Comscore Tracker

Tak Disangka, 6 Kuliner Nusantara Ini Ternyata Diadaptasi dari Belanda

Kuliner ini masih eksis dan jadi favorit banyak orang

Pernah dijajah selama 3,5 abad tentunya membuat berbagai aspek di negeri ini menjadi terpengaruh oleh sentuhan Belanda, salah satunya dalam bidang kuliner.

Banyak kuliner asal Negeri Kincir Angin ini yang kemudian mengalami adaptasi dan menjadi favorit banyak orang, bahkan masih eksis sampai sekarang. Dan menariknya, banyak orang yang tidak tahu sama sekali bahwa hidangan favorit yang kerap mereka santap selama ini adalah adaptasi dari Belanda.

Nah, apa sajakah hidangan tersebut? Berikut beberapa di antaranya.

1. Semur

Tak Disangka, 6 Kuliner Nusantara Ini Ternyata Diadaptasi dari BelandaInstagram.com/ichasavitry

Hampir semua masyarakat Indonesia sudah pasti pernah dan menyukai hidangan yang satu ini. Biasanya bahan baku yang digunakan untuk membuat semur adalah daging ataupun jengkol yang kemudian ditambah dengan berbagai macam rempah-rempah, yang kemudian menghasilkan hidangan dengan perpaduan cita rasa gurih dan manis.

Semur sendiri pertama kali diperkenalkan oleh masyarakat Belanda, yang oleh mereka diberi nama smoor. Hanya saja, biasanya masyarakat Belanda memasak smoor dengan tambahan bawang bombay dan tomat segar.

2. Selat solo

Tak Disangka, 6 Kuliner Nusantara Ini Ternyata Diadaptasi dari Belandainstagram.com/sariculinary

Pada saat pertama kali diperkenalkan, selat solo hanya dinikmati oleh kalangan ningrat di Surakarta. Nama 'selat' konon berasal dari kata 'salad' dan bistik berasal dari kata 'biefstuk' atau 'steak', hal ini masuk akal mengingat tampilan selat solo yang seperti potongan daging stik ditambah salad atau sayuran.

Awalnya, Belanda membuat selat solo ini berupa daging steak dan potongan sayuran yang diberi kuah kental. Akan tetapi karena cita rasa selat solo khas Belanda ini kurang cocok dengan lidah masyarakat pribumi, akhirnya dibuatlah selat solo dengan modifikasi kuah yang dibuat lebih encer dengan cita rasa manis gurih yang mirip dengan semur.

3. Kastengel

Tak Disangka, 6 Kuliner Nusantara Ini Ternyata Diadaptasi dari Belandainstagram.com/titi_rusman

Kastengel merupakan salah satu jajanan berbahan dasar keju yang dapat dengan mudah kita temukan pada perayaan lebaran. Tapi siapa sangka camilan yang jadi favorit banyak masyarakat Indonesia ini ternyata berasal dari Belanda, bahkan memiliki nama yang sama, yaitu kaastengels. Bahkan kaastengels sendiri sangat terkenal dan disukai oleh banyak masyarakat Belanda.

Baca Juga: 15 Fakta Unik Negara Belanda, Sudah Tahu Belum?

4. Kroket

Tak Disangka, 6 Kuliner Nusantara Ini Ternyata Diadaptasi dari Belandainstagram.com/verhageplateau

Di Indonesia, kroket dibuat dari potongan daging yang telah ditambah beberapa bahan, kemudian dilumuri dengan tepung panir, dan digoreng, serta disajikan dalam bentuk bulat.

Nah, kroket sendiri pada mulanya diperkenalkan oleh masyarakat Belanda dengan nama sate kroket. Perbedaannya, sate kroket ala Belanda disajikan dalam bentuk lonjong dengan isian berupa ragout atau isian risoles.

5. Perkedel

Tak Disangka, 6 Kuliner Nusantara Ini Ternyata Diadaptasi dari Belandainstagram.com/thedanishplace

Perkedel juga pertama kali diperkenalkan oleh masyarakat Belanda dengan nama frikadeller. Frikadeller sendiri adalah gorengan khas Belanda yang terbuat dari campuran daging cincang dan kentang. Kemudian penduduk pribumi pada masa itu mulai membuat frikadeller tapi tanpa menggunakan daging lantaran pada saat itu mereka kesulitan menemukan daging.

Hingga saat ini, frikadeller yang telah dimodifikasi ini dikenal dengan nama perkedel dan menjadi favorit banyak orang.

6. Kue cubit

Tak Disangka, 6 Kuliner Nusantara Ini Ternyata Diadaptasi dari Belandainstagram.com/tukangjajanid

Kue cubit juga diadaptasi dari hidangan khas Belanda, yaitu poffertjes. Keduanya juga memiliki bahan dasar yang sama, yaitu tepung terigu, margarin, telur, dan gula pasir. Selain itu, baik kue cubit maupun poffertjes memiliki bentuk yang mirip. Yang membedakan antara kue cubit dan poffertjes adalah topingnya, yang mana toping kue cubit lebih bervariasi, sedangkan toping poffertjes hanyalah berupa gula halus.

Gimana? Nggak nyangka bukan kalau hidangan yang populer dan banyak dinikmati oleh masyarakat Indonesia ternyata diadaptasi dari Belanda? Nah, kalau kamu paling suka yang mana nih?

Baca Juga: 5 Kuliner Meksiko Populer yang Justru Gak ada di Negaranya Sendiri

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

Lifelong learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

yummy-banner

Topic:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Berita Terkini Lainnya