Comscore Tracker

5 Fakta ASI dan Menyusui pada Masa Pandemik COVID-19, Bunda Wajib Tau!

Jangan takut untuk mengASIhi, ya

Banyak negara masih berperang melawan COVID-19, tak terkecuali Indonesia. Angka kasusnya di dunia per 24 September sore menurut Johns Hopkins University adalah 31,896,433, sedangkan di Indonesia sendiri sudah mencapai 262.022 orang. Dampaknya pandemik ini sangat luas. Bagi ibu menyusui, banyak yang khawatir untuk memberikan ASI atau menyusui buah hatinya.

Tentunya banyak ibu di luar sana yang bertanya-tanya mengenai keamanan pemberian ASI selama masa pandemik COVID-19. Di benak mungkin muncul pertanyaan seperti: apakah SARS-CoV-2 bisa menular lewat ASI? Apakah aman jika memberikan ASI saat terkonfirmasi positif COVID-19? Seberapa besar manfaat ASI? Dan berbagai pertanyaan lainnya.

Untuk menjawab berbagai pertanyaan tadi, mari simak lima fakta seputar ASI dan menyusui pada masa pandemik yang perlu diketahui oleh para ibu menyusui.

1. Virus SARS-CoV 2 tidak menular melalui ASI

5 Fakta ASI dan Menyusui pada Masa Pandemik COVID-19, Bunda Wajib Tau!virus SARS-CoV 2 (pixabay.com/PIRO4D)

Pertama, apakah SARS-CoV-2, virus corona strain baru penyebab COVID-19, dapat menular melalui ASI atau menyusui?

Ada sebuah studi kasus, seperti dalam jurnal The Lancet dan The Journal of Obstetrics and Gynecology of India tahun 2020, tidak menemukan adanya SARS-CoV-2 pada ASI milik ibu hamil yang terkonfirmasi positif COVID-19.

American College of Obstetricians and Gynecologists sendiri mengatakan bahwa perhatian utama saat ini bukanlah apakah virus ini dapat menular melalui ASI atau tidak, melainkan apakah seorang ibu yang terinfeksi dapat menularkannya melalui droplet selama menyusui.

2. ASI memiliki banyak kandungan di dalamnya, salah satunya antibodi

5 Fakta ASI dan Menyusui pada Masa Pandemik COVID-19, Bunda Wajib Tau!unsplash.com/Jordan Whitt

Ternyata ASI mengandung banyak komponen kekebalan tubuh seperti agen anti infeksi, antiinflamasi, imunomodulator, dan leukosit aktif seperti neutrofil, makrofag, serta sel T. Di dalam ASI juga terdapat antibodi alami, yang mana itu diproduksi tanpa harus terdapat rangsangan dari lingkungan luar.

Hal tersebut akan membantu bayi untuk mendapatkan sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat agar tidak mudah terkena infeksi. Oleh karena itu, menyusui tidak diragukan lagi dapat mengurangi tingkat kematian pada bayi dan dapat memberikan banyak manfaat dalam kesehatan seumur hidup, serta perkembangan otak bagi bayi nantinya. 

Baca Juga: Menurut Medis, Ini 6 Manfaat Dahsyat Menyusui bagi Anak dan Ibu

3. Amankah untuk memberikan ASI secara langsung?

5 Fakta ASI dan Menyusui pada Masa Pandemik COVID-19, Bunda Wajib Tau!unsplash.com/Wes Hicks

Karena virus SARS-CoV 2 tidak menular melalui ASI, maka perempuan yang diduga ataupun yang sudah terkonfirmasi positif COVID-19 tidak perlu khawatir. ASI tetap bisa diberikan secara langsung maupun tidak langsung, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan protokol kesehatan yang harus dilakukan perempuan yang diduga atau positif COVID-19 ingin menyusui secara langsung, yaitu:

  1. Mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air atau menggunakan hand sanitizer/rub berbasis alkohol, terutama sebelum menyentuh bayi.
  2. Menggunakan masker medis saat menyusui. Penting untuk mengganti masker segera setelah masker tersebut lembap, segera membuang masker setelah digunakan, tidak menggunakan lagi masker yang telah digunakan, dan tidak menyentuh bagian depan masker tetapi melepaskannya dari belakang.
  3. Bersin atau batuk dengan menggunakan tisu, dan segera membuangnya serta mencuci tangan dengan hand sanitizer  berbasis alkohol atau dengan sabun dan air bersih.
  4. Secara teratur membersihkan dan disinfeksi area permukaan di sekitar tempat menyusui.

4. Hal yang harus diperhatikan saat memberikan ASI perah

5 Fakta ASI dan Menyusui pada Masa Pandemik COVID-19, Bunda Wajib Tau!unsplash.com/Lucy Wolski

Dalam pemberian ASI perah, maka harus dipastikan sterilisasi dari alat pompa ASI-nya, serta alat mobilisasi ASI yang akan diberikan pada bayi nantinya. Cuci pompa ASI setelah digunakan dengan sabun cair dan bilas setelahnya dengan air panas selama 10-15 detik.

Selain itu, tempat ASI yang akan digunakan juga harus dibersihkan dan didisinfeksi, karena SARS CoV-2 dapat menempel di permukaan plastik selama 2-9 hari dan permukaan kaca selama 4-5 hari.

5. Susu formula adalah pilihan terakhir

5 Fakta ASI dan Menyusui pada Masa Pandemik COVID-19, Bunda Wajib Tau!unsplash.com/Rainier Ridao

WHO sendiri tidak merekomendasikan pemberian susu formula, yang mana itu merupakan pilihan terakhir bila memang kondisinya tak memungkinkan untuk memberikan ASI secara langsung, tak langsung, atau lewat donor ASI.

Hal ini dikarenakan ASI memang jauh lebih banyak manfaatnya dibandingkan susu formula, karena kandungan keduanya berbeda baik secara zat gizi maupun zat protektif.

Beberapa hal yang mungkin terjadi jika bayi tidak diberikan ASI antara lain adalah terjadinya gangguan saluran pencernaan, menurunkan perkembangan kecerdasan kognitif, dan dapat meningkatkan risiko obesitas.

Itulah lima fakta tentang ASI selama masa pandemik COVID-19 perlu diketahui oleh para ibu. Selama protokol kesehatan tetap dipatuhi, jangan takut untuk memberikan ASI, ya! Pasalnya, ASI adalah nutrisi terbaik untuk sang buah hati.

Baca Juga: 5 Cara Unik Menanggulangi Penyebaran COVID-19 di Berbagai Negara

Adena Riskivia Trinanda Photo Verified Writer Adena Riskivia Trinanda

Anak koas yang suka menulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya