Comscore Tracker

Investasi di Tengah Inflasi, Cocoknya Instrumen Apa ya? 

Pemilihan instrumen investasi perlu dicermati

Jakarta, IDN Times - Aktivitas investasi di tengah lonjakan inflasi perlu dicermati dengan baik. Ada sejumlah instrumen investasi yang dinilai memiliki risiko lebih rendah di saat inflasi merajalela.

Khususnya bagi Indonesia yang kini menghadapi tantangan inflasi tinggi karena kenaikan harga BBM, maka pemilihan instrumen investasinya perlu dicermati.

Menurut Direktur PT Insight Investments Management (INSIGHT), Ria Meristika Warganda, di tengah lonjakan investasi, calon investor sebaiknya memilih instrumen yang cenderung stabil.

“Momen kenaikan harga BBM bersubsidi 2014 silam bisa menjadi acuan bagi para investor untuk kembali mengamati jenis instrumen investasi apa yang cenderung lebih stabil dan tidak mengalami volatilitas tinggi saat kondisi ekonomi kurang baik,” kata Ria dikutip dari keterangan resmi, Jumat (23/9/2022).

Baca Juga: Dapat Tawaran Investasi Berbasis App atau Web? Cek Ini Gak Tertipu!

1. Reksa dana pasar uang bisa jadi pilihan di tengah lonjakan inflasi

Investasi di Tengah Inflasi, Cocoknya Instrumen Apa ya? Ilustrasi investor. (IDN Times/Aditya Pratama)

Salah satu instrumen investasi yang cenderung stabil adalah reksa dana. Tepatnya, reksa dana pasar uang yang dinilai dapat diandalkan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Lebih rinci, indeks Reksa Dana Infovesta Money Market Fund pun menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan tidak mengalami volatilitas yang berarti selama satu tahun setelah kenaikan harga BBM bersubsidi yang signifikan.

Dari aspek pertumbuhan UP (Unit Penyertaan) reksa dana pasar uang, juga terlihat masih tumbuh 11,4 persen pada periode yang sama. Ria mengatakan kondisi itu menunjukkan strategi investasi dari berbagai investor yang beralih ke reksa dana pasar uang untuk menghindari dampak negatif dari volatilitas pasar pada masa itu.

“Mengacu pada data historis kinerja produk reksa dana di tengah kenaikan BBM, terlihat bahwa berinvestasi pada reksa dana pasar uang bisa menjadi salah satu pilihan yang baik. Terutama pada saat kondisi ekonomi dan pasar finansial masih berpotensi mengalami berbagai  ketidakpastian dan volatilitas tinggi,” ujar dia.

Baca Juga: Ngeri! BI Prediksi Inflasi di Akhir Tahun Tembus Lebih dari 6 Persen

2. Kinerja produk reksa dana pasar uang

Investasi di Tengah Inflasi, Cocoknya Instrumen Apa ya? Ilustrasi Investasi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Ria mengatakan, produk reksa dana INSIGHT, yakni Reksa Dana Pasar Uang Insight Money (Reksa Dana I-Money) memiliki kinerja yang stabil. Dia menjabarkan, reksa dana tersebut sudah melewati berbagai fase volatilitas pasar seperti pada 2015 (devaluasi yuan), 2018 (perang dagang), dan 2020 (pandemik COVID-19).

Selain itu, reksa dana tersebut mengantongi underlying asset berupa efek utang yang akan jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

“Efek utang yang akan jatuh tempo kurang dari 1 tahun mempunyai durasi lebih rendah daripada efek utang yang jatuh temponya lebih dari 1 tahun. Durasi yang lebih rendah ini menyebabkan sensitivitas harga terhadap perubahan suku bunga juga lebih rendah dan membuatnya lebih stabil atau less volatile," kata Ria.

Baca Juga: Inflasi Meninggi, Begini 4 Tips Beli Rumah Biar Gak Boncos!

3. Dana yang disuntikkan investor bisa beri dampak sosial

Investasi di Tengah Inflasi, Cocoknya Instrumen Apa ya? Ilustrasi Investasi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Tak hanya itu, dia menjabarkan Reksa Dana I-Money punya fitur CSR pada produknya.

"Investor juga berkesempatan untuk memberikan dampak sosial kepada sesama berupa bantuan dalam beragam program sosial kemanusiaan, sosial keagamaan, pendidikan, budaya, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Sehingga para Investor dapat berinvestasi sambil berkontribusi sosial kepada sesama yang membutuhkan,” ucap Ria.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya