Comscore Tracker

[NOVEL] Transisi Dua Sisi: BAB 3

Penulis: Aldo Manalu

Jejak Kejahatan Santoso (2)

 

Rizal dikejutkan ketika seorang membanting tubuhnya hingga wajah menyentuh permukaan tanah. Belum sempat berdiri, sosok itu menindih badannya hingga ia sulit bergerak. Rizal sebisa mungkin menyingkirkan tindihan tubuh besar itu. Namun apa daya, kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan si penindih. Walau dalam kondisi terimpit, Rizal mulai mengenali sosok wajah yang menindih tubuhnya saat ini.

"Om Santoso?! Ke-kenapa Om melakukan hal ini?" Tanya Rizal tak percaya.

Tak diduga, Santoso malah mencengkeram wajah Rizal dengan tangannya.

"Jangan macam-macam sama saya." Santoso menarik pisau yang terselip di pinggang celana anak lelaki itu dan ditempelkan di leher Rizal.

"Atau saya gorok leher kamu!" Gertak Santoso.

Lelaki kecil itu mati kutu. Ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa memasrahkan diri di tangan Santoso. Santoso membalikkan tubuh Rizal kasar. Sambil memegang pisau, Santoso menyuruh Rizal merangkak. Menarik celana pendek Rizal lalu Santoso melepaskan ikat pinggang yang melingkar di perut.

Begitu ikat pinggang terlepas, Santoso melampiaskan nafsu bejatnya kepada anak lelaki malang itu. Tangisan Rizal memilukan diikuti jeritan lemah, menahan rasa perih di bagian belakang. Namun, Santoso tak memedulikan kesakitan yang dialami anak lelaki itu.

Santoso melolong keras, meresapi ujung kenikmatanyang mengalir sampai ke ubun-ubun. Santoso menjatuhkan wajahnya di punggung Rizal. Sementara itu, tubuh Rizal ambruk di atas tanah. Kedua tangan Rizal tak mampu menopang tubuh mungil yang dicengkeram rasa sakit dan perih amat menyiksa.

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Diam-diam, Santoso meraih pisau yang berada di sampingnya. Ia menjambak rambut Rizal hingga kepala menengadah ke atas. Rizal meraung, membiarkan sakit yang menyentuh sampai ke akar rambut.

"Aku akan mengakhiri penderitaanmu, Nak," bisik Santoso di daun telinga Rizal.

Santoso menekan ujung pisau mulai dari sebelah kiri batang leher Rizal. Diteruskan hingga mencapai sebelah kanan batang lehernya. Pelan tapi pasti, darah segar mengucur deras dari hasil sayatan pisau di batang leher Rizal. Suara Rizal serak tertahan merasakan kepedihan luar biasa ketika darah membasahi baju yang dikenakan. Ia tak dapat bertahan lama.

Untuk memastikan anak lelaki itu telah tewas, Santoso membalikkan badan lelaki kecil itu lalu menghunjamkan pisau berkali-kali di tubuh Rizal. Tikaman pisau membabi buta mencipratkan sedikit darah ke wajah Santoso. Ia menjilat darah yang menempel di wajah. Kini, ia telah percaya kalau anak itu telah meninggal. Ia sejenak meninggalkan mayat itu menuju ke bagasi mobil. Mengambil karung goni coklat kemudian menekuk kaki bocah malang itu hingga menyentuh dada.Tangan Rizal juga dilipat melingkar pada bagian kaki. Santoso merapatkan jari-jari Rizal seperti orang berdoa. Santoso membuka ujung karung goni, memasukkan kepala terlebih dahulu, diteruskan hingga ujung kaki.

Setelah semua masuk ke dalam karung, Santoso memanggul karung itu menuju bagasi mobil. Ia mencampakkan tubuh malang itu lalu menutupkap mobil, kencang. Sekarang, Santoso tinggal mencari sungai terdekat. Ia kembali mengendarai mobil dan menemukan hamparan pematang sawah dilengkapi dengan saluran irigasi yang mengalir ke sungai. Keadaan sawah sama sepinya seperti di hutan karet. Setelah kondisi benar-benar aman, Santoso keluar dari mobil, membuka kembali pintu bagasi. Ia menarik karung, lalu dipikul sampai di saluran irigasi.

Santoso membuka mulut karung kemudian membiarkan mayat Rizal hanyut dibawa aliran air yang begitu deras. Ia juga membuang karung goni berlumuran darah setelah mayat Rizal. Ia tidak peduli ke mana air akan membawa mayat dan karung goni itu. Yang pasti, perbuatannya tidak akan diketahui siapapun. Hanya Santoso dan mobil menjadi saksi bisu atas segala kebiadaban dirinya.

***

Baca ribuan cerita seru dan tuliskan ceritamu sendiri di Storial!

storial.co
Facebook: Storial
Instagram: storialco
Twitter: StorialCo
YouTube: Storial co

Baca Juga: [NOVEL] Transisi Dua Sisi: BAB 2

Storial Co Photo Verified Writer Storial Co

#CeritainAja - Situs berbagi cerita | Baca ribuan cerita seru dan tuliskan ceritamu sendiri di Storial!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya