Comscore Tracker

[CERPEN-AN] Kapan Aku Dijemput?

Ayah pergi tanpa aku

Di hari yang cukup cerah, Ayah membawaku pergi jalan-jalan. Namun kali itu berbeda, aku diajak pergi naik pesawat. Ternyata kami terbang ke Aceh untuk berkunjung ke rumah keluarga Pamanku selama seminggu. Cukup asik berada di rumah Paman karena rumah mereka besar. Selain itu, aku dan Ayah juga berkeliling Aceh mendatangi tempat-tempat wisata yang ada. Tetapi ketika seminggu berlalu, Ayah kembali ke Bandung tanpa aku. Ayah bilang padaku untuk tetap di sini sementara dan menyuruhku bersekolah di Aceh.

Awalnya aku menolak, namun karena jarak sekolah di sini dekat dengan rumah paman dan terus membujukku, akhirnya aku menerimanya. Namun setelah hari kepergian Ayah dari rumah ini, Bibiku yang merupakan istri Paman menatapku dengan ekspresi tidak suka. Hal-hal yang biasa kulakukan di rumah saat di Bandung banyak dilarang di rumah ini. Bibi juga sering marah-marah padaku sehingga membuatku takut padanya. Tetapi aku lebih takut pada Pamanku karena kalau ia marah ia akan memukul dan menamparku. Dulu aku berani melawan dan menjerit minta pulang, tapi semakin lama aku semakin tak berani untuk membuka mulutku. Aku tidak mengerti, apa mereka tidak suka padaku? Lalu mengapa aku disini?

Setahun berlalu. Selama itu kadang-kadang Ayah meneleponku lewat hansphone Paman untuk berbicara denganku. Aku menceritakan bagaimana sekolahku, keadaan disini lalu menanyakan padanya kenapa aku tidak pulang saja. Aku rindu abang-abang dan kakakku. Tetapi Ayah selalu berhasil menahan dan menenangkan keinginanku lalu berjanji akan menjemputku pulang segera. Dengan kata lain aku hanya bisa melanjutkan hidupku disini.

Seperti biasa, aku sering dimaki-maki Bibi dan kadang melaporkan ulahku kepada Paman. Lalu setelah itu Paman akan membentakku hingga menangis dan aku tidak bisa apa-apa. Tetapi walaupun begitu, hanya Pamanlah satu-satunya orang yang mau mengajakku berbincang di rumah ini jika ia tidak sedang marah padaku . Dan itu juga salah satu alasan aku masih bisa bertahan di sini selain pergi ke sekolah untuk bermain dengan teman-teman. Tetapi Paman sering pulang malam. Aku jadi agak kesepian tapi sisi baiknya pada saat itu Bibi juga jarang ada di rumah sehingga aku bisa nonton TV dengan puas.

Tahun selanjutnya anak-anak Paman yang selama ini berada di luar kota kembali menetap di Aceh. Saat itu keberadaanku semakin terasa asing. Mereka bahkan tak mengajakku berbicara sedikitpun. Padahal sebelum aku pindah kesini, mereka sangat ramah. Marah-marah bibi pun semakin parah semenjak anaknya kembali pulang. Gerak-gerikku yang sudah terbatas semakin tidak leluasa sehingga sekarang aku menghabiskan hari duduk diam di teras setelah pulang sekolah hingga maghrib. Aku dilarang untuk bermain keluar karena ketahuan olen Paman telah mengadu pada Ayah bagaimana keadaan aku disini.

"Ngelapor apa kau kesana?! Dimarah-marahi?! Dipukulin sama Paman dan Bibi?! Supaya dikasih pulang gitu ya?!"

Padahal memang begitu kenyataannya. Tetapi aku cuma bisa menangis.

"Gak usah kau minta-minta pulang lagi ke Ayahmu, awas kalo kau ngelapor yang enggak-enggak lagi dan minta pulang!"

Yah kira-kira seperti itu. Tetapi Bibiku sering memakiku dengan kalimat berkebalikan,

"Kapan kau pergi dari rumah ini?! Kenapa kau ga diambil-ambil?! Bilang sana sama Ayahmu, aku udah muak ngeliat kau ada disini!"

Aku ga bisa menjawabnya. Aku hanya bisa menangis. 

Hari-hari terus berlalu, anak-anak Paman sedikitpun tak pernah menanyakan kabarku, gimana sekolahku dan bahkan tak pernah membantu mengerjakan PR ku. Sehari-hari mereka hanya melewatiku begitu saja tanpa menatapku. Terkadang mereka juga mulai ikutan marah-marah dan mengatakan padaku, "Bau apa ini? Ruangan ini kok jadi bau sih? Heh, kok kau bau amat sih!". Aku cuma bisa terdiam dan menunduk. 

Ketika Paman pergi kerja dan Bibi pergi keluar bersama anak-anaknya, aku tidak pernah diajak dan dikunci di luar. Aku hanya duduk di teras menunggu mereka hingga pulang. Tetapi aku kadang mencuri-curi waktu untuk bermain keluar bersama teman-teman tetangga padahal aku dipesan untuk tidak boleh keluar rumah. Aku juga kadang mengambil uang yang tergeletak begitu saja di atas meja karena aku terlalu takut untuk meminta uang untuk beli buku, jajan, dan sebagainya. Tapi semakin lama dua hal yang kulakukan ini ketahuan. Aku dimaki habis-habisan, dicubit, dan dipukul oleh Bibi. Aku tidak bisa bilang apa-apa lagi. Toh aku memang selalu salah di rumah ini. Paman juga membentak dan menamparku setelahnya. Aku terdiam kaku dan tidak berani berkata apapun. Toh memang kesalahanku selalu dicari-cari untuk bahan di marah-marahin. Tetapi berbeda dengan kakak sepupuku. Ia tidak marah namun bertanya padaku,

"Ngapain kau di sini?".

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Aku terdiam.

"Kau kenapa masih di sini?"

Aku masih tidak bisa berkata apa-apa. Hatiku mulai perih.

"Heh, jawab! Ngomonglah."

Air mataku langsung jatuh dan perlahan mulai menangis. "Ayah bilang Paman ga kasih Rizal pulang jadi Rizal bakal dijemput setelah tamat SD" jawabku gemetar.

"Ha? Mau berapa tahun lagi sampai tamat SD?"

"Gatau, Ayah bilang gitu.."

"Ayahmu tahu kan kau disini diperlakukan seperti apa? Bilang ke Ayah kan?"

Aku mengangguk.

"Jadi untuk apa dia nelpon sering-sering nanya kabarmu tapi kau ga pernah dijemput? Untuk apa kalian telponan ngobrol sama kakak sama abangmu disana tapi kau ga dibawa balik kesana? Dan kenapa ga merengek aja sih minta pulang sama Paman, kan bisa sih?"

Aku tidak bisa menjawab. Aku terus menangis.

Ayah, mana janjimu? Sampai kapan aku seperti ini terus? Apa salahku? Kapan aku dijemput?

***

Medan, 24 April 2019

Baca Juga: [CERPEN-AN] Rahasia Raha-Sia

nd Photo Community Writer nd

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

JADWAL SALAT & IMSAK

23
MEI
2019
18 Ramadan 1440 H
Imsak

04.26

Subuh

04.36

Zuhur

11.53

Asar

15.14

Magrib

17.47

Isya

19.00

#MILLENNIALSMEMILIH

Versi: 23 May 2019 05:45:07

Progress: 765.196 dari 813.350 TPS (94.07955%)

Just For You