Comscore Tracker

11 Kuliner Paling Ikonik di Brunei Darussalam yang Wajib Kamu Coba

Ada makanan yang seperti lem loh..

Siapa yang tidak kenal dengan Brunei Darussalam? Negeri yang memiliki luas hampir sama seperti Bali ini terletak di bagian utara Borneo, berbatasan langsung dengan wilayah Sarawak, Malaysia dan Laut Cina Selatan. Meski kecil, Brunei Darussalam merupakan salah satu negara terkaya di dunia. Sultan Hassanal Bolkiah, sultan yang memimpin Brunei saat ini, tinggal di Istana Nurul Iman yang konon katanya memiliki lebih dari 1.700 kamar tidur.

Brunei juga dikenal sebagai negeri yang aman dan ramah untuk wisatawan. Dalam hal kuliner, makanan-makanan khas Brunei pun tak kalah enak dan lezat dari makanan di negara-negara ASEAN lainnya. Apa saja itu?

1. Ambuyat

11 Kuliner Paling Ikonik di Brunei Darussalam yang Wajib Kamu Cobabruneigoldenlegacy.blogspot.co.id

Ambuyat merupakan makanan tradisional yang sangat digemari masyarakat Brunei. Satu set ambuyat terdiri dari bubur sagu yang memiliki tekstur sangat lengket dan berwarna putih seperti lem, sup ikan atau yang lebih dikenal dengan ampap ikan, ikan goreng ala kampung, sambal belacan, saus tempoyak, cah kangkung ikan bilis, lalapan, dan jeruk bambangan (semacam buah asam endemik di wilayah Borneo yang dipercaya dapat meningkatkan selera makan).

Cara menikmati ambuyat adalah dengan menyendokkan bubur sagu menggunakan sumpit kayu tebal yang biasa disebut candas kemudian digulung dan dicampur ke dalam sup ikan dan juga sambal. Satu set ambuyat umumnya dapat dimakan 3-4 orang.

Sekilas ambuyat sangat mirip dengan papeda, makanan khas masyarakat Papua dan Maluku. Bahan dasarnya memang sama, yaitu tepung sagu dan dimakan dengan ikan. Hal yang membedakannya adalah kuahnya.

Papeda dinikmati dengan kuah kuning, sedangkan ambuyat memiliki lebih banyak pilihan kuah, mulai dari kuah ikan hingga saus tempoyak yang terbuat dari durian. Ambuyat sangat mudah ditemukan di beberapa rumah makan di Brunei Darussalam.

2. Nasi Katok

11 Kuliner Paling Ikonik di Brunei Darussalam yang Wajib Kamu Cobathanislim.com

Bagi kalian yang suka nongkrong di angkringan pasti sudah tidak asing dengan nasi kucing. Yap, nasi kucing merupakan primadona di setiap angkringan. Begitu pula dengan nasi katok (katok lho ya, bukan kotak!) yang juga merupakan primadona para pecinta makanan siap saji di Brunei.

Satu porsi nasi katok berisi nasi, potongan ayam (bisa pilih sendiri), dan sambal yang kemudian dibungkus menggunakan kertas atau plastik pembungkus nasi (sama dengan pembungkus nasi kucing). Harganya dipatok flat satu dolar Brunei. Makanan ini pun sangat mudah ditemui di beberapa kedai makan yang terdapat di seantero Brunei, salah satunya Restoran Seri Mama di Jalan Cator yang buka 24 jam dan terletak tak jauh dari Terminal Pusat Bandar Seri Begawan.

3. Soto Brunei

11 Kuliner Paling Ikonik di Brunei Darussalam yang Wajib Kamu Cobabackpackstory.me

Ternyata soto tidak hanya ada di Indonesia. Brunei pun memiliki soto khas yang rasa dan isinya tak jauh berbeda dari soto-soto di Indonesia. Satu mangkuk soto Brunei terdiri dari suwiran ayam, irisan daging sapi, babat sapi, potongan telur ayam rebus, kuah bening kecokelatan, serta taburan seledri dan bawang goreng. Rasanya? Maknyuss. Makanan ini sangat mudah ditemui di beberapa foodcourt atau restoran yang tersebar di seantero Brunei Darussalam.

4. Soto Babu Nini

11 Kuliner Paling Ikonik di Brunei Darussalam yang Wajib Kamu Cobathanislim.com

Selain Soto Brunei, ada satu lagi varian soto yang menjadi favorit warga Brunei Darussalam, yaitu Soto Babu Nini. Dalam semangkuk Soto Babu Nini terdapat mie kuning yang agak tebal, irisan daging sapi, potongan telur ayam rebus, dan kuah bening yang sangat lezat serta ditaburi daun seledri dan bawang goreng.

Restoran Soto Babu Nini terletak di Jalan Kota Batu, Kampung Sungai Besar. Selain rasa soto yang enak, pemandangan di sekitar restoran juga sangat indah karena terletak pesisir pantai dan bangunannya berada di atas air (muara).

5. Belutak

11 Kuliner Paling Ikonik di Brunei Darussalam yang Wajib Kamu Cobaciliqueen.blogspot.co.id

Belutak terbuat dari sosis sapi yang dipotong-potong lalu diberi bumbu rempah-rempah dan asam. Warna belutak cokelat kehitaman. Namun ada pula belutak yang dijual dalam bentuk melengkung atau setengah lingkaran (belum dipotong).

Masyarakat setempat menikmati belutak bersama nasi putih, nasi goreng, atau dimakan langsung tanpa nasi. Karena rasanya yang lezat serta bentuknya yang simpel dan mudah dibawa ke manapun, belutak sering dijadikan oleh-oleh para wisatawan. Makanan ini juga mudah ditemui di beberapa restoran dan pusat oleh-oleh di Brunei Darussalam.

6. Kuih Celurut

11 Kuliner Paling Ikonik di Brunei Darussalam yang Wajib Kamu Cobakakinakl.com

Setelah membahas makanan-makanan ‘berat’ saatnya kita beralih ke makanan ringan, yaitu kuih celurut. Kuih (orang Brunei menyebut kue dengan sebutan ‘kuih’) celurut terbuat dari tepung beras, gula merah, santan, dan garam yang dicampur menjadi satu kemudian dibungkus dengan daun kelapa muda atau janur membentuk kelongsong.

Rasanya gurih dan cocok untuk dijadikan makanan pendamping minum teh di sore hari. Kuih celurut dapat ditemukan di pusat oleh-oleh seperti Pasar Gadong dan Pasar Tamu Kianggeh.

7. Kuih Cincin

11 Kuliner Paling Ikonik di Brunei Darussalam yang Wajib Kamu Cobahungrygowhere.my

Sekilas ketika mendengar namanya, dalam benak kalian langsung terbayang kue berbentuk bundar yang bagian tengahnya berlubang (tapi bukan donat). Kuih cincin ini terbuat dari adonan tepung beras, gula pasir, gula merah, dan air. Alat cetak yang berbentuk seperti kembang goyang dimasukkan ke dalam adonan dan dipindah ke minyak panas.

Yap, bentuk, rasa dan cara membuatnya memang sama dengan kembang goyang yang ada di Indonesia. Kue ini biasanya disajikan ketika hari raya atau majlis (pesta) perkawinan. Wisatawan pun dapat menemukan kue ini di Pasar Tamu Kianggeh.

8. Kuih Sapit

11 Kuliner Paling Ikonik di Brunei Darussalam yang Wajib Kamu Cobabukuresepi.com

Kuih sapit, sepit, atau kapit sangat mirip dengan semprong yang ada di Indonesia, tetapi mendapat pengaruh dari Belanda. Kue ini terbuat dari tepung gandum, santan, telur, gula pasir, dan garam. Adonan kemudian diletakkan di atas cetakan yang terbuat dari lempengan tembaga dan dipanaskan hingga agak kecokelatan kemudian dilepas dari lempengan dan digulung atau dibentuk segitiga sebelum mengeras. Makanan ini mudah ditemui di pusat oleh-oleh seperti Pasar Tamu Kianggeh.

9. Kuih Bahulu

11 Kuliner Paling Ikonik di Brunei Darussalam yang Wajib Kamu Cobatastycraze.com

Kuih bahulu atau kita biasa menyebutnya kue bolu memang dikenal sebagai kue ‘rakyat’. Kue ini terbuat dari adonan tepung gandum, gula, baking powder, telur, perasa vanila dan minyak kemudian dimasukkan ke dalam cetakan dan dipanggang. Kue ini dapat bertahan selama hampir dua minggu apabila disimpan di dalam ruangan atau wadah yang sejuk.

10. Pulut Panggang

11 Kuliner Paling Ikonik di Brunei Darussalam yang Wajib Kamu Cobahavehalalwilltravel.com

Pulut panggang terbuat dari beras ketan, santan, gula dan garam yang dimasak sampai mendidih kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dan dipanggang di atas bara api. Umumnya di dalam pulut diberi isian daging iris (sejenis abon atau serundeng) atau ikan yang telah diberi bumbu. Rasanya lezat dan dijamin bikin ketagihan.

11. Hati Buyah

11 Kuliner Paling Ikonik di Brunei Darussalam yang Wajib Kamu Cobabibiey72.wordpress.com

Makanan terakhir yang perlu kalian cicipi ketika berkunjung ke Brunei Darussalam adalah hati buyah. Hati buyah terbuat dari paru-paru sapi (ada juga yang terbuat dari daging dan limpa) yang ditumis dengan campuran berbagai rempah-rempah dan kecap. Pilihan rasanya pun ada yang pedas dan tidak pedas. Di beberapa kedai dan pedagang kaki lima, hati buyah disajikan dengan cara ditusuk menggunakan tusuk sate.

Nah, siap mencicipi kalau kamu ke sana?

Fasrinisyah Photo Verified Writer Fasrinisyah

Scribo ergo sum

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

yummy-banner

Topic:

  • Agustin Fatimah

Just For You