Comscore Tracker

Bila Kentut Disertai 6 Gejala Ini, Kamu Mesti Waspada!

Dari yang super bau sampai bikin sembelit

"Heh, siapa yang kentut, nih? Bau, woi!"

Selain memalukan, bagi beberapa orang kentut adalah hal yang menyebabkan, terutama saat berbau tak sedap dan terhirup. Padahal, selain serdawa, kentut adalah fenomena pencernaan yang alami. Itu adalah tanda pencernaanmu bekerja dengan baik memecah makanan dan nutrisinya.

Namun, bagaimana kalau kentut terlewat sering, bau, menyebabkan sensasi tidak nyaman, atau disertai gejala tidak biasa lainnya? Bisa jadi itu adalah sinyal dari tubuh bahwa ada masalah.

1. Kentut disertai sembelit

Bila Kentut Disertai 6 Gejala Ini, Kamu Mesti Waspada!ilustrasi sembelit (pixabay.com/mohamed_hassan)

Jika kentut disertai sembelit, ini berarti kamu terlalu banyak mengonsumsi serat. Serat menumpuk dan memadatkan tinja. Serat memang penting untuk melancarkan pencernaan. Namun, jika kamu mengonsumsi terlalu banyak serat, buang air besar bisa jadi sulit.

Tidak perlu takut, kalau ingin sembelit hilang berikut dengan kentutnya, minum lebih banyak air. Selain itu, ini bisa jadi peringatan untuk lebih mengontrol asupan serat. Menurut studi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2019, asupan serat yang direkomendasikan adalah 25-29 gram per hari.

2. Sering kentut dari pagi hingga malam

Bila Kentut Disertai 6 Gejala Ini, Kamu Mesti Waspada!ilustrasi kentut (nypost.com)

Kentut tak berhenti dari pagi sampai malam hingga bikin malu? Coba ingat apakah kamu kebanyakan minum minuman berkarbonasi atau bersoda? Gas dari minuman tersebut memenuhi saluran pencernaan. Hasilnya, kentut dan/atau serdawa.

Solusinya mudah saja, kurangi konsumsi minuman berkarbonasi atau bersoda. Namun, jika kamu tidak yakin minuman-minuman tersebut adalah penyebabnya, maka kamu bisa mencatat apa yang kamu konsumsi sehari-hari dan konsultasikan ke dokter. Sebagai catatan, frekuensi kentut yang normal adalah 5-15 kali per hari.

3. Kentut berbau sangat tidak sedap

Bila Kentut Disertai 6 Gejala Ini, Kamu Mesti Waspada!ilustrasi kentut (nydailynews.com)

Diam-diam mematikan menyebalkan, kentut kadang baunya menusuk hidung. Namun, bau tidak sedapnya pun ada batasnya. Kalau sampai benar-benar bau, maka itu adalah tanda kamu kebanyakan makan makanan atau minuman mengandung belerang atau sulfur.

Jika kamu pernah mencium bau belerang, saat makanan di atas dipecahkan di pencernaan, bau itulah yang akan muncul. Perlu diketahui, sulfur penting untuk membentuk DNA dan melindungi sel.

Jika itu masalahmu, maka kamu bisa mulai mengontrol asupan sulfur. Apa saja makanan yang diketahui tinggi akan kandungan sulfur? Dilansir WebMD, inilah makanan-makanan tersebut:

  • Sayuran berdaun gelap (brokoli, kubis Brussel, kol, selada, atau lobak)
  • Sayur-sayuran berdaun gelap
  • Bawang (putih, merah, atau bombai)
  • Daging (sapi atau ayam)
  • Telur
  • Ikan
  • Gandum
  • Kacang dan biji-bijian

Namun, jika asupan makanan sudah dikontrol dan bau kentut tetap menyengat, maka lebih baik ke dokter. Kentut yang berbau tidak sedap adalah salah satu gejala dari radang usus atau sindrom iritasi usus besar. Bila keduanya tidak ditangani dengan segera, ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius. 

Baca Juga: Banyak Makan Sayur Bikin Lebih Sering Kentut dan Tinja Lebih Padat

4. Kentut berbau busuk disertai masalah pencernaan

Bila Kentut Disertai 6 Gejala Ini, Kamu Mesti Waspada!ilustrasi sakit perut (freepik.com/kirakun)

Sesudah makan atau minum sesuatu, frekuensi kentut bertambah dan muncul sensasi tak nyaman di perut? Hati-hati, ini tanda pencernaanmu tidak mampu menoleransi makanan atau minuman tersebut.

Umumnya, fenomena ini sering terlihat pada individu dengan intoleransi laktosa, situasi di mana tubuh tidak mampu menyerap laktosa pada susu dan produk olahannya. Saat laktosa dipecahkan oleh bakteri di usus halus, kentut pun jadi bau.

Mengutip Health, kamu cukup mengenyahkan atau membatasi susu dan produknya. Akan tetapi, kalau kentut tetap berbau tidak sedap dan perut tetap sakit, segera konsultasi ke dokter untuk memastikan makanan apa yang tidak cocok dengan pencernaanmu.

5. Sewaktu-waktu, jadi sering kentut dan berbau tidak sedap

Bila Kentut Disertai 6 Gejala Ini, Kamu Mesti Waspada!ilustrasi kentut yang menyakitkan (verywellhealth.com)

Untuk kaum hawa, apakah saat menstruasi kentut jadi lebih sering daripada biasanya dan berbau? Tidak perlu khawatir, karena ini adalah hal yang normal dan penyebabnya adalah hormon.

Saat estrogen meningkat seiring menstruasi, rahim menghasilkan senyawa kimia mirip hormon, yaitu prostaglandin. Senyawa inilah yang berperan meluruhkan lapisan rahim saat menstruasi. Masalahnya, jika kadar prostaglandin terlalu banyak, maka organ selain rahim ikut berkontraksi, termasuk usus sehingga kentut lebih bau.

Tentu saja, karena bersifat hormonal, ini adalah hal yang lumrah. Namun, untuk menjaga kentut tidak bau saat tamu bulanan datang, usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan olahan menjelang menstruasi.

6. Sering kentut dan buang air besar bertambah (atau berkurang) dari biasanya

Bila Kentut Disertai 6 Gejala Ini, Kamu Mesti Waspada!ilustrasi buang air besar (healthline.com)

Kalau frekuensi kentut bertambah, berikut dengan frekuensi buang air besar, ini bisa menandakan kamu sedang stres. Saat stres, kita mungkin mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak biasa kita makan dan menghirup angin yang lebih banyak. Stres juga memengaruhi sistem pencernaan dan frekuensi buang air besar.

Stres adalah hal wajar dalam hidup. Namun, kalau sudah sampai memengaruhi pencernaan dan kentut, itu tanda kalau kamu harus mengontrolnya. Tenangkan diri dengan meditasi dan melatih teknik pernapasan dalam, serta jauhi makanan atau minuman yang mengandung gas.

Itulah beberapa gejala yang bisa menyertai kentut, penyebab di baliknya, serta solusi simpelnya. Ingat, kentut dan baunya adalah hal yang wajar. Namun, jika sudah sampai mengganggu dan disertai gejala lainnya yang tidak biasa, ada baiknya untuk konsultasi ke dokter agar masalahnya terselesaikan.

Baca Juga: Banyak Makan Sayur Bikin Lebih Sering Kentut dan Tinja Lebih Padat

Topic:

  • Nurulia R F

Berita Terkini Lainnya