Comscore Tracker

4 Tips Investasi Aset Kripto, Pemula Wajib Simak!  

Jangan percaya iming-iming keuntungan tetap

Jakarta, IDN Times - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kripto menjadi aset yang makin diminati masyarakat Indonesia saat ini, khususnya pada perdagangan pasar fisik yang diawasi Bappebti.

Mengingat aset kripto memiliki risiko yang tinggi untuk diperdagangkan (trading) maupun diinvestasikan, ada empat tips yang patut dipahami oleh masyarakat, terutama bagi pemula.

Baca Juga: Siasat Investasi Kripto saat Pasar sedang Lesu, Patut Dicoba!

1. Pastikan melakukan pembelian aset kripto pada perusahaan yang terdaftar di Bappebti

4 Tips Investasi Aset Kripto, Pemula Wajib Simak!  Ilustrasi Investor (IDN Times/Aditya Pratama)

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan PBK Bappebti, Tirta Karma Senjaya mengatakan masyarakat harus memahami mekanisme perdagangan aset kripto sebelum terjun ke dunia tersebut. Salah satunya dengan menjadi pelanggan pada perusahaan yang terdaftar di Bappebti.

“Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, ketahui terlebih dahulu profil dan legalitas CPFAK (Calon Pedagang Fisik Aset Kripto) dengan mengakses situs resmi Bappebti di tautan https://www.bappebti.go.id,” kata Tirta dikutip dari keterangan resmi Bappebti.

Baca Juga: 5 Jenis Aset Kripto Paling Laris di Indonesia Sepanjang 2022

2. Dana yang digunakan untuk bertransaksi bukanlah dana untuk kebutuhan sehari-hari

4 Tips Investasi Aset Kripto, Pemula Wajib Simak!  Ilustrasi Uang. (IDN Times/Aditya Pratama)

Kedua, masyarakat harus memastikan dana yang digunakan untuk trading atau investasi aset kripto dihasilkan secara legal, dan bukan uang 'panas'.

"Memastikan dana yang digunakan adalah dana lebih yang dihasilkan secara legal dan bukan dana yang digunakan kebutuhan sehari-hari," ucap Tirta.

3. Pilih aset kripto yang boleh diperdagangkan di Indonesia

4 Tips Investasi Aset Kripto, Pemula Wajib Simak!  ilustrasi cryptocurrency (IDN Times/Aditya Pratama)

Ketiga, pastikan aset kripto yang kamu pilih sudah legal untuk diperdagangkan di Indonesia.

Bappebti sendiri sudah merilis Perdagangan Berjangka Komoditi (Perba) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Dalam Perba tersebut, ada 383 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto.

Untuk jenis aset kripto di luar daftar tersebut, wajib dilakukan delisting oleh CPFAK dengan diikuti langkah penyelesaian bagi setiap pelanggan aset kripto.

Adapun aset kripto yang legal di Indonesia, antara lain Ethereum, Tezos, Iota, Luna coin, The Sandbox, Bitcoin, Litecoin, Cardano, Stellar, dan seterusnya. Kamu bisa membuka Perba 11/2022 untuk mengetahui daftar lengkapnya.

4. Jangan percaya janji-janji keuntungan tetap

4 Tips Investasi Aset Kripto, Pemula Wajib Simak!  Ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama)

Perlu dipahami, aset kripto merupakan instrumen berisiko tinggi. Pergerakan nilainya sangatlah fluktuatif.

Oleh sebab itu, Bappebti mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai janji-janji keuntungan tinggi atau tetap.

Baca Juga: Tips Investasi Kripto saat Harganya Anjlok, Jangan Langsung Panik!

Topic:

  • Hana Adi Perdana

Berita Terkini Lainnya