Comscore Tracker

Dinar: Pengertian, Sejarah dan Penggunaannya

Penjelasan apa itu Dinar

Dinar merupakan nilai mata uang yang digunakan oleh beberapa negara persekutuan Arab, yang dalam penggunaanya memiliki sejarah yang cukup panjang. Dinar merupakan koin yang memiliki komposisi hampir seluruhnya terbuat dari emas.

Maka dalam perkembangnya terutama di Indonesia, dinar dijadikan alat investasi layaknya emas batangan. Untuk membahas lebih jauh tentang apa itu dinar. Berikut di bawah ini adalah penjelasan lengkapnya. Silahkan disimak!

Baca Juga: Sama-Sama Logam Mulia, Ini Bedanya Dinar dan Dirham

1. Tentang dinar

Dinar: Pengertian, Sejarah dan Penggunaannyapixabay/Olichel

Dinar memiliki pengertian uang emas murni yang berdasarkan Hukum Syariah Islam memiliki berat yang setara dengan 4,45 gram emas. WIM atau World Islamic Mint menetapkan besaran 1 dinar setara 4,25 gram mengikuti pendapat Syaikh Yusuf Qardhawi yang diikuti oleh beberapa negara termasuk di Indonesia.

Pengertian lain dari dinar ialah satuan mata uang di beberapa negara. Kata dinar berasal dari denarius bahasa Romawi. Dalam perkembangannya dinar modern dikenal sebagai alat perdagangan resmi yang paling stabil, sejak berabad-abad sesuai hukum syariah. 

Indonesia memproduksi koin dinar sendiri, yang di produksi PT Antam, yang memiliki berat 4,25 gram dengan karat 22 dan memiliki sertifikat. Dinar yang diproduksi dalam Indonesia tidak bisa dijadikan alat tukar, hanya dapat dijadikan alat investasi layaknya emas.

2. Negara-negara dengan nilai tukar dinar

Dinar: Pengertian, Sejarah dan PenggunaannyaUnplash.com/Joshua Hoehne

Pada tahun 2019 dinar emas doren tidak diproduksi lagi untuk menjadi mata uang resmi di beberapa negara. Namun, masih ada beberapa negara yang menggunakan nilai tukar dinar atau setara dengan dinar. Berikut adalah nama negara-negara tersebut:

  • Aljazair = Dinar Aljazair
  • Bahrain = Dinar Bahrain
  • Iraqi=  Dinar Irak
  • Yordania =  Dinar Yordania
  • Kuwait = Dinar Kuwait
  • Libyan =  Dinar Libya
  • Serbia: = Dinar Serbia (pada kota Kosovo dan kota Methoxide penggunaan Euro lebih banyak digunakan)
  • Republik Makedonia = Denar Makedonija
  • Tunisia = Dinar Tunisia

3. Dinar di Indonesia

Dinar: Pengertian, Sejarah dan Penggunaannyailustrasi uang logam (pexels.com/Joey Kyber)

Di Indonesia koin dinar pun memiliki tingkat kepopuleran tersendiri. Dewasa ini dinar dijadikan investasi layaknya logam mulia atau emas batangan.

Dinar dijadikan investasi alternatif yang cukup populer juga belakangan ini. Dinar di Indonesia merupakan kepingan logam sebagian atau seluruh dari bagian logam tersebut terbuat dari emas.

Produksi dinar telah diterbitkan oleh anak perusahaan BUMN yaitu PT Aneka Tambang atau yang lebih dikenal dengan nama Antam. Produksi dinar juga dilakukan oleh beberapa perusahan emas, karena tingginya minat masyarakat Indonesia untuk koin dinar ini.

Pt Monex Investindo Futures melali Kepala Riset dan Edukasi mereka memberikan sebuah penjelasan bahwa koin dinar yang dibuat oleh Antam sama saja seperti ornamen atau perhiasan yang digunakan untuk koleksi, dan dapat dijadikan investasi dalam jangka waktu lama bila harga jual emas naik.

Sudah sejak tahun 2000 investasi dinar emas berjalan di Indonesia, dan semakin tahun peminatnya semakin meningkat.

Perlu digaris bawahi bahwa dinar bukanlah alat tukar di Indonesia, seperti yang dijelaskan pada Undang-undang  Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 21 Ayat 1 yang berisi bahwa alat tukar yang sah di Indonesia hanyalah Rupiah.

Baca Juga: Kasus E-Dinar Coin Cash, Bareskrim Tahan 6 Tersangka

4. Penggunaan dinar di Indonesia

Dinar: Pengertian, Sejarah dan Penggunaannyahttps://www.pexels.com/search/give%20coin/

Layaknya logam mulia dinar dapat dijual di toko-toko emas. Dinar memiliki nilai jual yang cukup tinggi di beberapa kalangan tertentu, misal kolektor dinar.

Di Indonesia dinar dianggap sebagai salah satu barang mewah “perhiasan” sehingga dikenakan pajak 10 persen. Tips untuk kamu yang ingin menjual koin dinar, lebih baik ke kalangan penyuka dinar karena akan dihargakan lebih tinggi, dibanding di toko emas. Sebab, di toko mas dinar hanya dihitung berdasarkan kadar emasnya saja, tidak dilihat unsur lainnya.

5. Macam-macam koin dinar di Indonesia

Dinar: Pengertian, Sejarah dan Penggunaannyahttps://www.pexels.com/search/give%20coin/

Seperti yang dijelaskan di bagian atas bahwa koin dinar dapat dijadikan investasi dan di Produksi  salah satunya oleh Antam.

Berikut adalah koin dinar produksi Antam :

  • Dinar Au 91.7 persen

Desain ini memiliki dua bagian, bagian depan bergambar Masjid Haram dan bagian belakang bertuliskan kalimat syahadat. Koin dinar AKU memiliki berat 4,25 gr dan kemurnian AU 91,7 persen.

Selain menjual dalam bentuk nominal utuh 1 koin Dinar, Antam pun mengeluarkan spesifikasi lain dari dinar AU sperti koin ¼ dinar. Maksud dari Au 9,7% adalah koin dinar yang memiliki kandungan emas 22 karat dengan persenan tersebut.

  • Dinar FG 99,99 persen

Koin Dinar FG merupakan koin yang memiliki kadar emas murni yaitu 24 karat. Desain sederhana hanya berupa logo khas logam mulia dengan tulisan Fine Gold

6. Kekurangan berinvestasi dinar

Dinar: Pengertian, Sejarah dan Penggunaannyaunsplash.com

Seperti Investasi pada umumnya yang memiliki sisi kekurangan. Berinvestasi dinar pun sama halnya, berikut dibawah ini adalah kekurangan-kekurangan berinvestasi dinar:

  1. Harga dinar sangat tidak stabil. Hanya kepada pengguna atau komunitas tentu saja harga dinar akan ditaksir tinggi. Namun, jika dijual di toko emas dinar hanya dihitung kadar emasnya saja, tanpa mempertimbangkan hal lainnya seperti ongkos produksi.
  2. Pada Keputusan Menteri Keuangan No 83/KMK.03/2002 dinar dikategorikan sebagai perhiasan, sehingga dikenakan PPn 10%. Pasangan emas batangan sendiri tidak dikenakan PPn.
  3. Ongkos produksi dan biaya cetak koin dinar lebih tinggi dari harga jualnya sekitar 3-5%.

Baca Juga: Fitriani Tersingkir Awal, Indonesia Bergantung pada Gregoria dan Dinar

Demikianlah informasi tentang di dinar. Dari uraian di atas, kita bisa mengetahui bahwa sampai saat ini, dinar masih dijadikan alat tukar.

Namun di Indonesia, jika kamu ingin menjadikan dinar sebagai alat investasi kamu harus mempertimbangkan beberapa kekurangannya tersebut.

Topic:

  • Rinda Faradilla
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya