secara sederhana.

“Penghasilan bulanan dapat dialokasikan dengan skema 50 persen ke dalam rekening living untuk kebutuhan esensial harian seperti makan, keperluan rumah atau kost, dan transportasi," ujar Prita dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times, Kamis (19/5/2022).

Setelah itu, 30 persen disisihkan dalam rekening saving yang bisa berupa tabungan, dana darurat, dan investasi. Kemudian 20 persen sisanya bisa dialokasikan dalam rekening playing untuk memenuhi kebutuhan hiburan yang tentu tak kalah penting.

Baca Juga: 5 Sebab Perencanaan Keuanganmu Selalu Gagal, Gak Bisa Nahan Diri!

2. Tanamkan mindset 'start small, start now' dalam berinvestasi

4 Trik Perencanaan Keuangan buat First Jobber, Kuy Pelajari!Ilustrasi Investasi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Berinvestasi membuka peluang bagi para first jobber untuk menambah nilai serta jumlah aset yang dimiliki. Tak perlu khawatir, instrumen investasi kini hadir dengan makin beragam seperti saham, reksa dana, emas, dan masih banyak lagi.

Banyaknya pilihan investasi bisa membuat para first jobber yang belum familier menjadi ragu untuk memulai. Guna mengatasi kendala tersebut, Prita mengimbau kepada first jobber agar sebaiknya fokus pada proses belajar dan memantapkan hati untuk berani memulai.

Sebagai langkah awal, mulailah dengan membandingkan risiko antarinstrumen investasi yang sesuai dengan kemampuan finansial. Saat ini, membeli produk investasi sudah semakin mudah.

"Dengan modal dana mulai dari puluhan ribu rupiah saja, first jobber bisa mulai berinvestasi," tutur Prita.

Selain itu, akses untuk belajar agar lebih memahami risiko juga makin terbuka, mulai dari berbagai platform online, hingga manajer investasi yang bisa membantu mengelola aset kita.

"Terlepas dari pilihan instrumen dan jumlah nominalnya, yang terpenting adalah berani memulai terlebih dahulu," imbuhnya.

3. Tetapkan tujuan finansial jangka pendek dan panjang

4 Trik Perencanaan Keuangan buat First Jobber, Kuy Pelajari!ilustrasi rekening (IDN Times/Aditya Pratama)

Tujuan finansial kerap diasosiasikan dengan jumlah nominal harta yang ingin dimiliki. Padahal, kata Prita, tujuan finansial turut melibatkan tujuan hidup yang dikehendaki serta kapan mau dicapai.

Oleh karena itu, sebagai first jobber, penting untuk menentukan tujuan ini agar keputusan finansial tetap terkontrol. Tujuan dalam waktu dekat bisa dikategorikan sebagai jangka pendek seperti wish list barang yang ingin dibeli hingga dana liburan.

Sementara tujuan jangka panjang bisa berupa impian-impian seperti membangun rumah, mengumpulkan modal bisnis, atau bahkan rencana pensiun di hari tua.

“Mulailah mengevaluasi kondisi finansial yang dimiliki seperti jumlah tabungan, dana darurat, utang, dan penghasilan. Setelah itu, tujuan finansial bisa ditentukan sesuai kebutuhan dan keinginan. Dengan demikian, strategi bisa disusun dengan memperhitungkan tujuan dan kondisi terkini,” tutur Prita.

Baca Juga: Mengenal Manfaat Perencanaan Keuangan, Penting untuk Hari Tua!

4. Bangun kebiasaan finansial dengan memanfaatkan teknologi

4 Trik Perencanaan Keuangan buat First Jobber, Kuy Pelajari!Ilustrasi ShopeePay pada HP (gizmologi.id)

Kehadiran teknologi dapat membuat realisasi perencanaan keuangan semakin mudah dan terstruktur. Segala kebutuhan finansial bisa dipenuhi melalui segenggam smartphone yang tak terbatas oleh jarak dan waktu.

Mulai dari aplikasi investasi, layanan pembayaran digital dengan fitur dan kampanyenya, hingga transaksi sesederhana mentransfer uang telah menjadi gaya hidup sehari-hari yang memanfaatkan teknologi.

Menurut Prita, hal itu membuat sistem otomatis berbasis teknologi bisa menjadi trik efektif bagi para profesional muda. Misalnya, membuat to-do-list dan reminder transfer ke rekening tabungan setiap waktu gajian tiba untuk membangun rutinitas finansial yang semakin teratur dan disiplin.

"Kemudahan fitur Transfer Ke Mana Pun yang dihadirkan oleh ShopeePay menjadi solusi ekonomis bagi para first jobber untuk mulai menerapkan perencanaan finansial dengan praktis dan nyaman," kata Prita.

Tak hanya itu, menurutnya, teknologi dan fitur yang dihadirkan ShopeePay bisa memudahkan kegiatan mencatat pengeluaran yang juga penting dalam perencanaan keuangan. Pengeluaran yang tercatat bisa dievaluasi mengacu pada perencanaan yang telah dirancang sebelumnya. Sehingga ke depannya, first jobber dapat menyusun strategi keuangan yang semakin ideal.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya