Comscore Tracker

[PUISI] Hierarki Paras Jelita

Engkau puan, paras jelita tak berbudak

Lembayung ego berdalih menyandera gadis perawan
Berkecamuk menderu tangis tak tertahankan
Menjejalkan sebilah belati mendobrak patriarki
Menara delirium sayang, meronta pada inkonsistensi

Di negeri yang tampak ngeri
Eksistensi jelita telah tertancap hierarki
Adat cantik penuh persyaratan
Kala kulit kusam bagai penghinaan
Hidung pesek laiknya suatu kejahatan
Ketidakadilan perlakuan merongrong pengakuan
Bahwa paras rupawan teruntuk ningrat seorang

Tirani berbaju lidah samurai bermulut kejam
Penuh hujat penuh dengki dendam
Sang puan melanggar konstruksi sosial
Pada mata publik yang penuh represi
Jelita menjerit membawa amunisi melawan cengkarut hierarki

Baca Juga: [PUISI] Kita Pernah Menjadi Mangsa Kebosanan

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Bintan Rahayu Anisah Photo Writer Bintan Rahayu Anisah

no need to sparkle

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Kidung Swara Mardika

Berita Terkini Lainnya