Comscore Tracker

7 Tip Puasa Ramadan untuk Penderita Diabetes, Meminimalkan Risiko!

Boleh saja berpuasa, tapi...

Tak terasa bulan Ramadan sebentar lagi tiba, tinggal menghitung hari. Itu artinya, kewajiban berpuasa selama satu bulan penuh wajib dilakukan bagi orang-orang yang beragama islam. Hanya saja vibes pada Ramadan tahun ini kelihatannya akan jadi jauh lebih berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya akibat dari pandemi COVID-19. Contoh paling gampangnya adalah kamu tidak bisa buka puasa bersama teman.

Pada dasarnya, puasa memang memberikan segudang manfaat bagi orang-orang yang melaksanakannya. Permasalahannya adalah bagaimana jika kamu adalah seorang penderita diabetes? Tidak bisa dimungkiri kalau berpuasa sangat berisiko untuk orang-orang yang punya penyakit diabetes. 

Mengutip US National Library of Medicine National Institutes of Health, selama puasa, kadar glukosa yang bersirkulasi cenderung turun sehingga menyebabkan penurunan sekresi insulin. Bersamaan dengan itu, kadar glukagon dan katekolamin meningkat, menstimulasi pemecahan glikogen, dan pada saat yang sama glukoneogenesis bertambah. 

Ketika puasa yang notabene dilaksanakan selama lebih dari beberapa jam, simpanan glikogen menjadi menipis, dan rendahnya tingkat sirkulasi insulin memungkinkan peningkatan pelepasan asam lemak dari adiposit. Praktis, para pengidap diabetes tidak bisa berpuasa secara sembarang. Bahkan, dalam agama pun sebenarnya orang-orang yang punya penyakit tertentu (termasuk diabetes) dibolehkan untuk tidak berpuasa.

Meski demikian, banyak pasien diabetes yang bersikeras untuk tetap puasa selama bulan Ramadan. Padahal, berpuasa bisa memberikan masalah kesehatan untuk penderita diabetes, tapi risikonya tetap bisa dikurangi melalui bantuan dokter. Terlebih masalah-masalah ini menjadi masalah global karena tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di Pakistan Timur Tengah, Amerika Utara, Eropa, serta Oseania.

Untuk itu, berikut beberapa tip puasa Ramadan untuk penderita diabetes. Jadi, bisa melaksanakan puasa secara aman!

1. Beritahu dokter kalau ingin berpuasa

7 Tip Puasa Ramadan untuk Penderita Diabetes, Meminimalkan Risiko!wisegeek.com

Melansir Virta Health, pastikan dokter kamu mengetahui rencana kamu untuk berpuasa. Puasa memengaruhi gula darah dan tekanan darah, jadi jika kamu menggunakan obat untuk diabetes atau tekanan darah tinggi, dokter kamu mungkin perlu melakukan penyesuaian selama bulan Ramadan. Jangan sampai kamu menyesuaikan secara mandiri, harus berada di bawah pengawasan dokter.

Ketika kamu memutuskan untuk berpuasa, alangkah baiknya kamu memberitahu dokter 2 bulan sebelum mulai puasa. Dalam waktu tersebut, dokter akan memberitahu bagaimana cara berpuasa yang aman bagi penderita diabetes hingga mendiskusikan obat yang akan kamu gunakan selama Ramadan.

2. Tetap terhidrasi

7 Tip Puasa Ramadan untuk Penderita Diabetes, Meminimalkan Risiko!Freepik/freepik

Minum air putih secara cukup selama sahur dan berbuka puasa menjadi tip wajib bagi siapapun yang berpuasa, terutama para penderita diabetes. Jika selama bulan Ramadan cuacanya panas, cobalah untuk tetap di tempat yang dingin dan batasi aktivitas fisik kamu demi meminimalkan jumlah cairan yang hilang di siang hari.

Cobalah untuk minum cairan bebas gula yang cukup saat sahur dan saat berbuka puasa untuk mengisi kembali cairang yang hilang di siang hari. Kalau bisa, targetkan diri kamu untuk minum 8 gelas air sehari, demikian dilaporkan oleh Health Xchange.

3. Tes glukosa darah saat puasa

7 Tip Puasa Ramadan untuk Penderita Diabetes, Meminimalkan Risiko!medicalnewstoday.com

Hal paling berbahaya yang bisa terjadi saat berpuasa adalah gula darah rendah (peristiwa hipoglikemik), gula darah tinggi (peristiwa hiperglikemik) dan dehidrasi. Dengan demikian kamu harus menguji glukosa darah. Akan tetapi, kamu pasti ragu untuk melakukannya karena anggapan masyarakat, jika kamu berdarah maka kamu batal puasa. Namun, anggapan tersebut salah.

Jadi, tidak apa-apa untuk memantau kadar glukosa darah selama puasa karena itu tidak membatalkan puasa. Dengan begitu, kamu bisa tahu sedang memiliki kadar glukosa darah tinggi, kadar glukosa darah rendah, atau dehidrasi parah.

Baca Juga: 8 Cara Menurunkan Gula Darah yang Efektif dan Alami Cegah Diabetes

4. Perhatikan makanan saat sahur maupun berbuka

7 Tip Puasa Ramadan untuk Penderita Diabetes, Meminimalkan Risiko!unsplash.com/chuttersnap

Untuk menghindari perubahan kadar gula darah, dokter kamu mungkin menyarankan untuk tetap mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dan rendah karbohidratnya, ketika kamu makan saat berbuka maupun saat sahur. Bukan tanpa sebab, makanan tinggi lemak memang akan membuat kamu kenyang lebih lama dan tidak akan meningkatkan gula darah. 

Kendati begitu, pastikan untuk mendiskusikan hal ini dengan dokter kamu. Apalagi jika kamu menggunakan obat apa pun, ini dapat memengaruhi dosisnya. Jadi, dianjurkan untuk makan makanan seperti daging sapi, telur, alpukat, hingga ikan agar tetap aman dalam menjalani puasa.

5. Jangan makan berlebihan

7 Tip Puasa Ramadan untuk Penderita Diabetes, Meminimalkan Risiko!Pexels.com/bruce mars

Ini mungkin banyak terjadi pada sebagian besar orang yang berpuasa. Ketika azan magrib berkumandang pertanda waktunya berbuka puasa, kamu pasti makan sebanyak-banyaknya untuk membantai rasa lapar.

Namun sebenarnya tindakan seperti ini tidak boleh kamu lakukan karena nanti justru kekenyangan hingga sakit perut. Apalagi kita semua juga dianjurkan untuk makan secukupnya.

Khusus penderita diabetes bisa lebih gawat lagi kalau sampai makan berlebihan. Kamu akan mengalami lonjakan glukosa darah kalau sampai kebanyakan makan. Oleh karena itu, jangan rakus karena segala sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik.

6. Olahraga

7 Tip Puasa Ramadan untuk Penderita Diabetes, Meminimalkan Risiko!freepik.com/vgstockstudio

Tingkat aktivitas fisik yang normal dapat tetap dipertahankan selama puasa berlangsung. Namun, aktivitas fisik yang berlebihan dapat menyebabkan risiko hipoglikemia yang lebih tinggi dan harus dihindari, terutama selama beberapa jam sebelum buka puasa. Sebenarnya salat dengan rutin pun sudah termasuk aktivitas fisik yang efektif karena kamu melakukan beberapa gerakan secara berulang-ulang.

Maka dari itu kamu tidak perlu olahraga yang berlebihan selama puasa. Dalam beberapa kasus yang terjadi pada pasien dengan diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol, olahraga dapat menyebabkan hiperglikemia berat. So, stay safe.

7. Stop puasa kalau sampai ini terjadi

7 Tip Puasa Ramadan untuk Penderita Diabetes, Meminimalkan Risiko!unsplash.com/Zan

Sejak awal, para penderita diabetes sudah diberi tahu bahwa puasa sangat berisiko, karena membahayakan kesehatan. Jika sedang tidak sanggup, tidak usah dipaksakan karena puasa bisa diganti di masa mendatang kalau kesehatan memungkinkan kamu untuk berpuasa. Namun, buat kamu yang memaksa untuk puasa di bulan Ramadan ini, tidak apa-apa. Asalkan kamu harus langsung berhenti puasa jika:

  • Kadar glukosa darah < 4,0 mmol/L selama puasa, atau glukosa darah > 16 mmol/lL;
  • Tremor;
  • Berkeringat berlebihan;
  • Kelaparan;
  • Pusing;
  • Kebingungan;
  • Ingin pingsan.

Itulah beberapa tip aman berpuasa buat para penderita diabetes. Kalau tidak sanggup, jangan dipaksakan karena pada dasarnya puasa Ramadan hukumnya tidak wajib untuk orang-orang yang punya penyakit kronis.

Baca Juga: 10 Tip Memilih Makanan Sehat untuk Penderita Diabetes

Topic:

  • Adhyasta Dirgantara
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya