Comscore Tracker

Butuh 3-4 Bank Syariah Seperti BSI Maksimalkan Potensi Syariah di RI

Potensi industri dan keuangan syariah belum tergarap baik

Jakarta, IDN Times - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI, Hery Gunardi, mengungkapkan beberapa hal yang membuat potensi industri dan keuangan syariah di Indonesia masih belum tergarap dengan baik.

Salah satu yang paling utama adalah ketiadaan perbankan syariah dengan modal dan ukuran besar layaknya BSI sekarang. Padahal, kata Hery, keberadaan perbankan syariah di Indonesia sudah ada sejak 31 tahun yang lalu.

"Potensi keuangan syariah di Indonesia begitu besar, tapi potensi tinggal potensi karena perbankan syariah ada di Indonesia sejak 1991 dan tantangannya dulu adalah bank-banknya kecil-kecil, cari 10 besar saja gak ada. Size does matter," tutur Hery kala menjadi panelis dalam Indonesia Millennial and Gen-Z Summit 2022 di Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Dulu, sambung Hery, perbankan syariah dari sisi manajemen layanan dan teknologi belum cukup baik serta dari sisi permodalan tidaklah terlalu besar. Hal itu membuat perbankan syariah tidak bisa menghadapi banyak tantangan yang besar.

Oleh karena itu, Hery menilai perlu lebih banyak bank syariah dengan modal besar seperti BSI untuk memanfaatkan potensi industri dan keuangan syariah di Indonesia.

"Ada tiga atau empat bank syariah seperti BSI saya rasa bisnis halal, industri halal bisa sangat dilakukan, expand lokal dan luar negeri juga bisa kita raih peluangnya," ucap dia.

Dalam IMGS 2022, Hery menjadi panelis bersama dengan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI), Arief Hartawan, Managing Director Sharia Allianz Life Indonesia, Ginawati Djuanda, dan Muslim Fashion Entrepreneur, Zaskia Sungkar.

Keempat panelis tersebut saling berdiskusi dalam tema "From Indonesia To Global Market, Sharia Economy Potential.

IMGS 2022 yang digelar IDN Media mengusung tema Indonesia Fast Forward. Acara ini berlangsung 2 hari, 29-30 September 2022, di Tribrata Jakarta, dengan menghadirkan 3 stage, yakni Visionary Leaders by IDN Times, Future is Female by Popbela, dan Talent Trifecta by ICE.

IMGS 2022 menghadirkan 115 pembicara kompeten di berbagai bidang, dari politik, ekonomi, bisnis, olahraga, budaya, lintas agama, sosial, lingkungan sampai kepemimpinan millennial. Ajang millennial dan Gen-Z terbesar di Tanah Air ini dihadiri lebih dari 4.000 future leader Indonesia. Dalam IMGS 2022, IDN Times juga meluncurkan Indonesia Gen Z and Millennial Report 2022. Survei ini dikerjakan IDN Research Institute bekerja sama dengan Populix.

Survei ini digelar pada periode 27 Januari - 7 Maret 2022, dengan margin of error kurang dari 5 persen. Melalui survei yang melibatkan 1.000 responden di 12 kota dan daerah aglomerasi ini, IDN Times ingin menyajikan potret yang jelas dan lengkap mengenai Gen Z Indonesia, sehingga bisa memahami dan membentuk mereka lebih baik sebagai calon pemimpin bangsa. Simak hasilnya di IMGS 2022, dan ikuti perkembangannya di situs kami, IDN Times.

Baca Juga: Profil Hery Gunardi, Dirut Pertama Bank Syariah Indonesia

Topic:

  • Rendra Saputra

Berita Terkini Lainnya