Comscore Tracker

[NOVEL] Aksioma - BAB 4

Penulis: Citra Novy

AKAS


Gue membuka pintu rumah, dan segeralah telinga ini dicemari oleh lagu K-Pop yang diputar kencang-kencang oleh Selsa dari speaker di kamarnya. Gue berdecak malas sambil melangkah ke ruang tengah, belum cukup sebelum berangkat sekolah gue dipaksa mendengar lagu-lagu itu karena letak kamarnya tepat di samping kamar gue.

Gue melihat Selsa turun dari tangga sambil teriak-teriak menyanyikan lirik lagu yang sama sekali nggak gue kenali.

"Udah pulang, Kas?" Mama berjalan dari dapur membawa sepiring tempura udang.

Gue mengangguk, lalu mau mencomot tempura udang yang sekarang sudah tersaji di meja makan.

"Cuci tangan! Jorok!" Selsa melotot dan menepis kencang tangan gue. Dia adalah salah satu adik perempuan yang nggak segan pada kakaknya.

Gue hanya mendengus malas dan membatalkan niat gue tadi.

"Eca, abangnya lapar juga." Mama membela gue. "Mau makan sekarang, Kas?"

Gue menggeleng. "Nanti aja." Dengan cepat gue membuka ritsleting tas bagian depan dan mengeluarkan sebungkus rokok, lalu memasukannya ke saku celana secara sembunyi-sembunyi, berjejal dengan ponsel di sana. Gue melakukannya dengan sangat hati-hati hingga Mama dan Selsa nggak mengetahuinya.

Mama menghampiri gue, membuka tas dan memeriksa isinya. Yah, gue hampir saja tamat karena lupa mengeluarkan rokok dari tas. Kemudian, Mama memeriksa buku catatan gue, memeriksa nilai-nilai latihan soal gue di sekolah. "Hari ini kamu ke tempat les, kan?" tanyanya.

Gue mengangguk, mengeluarkan buku absensi bimbingan belajar dan menunjukkannya.

Mama mengangguk-angguk, lalu tersenyum. "Kok pulangnya telat?"

"Ke rumah temen dulu." Gue memasukkan kembali buku-buku yang sudah selesai Mama periksa. Mama memang nggak setiap hari memeriksa isi tas dan buku-buku gue, hanya sesekali, tapi nggak pakai jadwal jadi gue nggak tahu kapan akan dirazia seperti ini, makanya gue harus berhati-hati setiap saat.

"Ya udah, mandi sana. Bentar lagi Papa pulang." Mama mengusap kepala gue. Saat gue mau beranjak, Mama kembali memanggil gue. "Akas."

Gue menoleh, menatap Mama.

"Jangan ngecewain Mama," ujarnya tiba-tiba. Gue kembali ingat pada hari itu, di mana gue berjanji untuk nggak mengecewakan Mama. Dan ... gue nggak membuatnya kecewa selagi dia nggak tahu pelanggaran yang gue lakukan, kan?

Gue mengangguk, lalu segera meninggalkan meja makan dan melangkah menaiki anak tangga. Ketika sampai di tengah anak tangga, gue berbalik. "Nanti malam Akas mau ke rumah Pandu."

"Malam-malam?" tanya Mama seraya mengerutkan kening.

Gue mengangguk. "Ngerjain tugas," jelas gue. Lalu kembali melangkah menaiki anak tangga dan masuk ke kamar. Saat gue baru saja melempar tas ke atas tempat tidur, ponsel yang gue simpan di saku celana bergetar. Ada satu panggilan masuk, dari Pandu.

Gue membuka sambungan telepon seraya membuka kancing kemeja seragam.

"Kas, udah nyampe rumah?" tanya Pandu.

"Udah," jawab gue. "Khawatir lo?" tanya gue.

"Kas, berhenti, deh. Jangan ikut balap-balap gituan lagi. Jantung gue yang mpot-mpotan liat lo balapan kayak gitu."

"Katanya lo seneng liat umbrella girl-nya?" Gue membuka kemeja dan melemparnya sembarang.

Pandu berdecak kesal. "Serius, Kas. Kalau ada yang tahu plat nomor motor lo gimana? Terus ngelaporin lo ke orang tua lo atau ke guru?"

"Nanti malem gue ke rumah lo. Pinjem motor Abang lo." Gue duduk di pinggir jendela, menyalakan sebatang rokok, rokok yang gue beli kemarin dan nggak sempat gue habiskan di sekolah karena hari ini Pandu mengikuti ke mana pun gue pergi. Seharian ini dia selalu bilang, Jangan ngerokok di sekolah, kalau si akun ShooterX lihat, abis lo kayak Rendy, Kas!

"Kas!" Pandu kayaknya mau menolak, tapi memangnya dia bisa menolak permintaan gue?

"Gue bawa makanan nanti," ujar gue setelah meniupkan asap rokok ke udara.

"Sebelumnya gue mau bilang makasih, karena emang gue belum makan, tapi Kas, masalah motor, kalau orangtua lo tahu-"

"Kalau lo nggak ngomong, mereka nggak akan tahu." Gue membuang sisa rokok ketika mendengar suara klakson mobil Papa.

"Ampun deh, Juragan. Nyerah gue sama lo." Pandu kedengaran putus asa.

"Ndu, Bu Ambar bilang besok jadi ulangan Kimia." Gue menutup sambungan telepon sebelum mendengar Pandu mengoceh untuk protes, Kenapa besok ulangan Kimia harus jadi?

Gue menatap layar ponsel yang sudah kembali ke menu utama. Melihat ada tiga panggilan tak terjawab dan dua pesan dari Dania.

Dania Nadeva: Kas, kenapa nggak angkat telepon aku?
Dania Nadeva: Kas, aku mau ketemu kamu.

Gue mengabaikan pesan itu. Juga mengabaikan rentetan bunyi notifikasi yang masuk di grup chat kelas, karena gue yakin Pandu sedang nyampah di sana.

***

Grup Chat XI MIA 3

Pandu Prayata: Hallo, para gadis cantik XI MIA 3!
Reysa Lafea: Oh, cuma gadis cantik aja yang disapa? :(
Pandu Prayata: Rey, ya ampun, kalau ada orang yang bilang kamu nggak cantik, matanya mungkin baru kegesek tembok yang belum diaci. :(
Garda Pradipa: Mau nyampein pengumuman langsung aja kali. Bct, nih.
Pandu Prayata: Besok jadi ulangan Kimia. Tuh, ya.
Fadia Dewari: Yahhh.
Laras Arsawati: Yahhh. *2
Kartika Deana: Yahhh. *40
Jemy Arya: Serius?
Pandu Prayata: Serius.
Davin Abyudaya: HAH ....
Pandu Prayata: Serius, Vin. Akas yang bilang.
Davin Abyudaya: HAH .... AHAHAHAHAH .... AHAHAHAHAH.
Pandu Prayata: Ngeselin lu, Vin.
Shafay Nataya: Ini serius?
Pandu Prayata: Fay, kita masih SMA, jangan serius-serius. Jalanin aja dulu, bisa, kan?
Davin Abyudaya: HAH .... ELAHHH. Ndu, Ndu, di mana-mana tebar jaring.
Resya Lafea: Yahhh. Sedih, deh. Kirain nggak jadi ulangan. :(
Pandu Prayata: Yah. Rey, jangan sedih, dong. :( Mau Pandu hibur?
Reysa Lafea: Mau. :(
Pandu Prayata: Apa bedanya kamu sama kucing peliharaan aku? Kalau kucing aku jantan, sedangkan kamu wanita. Kucing aku punya anak namanya Oriori. Love you too.
Garda Pradipa: Apaansi sia?
Davin Abyudaya: Keselek gue, lagi makan![]

***

Baca ribuan cerita seru dan tuliskan ceritamu sendiri di Storial!

www.storial.co
Facebook: Storial
Instagram: storialco
Twitter: StorialCo
YouTube: Storial co

Baca Juga: [NOVEL] Aksioma - PROLOG

Storial Co Photo Verified Writer Storial Co

#CeritainAja - Situs berbagi cerita | Baca ribuan cerita seru dan tuliskan ceritamu sendiri di Storial!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya