Comscore Tracker

7 Hal Penting Tentang Rubella, Wabah Campak yang Kini Bangkit Kembali

Tak diberikannya vaksinasi MRR itu jadi salah satu penyebab

Beberapa waktu ini banyak orang yang menolak vaksinasi untuk anak-anaknya lantaran mereka mendengar adanya pemberitaan yang mengatakan kalau vaksinasi tidak halal. Padahal vaksinasi bertujuan untuk menghindari anak-anak, khususnya balita, dari penyakit-penyakit yang mudah menjangkit saat masa pertumbuhan tersebut. Mulai dari cacar, difteri, tetanus hingga batuk rejan.

Akibat hal itu, sekarang terdapat pemberitaan bahwa infeksi penyakit rubella yang bisa dihindari lewat vaksinasi semakin memuncak. Tak hanya di Jepang, tetapi juga di Indonesia. Seperti apa penyakit tersebut? Berikut ini ulasan selengkapnya!

1. Campak dengan virus yang berbeda

7 Hal Penting Tentang Rubella, Wabah Campak yang Kini Bangkit Kembalinhs.uk

Rubella memiliki nama lain campak Jerman atau juga campak tiga hari. Layaknya campak pada umumnya, rubella memiliki ciri khas yang mirip yaitu timbul bercak-bercak merah di tubuh. Hanya saja rubella diakibatkan oleh virus yang berbeda.

2. Menyebar melalui udara

7 Hal Penting Tentang Rubella, Wabah Campak yang Kini Bangkit Kembaliunsplash.com/brunus

Virus rubella adalah penyakit menular. Virus ini disebarkan melalui udara dan dari orang ke orang. Umumnya virus ini tersebar berkat batuk atau bersinnya seseorang atau dapat juga melalui sentuhan langsung terhadap ekskresi pernapasan semacam ingus. Rubella juga dapat ditularkan lewat wanita hamil kepada anaknya yang belum lahir melalui pembuluh darah.

3. Gejala yang susah dikenali

7 Hal Penting Tentang Rubella, Wabah Campak yang Kini Bangkit Kembaliunsplash.com/rawpixel

Selain bercak merah itu, gejala-gejala rubella cukup susah untuk dikenali karena serupa dengan gejala-gejala dari penyakit yang ringan. Adapun gejala-gejalanya adalah demam dengan suhu badan berkisar 39° celcius, sakit kepala, hidung tersumbat, mata merah, membesarnya kelenjar getah bening di area belakang telinga dan leher, serta persendian yang kaku.

Baca Juga: Penyakit TBC Rentan Menular, Lakukan 3 Pencegahan Ini

4. Menyebabkan komplikasi, khususnya untuk ibu hamil

7 Hal Penting Tentang Rubella, Wabah Campak yang Kini Bangkit Kembaliunsplash.com/johnlooy

Rubella adalah jenis penyakit dengan infeksi ringan. Sekali kamu terkena penyakit ini, umumnya tubuhmu tidak akan pernah terkena lagi. Namun demikian, cukup banyak komplikasi yang disebabkan oleh penyakit ini, seperti peradangan di area jari, pergelangan tangan, hingga lutut. Namun untuk ibu hamil, anak yang di dalam kandungan mampu terkena sindrom rubella kongenital di mana sang bayi dapat terkena katarak, tuli, pertumbuhan yang tak stabil, cacat intelektual, serta kegagalan organ dalam atau bahkan kematian bagi janin.

5. Dapat dihindari dengan vaksin MRR

7 Hal Penting Tentang Rubella, Wabah Campak yang Kini Bangkit Kembaliunsplash.com/hush52

Vaksin MRR merupakan singkatan dari measles, mumps, rubella atau campak, gondong, rubella. Vaksinasi adalah cara termudah dan juga paling aman untuk menghindari penyakit ini.

Pemberian vaksin kepada anak-anak umumnya diberikan kepada balita 12 hingga 15 bulan karena pada umur enam hingga delapan bulan terdapat sistem imun yang disalurkan oleh sang ibu kepada anaknya. Vaksin tersebut nantinya akan diberikan lagi sekitar umur empat hingga enam tahun. Sangat disarankan bagi anak wanita untuk menghindari terkenanya rubella saat kehamilan.

6. Vaksin hampir tidak memiliki efek samping

7 Hal Penting Tentang Rubella, Wabah Campak yang Kini Bangkit Kembaliunsplash.com/esdesignisms

Dari keseluruhan mereka yang tervaksinasi MRR, hanya 15 persen yang mengalami demam setelah tujuh hingga 12 hari dari vaksinasi. Sedangkan yang terkena ruam ringan hanya lima persen saja.

Beberapa remaja dan wanita dewasa mengalami peradangan sendi setelah menerima vaksinasi. Untuk mereka yang memberikan reaksi parah terhadap alergi hanyalah satu dari sejuta vaksinasi.

7. Tidak perlu melakukan vaksinasi jika...

7 Hal Penting Tentang Rubella, Wabah Campak yang Kini Bangkit Kembaliunsplash.com/photoholgic

Sangat disarankan vaksinasi diberikan kepada wanita yang tidak hamil, bekerja di rumah sakit, berencana bepergian ke luar negeri dan memasuki masa kuliah. Kamu tidak perlu divaksin MRR jika sebelumnya kamu sudah pernah memiliki dua dosis vaksin MRR setelah umur 12 bulan ke atas, orang yang lahir sebelum 1957 serta menjalani tes darah dan mampu membuktikan dirinya imun terhadap rubella. Ada pula alasan lain yaitu kamu adalah seorang wanita yang merencanakan kehamilan dalam kurun waktu empat minggu ke depan dan juga memiliki alergi gelatin, antibiotik neomycin.

7 Hal Penting Tentang Rubella, Wabah Campak yang Kini Bangkit Kembalitecake.in

Untuk mereka yang menolak vaksinasi, apakah kalian sudah sesuai dengan kondisi yang sudah disebutkan? Kalau sebelum, sebaiknya lakukan vaksinasi. Hal itu lebih demi kebaikanmu dan juga sekitarmu, mengingat rubella adalah penyakit yang menular.

Baca Juga: Grace Melia, Perempuan Tangguh Pendiri Rumah Ramah Rubella

Topic:

  • Abraham Herdyanto
  • Bayu D. Wicaksono

Just For You