Comscore Tracker

Pacarannya Lama, Kok Nikahnya Sama Orang Lain?

Ceritaku gak jauh beda dari kisah cinta yang lagi ramai di sosial media

Menemuimu di atas plaminan bersama orang lain tentu tidak pernah menjadi mimpiku, tapi karena sebuah ketetapan takdir akhirnya aku melihatmu bersanding dengan wanita lain.

Seperti cerita yang lagi ramai diperbincangkan di media sosial tentang seorang laki-laki yang ditinggal menikah oleh kekasihnya setelah 10 tahun berpacaran. Cerita kita pun tak jauh berbeda. Hanya saja hari itu aku tidak membagikan cerita tentang kita di sosial mediaku.

Tentu saja tidak mudah untuk menghadiri pernikahan orang yang pernah menjadi bagian dari hidupku dalam waktu yang panjang. Mengingat kedekatanku dengan keluargamu, hari itu adalah hari yang berat buatku. Menerima banyak pertanyaan dan pernyataan tentang kebersamaan kita yang harus kandas.

Belum lagi kecanggungan yang tercipta saat melihatmu di atas pelaminan bersama orang lain. Bukan karena aku belum move on , tapi yang namanya kenangan tetap saja jadi kenangan, bukan?

Aku tidak bisa menghapus hari di mana kita pernah merancangkan tentang pernikahan saat kita masih bersama. Yang aku lihat hari ini sudah pernah kita susun bersama.

Bahkan ada beberapa hal yang tetap ada menjadi bagian dari pernikahanmu dengannya. Aku tidak berhak untuk marah. Karena memang buatku semua rancangan itu sudah usang seiring dengan perpisahan kita.

Darimu aku belajar bahwa menikah bukan tentang seberapa lama menjalin suatu hubungan, tapi tentang sepakat untuk hidup bersama dan berani mengambil langkah untuk berkomitmen. Aku tidak memiliki itu, jadi aku memilih untuk mundur dari semua rencana yang sudah kita susun.

Maaf untuk semua keegoisan hatiku mungkin hanya itu yang bisa aku katakan untukmu. Karena alasan apapun yang aku berikan hari ini tidak bisa mengubah cerita kita yang sudah menemukan akhirnya. Kalian pasti tahu pakai baju sempit itu gak nyaman, kan?

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editors’ picks

Aku menemukan banyak hal yang tidak pas saat bersamamu, jadi aku tidak mau memaksakannya. Untuk menghabiskan waktu seumur hidup selain cinta dan komitmen, kita membutuhkan kenyamanan.

Perpisahan kita memang tidak meninggalkan permusuhan. Tapi bukan berarti tidak meninggalkan jejak kecewa. Aku juga tidak ingin menuliskan semua keburukanmu. Karena yakin aku pun bukan pasangan yang sempurna buatmu saat itu.

Masih banyak kebaikanmu yang bisa menutupi kesalahanmu. Cukup kenangan baik saja yang kumasukkan dalam memori cerita kita. Biar bagaimana pun aku tidak bisa menghapus masa lalu yang pernah ada.

Perpisahan pastilah meninggalkan jejak luka untuk kami, tapi kedewasaan dirilah yang membuat kami tetap dalam hubungan yang baik. Dia mengundangku secara pribadi untuk hadir di acara pernikahannya. Bahkan satu hari sebelum pernikahannya kami masih bertemu.

Dia masih melakukan banyak hal untukku walaupun sudah berstatus mantan. Hari itu aku datang tanpa pasangan, aku datang bersama orangtuaku, sebagai bukti aku menghargai undangannya dan keluarganya..

Terlepas dari semua yang terjadi tentang kita, aku turut berbahagia. Kalau dulu kamu melepasku pergi, kali ini aku yang melepasmu. Selamat memulai hidup barumu dan semoga kamu bahagia dengan pilihanmu. Hari itu benar-benar menjadi akhir untuk cerita kita.

Semua pasti akan berbeda ketika di antara kita menyentuh pelaminan. Kita tidak bisa memaksa masuk membawa persahabatan dalam pernikahanmu. Yakinlah tidak ada persahabatan yang abadi seperti yang kamu mimpikan itu. Wanita mana pun tidak ada yang rela ketika ada wanita lain memiliki tempat di hatimu sekalipun sebagai seorang sahabat.

Sampai bertemu kembali di atas pelaminan ketika aku menemukan pasangan hidupku.

Iche Caroline Sambuaga Photo Community Writer Iche Caroline Sambuaga

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Community IDN Times

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You