Comscore Tracker

5 Fakta Bonbon Tè, Kue Kering Lumpur Penyelamat Kelaparan di Haiti

Mereka gak ada pilihan lain selain memakannya

Pernah gak, sih, kamu galau karena diputusin pacar? Kalau pernah, maka kamu sebaiknya perlu bersyukur. Lah, kenapa? Begini, guys. Masalah romansa itu bisa dikatakan kebutuhan sekunder, atau mungkin tersier, kita. Kalau kita sudah sanggup memikirkannya, berarti kebutuhan primer kita, yakni sandang, pakan, dan pangan, sudah terpenuhi, dong.

Soalnya, masih banyak orang di luar sana yang bahkan bingung bakal makan apa setiap harinya. Situasi menyedihkan ini banyak dialami oleh masyarakat miskin di Haiti. Dikarenakan tingginya tingkat kemiskinan dan melambungnya harga bahan pokok, banyak dari mereka yang akhirnya memakan biskuit lumpur alias Bonbon Tè.

Untuk selengkapnya, berikut kami sajikan beberapa fakta mengenai Bonbon Tè. Check these out!

1. Bonbon Tè menjadi salah satu makanan pokok

5 Fakta Bonbon Tè, Kue Kering Lumpur Penyelamat Kelaparan di Haitiblogs.reuters.com

Inilah Bonbon Tè atau juga dikenal dengan sebutan kue kering lumpur. Sesuai dengan namanya, biskuit tersebut terbuat dari tanah liat, kemudian dibentuk sedemikian rupa untuk akhirnya dikeringkan di bawah sinar matahari.

Dikarenakan melambungnya harga kebutuhan pokok dan tingginya tingkat kemiskinan, banyak masyarakat Haiti di daerah permukiman kumuh menggantungkan hidup dengan memakan biskuti lumpur tersebut. Bahkan, di saat mereka tak mampu membeli beras, mereka terpaksa mengonsumsi Bonbon Tè tiga kali sehari.

2. Menjual Mud Cookie juga menjadi penghasilan utama

5 Fakta Bonbon Tè, Kue Kering Lumpur Penyelamat Kelaparan di Haitihaitian-truth.org

Tidak hanya 'membantu' untuk mengganjal perut, Bonbon Tè juga setidaknya membantu perekonomian mereka. Adonan biskuit yang sudah kering akhirnya dikumpulkan dalam sebuah keranjang untuk dijajahkan ke pasar atau pinggir jalan.

Memang, Bonbon Tè yang dijual sekitar Rp150,00 per keping tersebut mampu membuahkan secerca uang. Kendati demikian, masyarakat Haiti jadi bingung karena harga bahan utama biskuit lumpur tersebut pun naik hingga menjadi Rp73.000,00 sedangkan perolehan uang yang mereka raup setiap hari hanya berkisar Rp30.000,00.

Baca Juga: 7 Kue Dango yang Jadi Favorit Orang Jepang, Lezatnya Bikin Nagih!

3. Rasanya yang menyedihkan

5 Fakta Bonbon Tè, Kue Kering Lumpur Penyelamat Kelaparan di Haitiblogs.reuters.com

Hanya karena masyarakat permukiman kumuh di Haiti mengonsumsi Bonbon Tè hampir setiap hari, bukan berarti rasa biskuit tersebut enak. Menurut penuturan emmymade, rasanya mirip seperti bau petrichor alias bau tanah saat hujan dengan sedikit rasa asin. Selain itu, di saat kita memakannya, potongan biskuitnya akan berubah menjadi lumpur karena menyerap seluruh air liur dalam mulut kita.

Memang, sih, ada rasa asin yang berasal dari penambahan garam dan minyak nabati. Tetap saja, galette, sebutan lainnya, tidak lezat karena mereka litterally terbuat dari lumpur. 

4. Mengonsumsi Bonbon Tè sebenarnya cukup berbahaya

5 Fakta Bonbon Tè, Kue Kering Lumpur Penyelamat Kelaparan di Haitielitereaders.com

Praktik makan biskuit lumpur sebenarnya cukup umum dilakukan ibu-ibu Haiti yang tengah hamil. Ini dikarenakan tanah yang digunakan mengandung zat mineral, seperti kalsium, dan vitamin yang dapat meningkatkan sistem imun janin.

Meskipun demikian, menjadikan Bonbon Tè sebagai konsumsi harian dapat memicu malnutrisi ataupun kerusakan gigi. Selain itu, tidak menutup kemungkinan bahwa air dan tanah untuk membuat Bonbon Tè terkontaminasi atau mengandung parasit. Bahkan, banyak masyarakat Haiti yang mengeluhkan sakit perut disebabkan oleh konsumsi biskuit lumpur tersebut.

5. Untuk membuat Bonbon Tè, kamu cuma perlu 3 bahan

https://www.youtube.com/embed/J76fun8m5no

Sekiranya kamu penasaran dengan rasa Bonbon Tè dan ingin membuatnya langsung, melansir kanal YouTube emmymade, maka kamu membutuhkan:

  • Kaolin clay, satu bungkus (bisa dibeli secara daring)
  • Garam, setengah sendok teh
  • Margarin, 2 sendok teh

Cara Membuatnya:

  1. Terlebih dahulu, masukkan bongkahan kaolin clay ke dalam paper bag untuk disterilkan dengan cara dipanggang dalam oven bersuhu 177°C selama kurang lebih 1 jam.
  2. Setelah itu, dengan menggunakan palu, hancurkan bongkahan tadi hingga menjadi potongan kecil.
  3. Potongan clay tadi lantas kita siram dengan air hangat. Setelah semuanya sudah menjadi lumpur, kita masih perlu untuk mengayaknya untuk mendapatkan 'adonan' yang benar-benar lembut.
  4. Selanjutnya, bumbui adonan lumpurnya dengan garam dan margarin, lalu aduk hingga merata.
  5. Siapkan parchment paper di atas loyang dan taruh sekitar satu sendok makan adonan lumpur di atasnya. Jangan lupa untuk memipihkan adonannya sehingga berbentuk seperti piring kecil.
  6. Lalu, panggang dalam oven selama 20 menit dengan suhu 150°C. Setelah itu, Bonbon Tè sudah bisa kamu santap.

Kamu sudah baca lima fakta mengenai Bonbon Tè. Setelah membaca ini, sudah sepatutnya kita lebih menghargai dan gak boleh mengeluh tentang makanan yang kita santap setiap harinya.

Kita yang masih bisa makan nasi, apalagi fast food, harus selalu bersyukur karena masyarakat miskin di Haiti selalu bermimpi-mimpi untuk bisa mengonsumsi 'makanan yang nyata' ketimbang sekadar mengganjal perut dengan biskuit lumpur yang hanya menimbulkan penyakit.

Baca Juga: 5 Makanan yang Dapat Membantu Mengatasi Kelelahan, Langsung Semangat!

E N C E K U B I N A Photo Verified Writer E N C E K U B I N A

"Maju tak gentar, raibkan gelatar" | IG: @friasumitro

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

yummy-banner

Topic:

  • Tania Stephanie

Berita Terkini Lainnya