Comscore Tracker

10 Nama Kuliner di Indonesia Bentuk Sama Tapi Namanya Berbeda, Lho!

#ANGPOIN Cuma beda nama aja kok, makanannya sama

Indonesia merupakan negeri yang kaya. Tidak hanya kaya akan budaya dan sumber daya alam yang melimpah ruah, Indonesia kaya akan kuliner yang beragam dari Sabang sampai Merauke.

Oleh sebab itu, tak jarang ada banyak kuliner yang memiliki nama yang berbeda di setiap daerah meski bentuknya sama. Apa aja, sih 10 nama kuliner di Indonesia yang bentuknya sama tapi namanya berbeda? Simak ulasannya berikut ini.

1. Martabak manis

10 Nama Kuliner di Indonesia Bentuk Sama Tapi Namanya Berbeda, Lho!instagram.com/markobar1996

Makanan yang satu ini merupakan kudapan lezat bagi banyak orang. Di Bandung disebut dengan Martabak Manis. Makanya tak jarang, di beberapa tempat orang sering menyebut makanan ini dengan nama Kue Bandung.

Berbeda halnya dengan di Bangka, orang Bangka menyebut martabak manis dengan Hoklopan. Sementara itu, di Surabaya martabak manis disebut dengan terang bulan.

2. Bakwan

10 Nama Kuliner di Indonesia Bentuk Sama Tapi Namanya Berbeda, Lho!instagram.com/mrs.wijaya

Bakwan ini merupakan olahan dari tepung yang dicampur dengan sayuran kemudian di goreng. Bakwan gampang banget, deh kamu temui di mana-mana. Namun, di berbagai tempat ternyata penyebutannya berbeda, lho.  Di Surabaya bakwan disebut dengan nama ote-ote. Sementara, di Bandung, orang menyebut bakwan dengan sebutan bala-bala.

3. Rujak buah

10 Nama Kuliner di Indonesia Bentuk Sama Tapi Namanya Berbeda, Lho!instagram.com/anugerahcake_

Cuaca yang panas memang paling enak makan rujak buah. Buah segar ditambah dengan sambal yang pedas manis. Hmm, pasti segar banget ya? Tapi, jika kamu pergi ke Semarang kamu harus tau rujak buah ini disebut dengan nama lotis.

Di Semarang sendiri definisi rujak sendiri adalah buah yang diserut atau dicacah kemudian dicampur menjadi satu dengan sambalnya.

4. Es Cendol

10 Nama Kuliner di Indonesia Bentuk Sama Tapi Namanya Berbeda, Lho!instagram.com/warungningrat

Cendol…cendol… dawet..dawet. Ini bukan konser dangdut, ya. Melainkan, memang ada beragam penyebutan mengenai es cendol ini. Es cendol sendiri merupakan minuman pelepas dahaga berisi cendol, gula jawa dan juga santan.

Namun, di beberapa tempat khususnya di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah dan juga Yogyakarta menyebut minuman ini sebagai es dawet.

Baca Juga: Tak Pernah Hilang, Ini 5 Makanan Indonesia yang Paling Mudah Dijumpai

5. Klepon

10 Nama Kuliner di Indonesia Bentuk Sama Tapi Namanya Berbeda, Lho!instagram.com/vitakwee

Makanan yang satu ini merupakan salah satu jajanan pasar yang sangat tersohor. Rasanya yang kenyal dan gurih berpadu dengan isian gula Jawa yang lumer saat dikunyah, menjadikan Klepon salah satu makanan khas Indonesia yang memiliki banyak penggemar.

Tapi, tahukah kamu bahwa Klepon tidak disebut dengan nama Klepon di Sumatera? Di Sumatera Klepon disebut dengan onde-onde. Sedangkan, onde-onde sendiri di daerah lain merupakan kudapan berisi kacang hijau, berbentuk bulat, dan diselimuti wijen di luarnya.

6. Pastel

10 Nama Kuliner di Indonesia Bentuk Sama Tapi Namanya Berbeda, Lho!instagram.com/dapurfoody

Salah satu jajanan pasar yang sering hadir sebagai kudapan maupun snack saat seminar ini ternyata punya nama lain, lho. Pastel merupakan jajanan pasar yang umumnya berisi sayuran dan juga telur yang dibungkus ke dalam kulit yang renyah.

Meski sekarang isi pastel sudah bervariasi, sih tapi kalian menyebutnya pastel, bukan? Tidak begitu lho dengan orang Makassar mereka menyebut pastel dengan nama Jalangkote. Meski serupa cara makannya berbeda, lho.

Bila pastel dimakan begitu saja dengan cabe rawit, jalangkote dimakan bersama sambal yang berisi campuran cuka dan cabe rawit. Selain itu, kulit pastel lebih tebal dibanding dengan kulit jalangkote

7. Pecel ayam

10 Nama Kuliner di Indonesia Bentuk Sama Tapi Namanya Berbeda, Lho!instagram.com/macknnlee.c

Beberapa waktu lalu sempat viral di Twitter, seorang netizen yang komplain mengapa disebut pecel ayam. Karena baginya pecel ayam ya sayuran yang disiram dengan sambal kacang.

Bagi kamu yang sependapat dengan netizen tersebut, pasti kamu juga berpikir apa sih pecel ayam itu sebenarnya? Di Jakarta pecel ayam adalah penyet ayam. Ayam yang disajikan dengan sambal dan juga lalapan. Kalau di tempat kamu disebut pecel ayam atau penyet ayam, nih?

8. Cilok

10 Nama Kuliner di Indonesia Bentuk Sama Tapi Namanya Berbeda, Lho!instagram.com/dapur_hany

Cilok merupakan jajanan yang sering banget kamu temui, khususnya di depan SD. Namun, di berbagai daerah penyebutan nama kuliner yang satu ini berbeda-beda, lho.

Bila di Jawa Barat disebut dengan cilok, maka di daerah lain seperti di Jawa Timur mereka menyebutnya dengan Pentol. Meski sama-sama terbuat dari bahan yang sama dan disajikan dengan disiram sambal kacang dan kecap, namun ternyata beda penyebutannya, yah.

9. Orek Tempe

10 Nama Kuliner di Indonesia Bentuk Sama Tapi Namanya Berbeda, Lho!instagram.com/yscooking

Siapa nih yang suka makan di Warteg? Menu ini pasti selalu ada, lho. Yup, makanan yang satu ini adalah Orek Tempe. Bagi orang Jawa Barat dan juga Jakarta menyebut ini dengan Orek Tempe atau Tempe Orek. Namun, tidak begitu dengan orang Jawa Timur dan Jawa Tengah mereka menyebut orek tempe dengan Oseng Tempe.

10. Biji Salak

10 Nama Kuliner di Indonesia Bentuk Sama Tapi Namanya Berbeda, Lho!instagram.com/kayumaniskitchen.id

Jika orang Jawa menyebutnya dengan jenang candil, maka orang Sulawesi menyebut biji salak dengan katiri mandi. Nah, sementara di Bali biji salak disebut dengan jaje batun bedil. Hayo, di tempat kamu makanan yang satu ini disebut apa?

Itu tadi hanya beberapa, lho. Masih banyak lagi, kuliner yang memiliki bentuk sama namun memilki banyak nama berbeda di setiap daerahnya. Nah, itu dia tadi ulasan mengenai 10 nama kuliner di Indonesia yang bentuknya sama tapi namanya berbeda. Dari kesepuluh kuliner di atas, adakah yang penyebutannya berbeda di daerahmu?

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Kuliner Mblusuk di Sleman, Yogyakarta

Annisa Nur Fitriani Photo Community Writer Annisa Nur Fitriani

a talkative who loves to write and tweeting | “Even a falling star still shines” - Tablo

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

yummy-banner

Topic:

  • Siantita Novaya

Just For You