Comscore Tracker

Risiko Penularan COVID-19 via Makanan Sangat Kecil

Belum ada bukti ilmiah yang mendukung hal ini

Kekhawatiran penularan COVID-19 semakin menjadi-jadi. Masyarakat terus bertanya-tanya “Apakah COVID-19 bisa menular lewat berbagai objek, misalnya dari makanan?”.

Tidak mengagetkan mengingat lonjakan kasus infeksi meningkat drastis, membuat orang-orang paranoid terhadap situasi saat ini. Berikut beberapa penjelasan mengenai teori penularan COVID-19 via makanan dan kemasannya.

1. Tidak ada literasi kesehatan yang membuktikan COVID-19 menular lewat makanan dan kemasannya

Risiko Penularan COVID-19 via Makanan Sangat Kecililustrasi COVID-19 dan makanan (fao.org)

Akun Twitter dr. Adam Prabata (@AdamPrabata) membuat satu thread khusus yang membahas mengenai penularan COVID-19 lewat makanan. Dijelaskan pada cuitan dokter tersebut, bahwa fenomena ini tidak bisa dipastikan kebenarannya, mengingat tidak adanya jurnal kesehatan atau bukti ilmiah yang mampu membuktikan dugaan tersebut.

Pernyataan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada tahun 2019 serupa dengan konten thread dr. Adam Prabata di akun Twitternya, bahwa belum ada bukti ilmiah penularan COVID-19 melalui makanan. Hingga sekarang pun fenomena itu belum terbukti, namun untuk berjaga-jaga, CDC menegaskan agar tiap orang selalu waspada.

2. Kemungkinan penularannya melalui makanan atau kemasan makanan sangat rendah

Risiko Penularan COVID-19 via Makanan Sangat Kecililustrasi COVID-19 dan makanan (globalfoodsafetyresource.com)

Walau tidak ada data, CDC menulis pernyataan bahwa risiko penularan COVID-19 via makanan sangatlah kecil. Medium penularan utama COVID-19 adalah cairan tubuh yang datang dari penderita. Secara teori, bukan tidak mungkin cairan penderita itu menempel di kemasan makanan dan berakhir masuk ke dalam tubuhmu ketika menyentuhnya.

Bagaimana dengan makanan yang sudah dimasak tanpa kemasan? Apakah ada kemungkinan juga menularkan COVID-19?

Baik CDC dan sumber lainnya pun belum bisa menjawab ini dengan pasti. Berdasarkan situs health.com, ketimbang melihat risiko penularan via makanan, pakar kesehatan lebih melihat bagaimana seseorang menjaga higienitas dirinya tersebut.

Baca Juga: 10 Tips Mencegah Penularan COVID-19 Buat Kamu yang Suka Bersepeda

3. PCR positif pada makanan juga tidak mengindikasi kamu bisa terinfeksi COVID-19

Risiko Penularan COVID-19 via Makanan Sangat Kecililustrasi COVID-19 dan makanan (thermofisher.com)

Ada satu pertanyaan yang dilontarkan kepada dr. Adam lewat thread-nya tersebut terkait hasil PCR positif pada makanan. Dokter Adam menjawab walaupun hasil PCR-nya positif, itu tidak mengindikasi bahwa virus masih hidup dan dapat menular ke orang lain.

Layaknya kasus pasien yang mendapat PCR positif padahal dirinya sudah sembuh dan tidak bergejala, hasil tes PCR pada makanan bisa positif sebenarnya dapat dijelaskan. Mudahnya, tes PCR itu mendeteksi virus sekalipun sudah menjadi “bangkai”. Walaupun virus sudah tidak aktif lagi, PCR tetap bisa mendeteksinya.

4. Menjaga diri dan makanan tetap higienis adalah kunci menghindari risiko tertular

Risiko Penularan COVID-19 via Makanan Sangat Kecililustrasi mencuci makanan (thermofisher.com)

CDC menyarankan bagi mereka yang membeli makanan untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun sebelum menyantapnya. Hand sanitizer juga bisa digunakan.

Momen mencuci tangan yang tepat itu adalah setelah menerima makanan datang, setelah membuka kemasan, serta sebelum dan sesudah makan. Untuk sayur dan buah, bahan itu bisa dicuci dengan air mengalir tanpa sabun dan bahan lain.

Penggunaan disinfektan yang disemprotkan ke bungkus makanan sangat tidak disarankan, apalagi ke makanan langsung. Ada kandungan kimia yang berbahaya dari disinfektan yang mungkin masuk ke dalam makanan dan terbawa masuk ke tubuh kita.

5. Kesimpulannya, risiko tertular via makanan jauh lebih kecil daripada penularan via orang lain

Risiko Penularan COVID-19 via Makanan Sangat Kecililustrasi COVID-19 dan makanan (foodbeverageinsider.com)

Tidak bisa dimungkiri penularan via makanan sangatlah kecil. Kalaupun ada penularan kepadamu, itu masih dapat datang dari penjaja makanannya atau orang yang mengantarkan makananmu tersebut.

Daripada kamu mengkhawatirkan hal tersebut, khawatirkanlah bagaimana kamu menjaga kebersihanmu. Rajinlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap usai beraktivitas atau menyentuh benda di luar maupun dari luar rumah.

Selain itu, pastikan pula makanan yang kamu konsumsi adalah yang bergizi. Sangat penting menjaga nutrisi yang masuk ke dalam tubuhmu demi menjamin badan yang fit.

Baca Juga: Risiko Penularan COVID-19 dari Permukaan Benda Terbukti Rendah

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya