Comscore Tracker

6 Cara Populer untuk Puasa Intermiten, Dijamin Berhasil

Puasa intermiten berhasil tanpa menyiksa diri

Banyak diminati, intermittent fasting atau puasa intermiten adalah metode penjadwalan waktu makan yang terdiri dari puasa atau pengurangan kalori dan jam makan bebas yang terbagi jadi durasi-durasi tertentu.

Secara tidak langsung, sebenarnya berbagai hari raya keagamaan pun melakukan puasa intermiten. Mulai dari Vrata untuk Hindu, Ramadan untuk Islam, hingga Rabu Abu dan Jumat Agung untuk Nasrani, seluruh perayaan keagamaan tersebut memadukan puasa intermiten.

Puasa intermiten diklaim dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan metabolisme, bahkan dikatakan bisa bikin panjang umur. Tertarik? Jika iya, ada beberapa metode untuk melakukan puasa intermiten yang ampuh (yang juga bergantung pada usaha dan komitmenmu). Siapkan catatan, inilah beberapa cara populer untuk melakukan puasa intermiten.

Penting untuk diingat, sebelum melakukan puasa intermiten, sebaiknya konsultasikan ke dokter atau ahli gizi, terutama bila memiliki riwayat penyakit dan penyakit penyerta tertentu, yang mana bisa berpotensi bahaya bila menjalani puasa intermiten.

1. Teknik 16/8

6 Cara Populer untuk Puasa Intermiten, Dijamin BerhasilMetode 16/8. IDN Times/Alfonsus Adi Putra

Sesuai namanya, metode "16/8" berarti puasa setiap hari selama 14-16 jam dan membatasi waktu jeda makan harian menjadi 8-10 jam. Selama jeda makan tersebut, kamu bisa makan lebih dari dua hidangan. Cara mudahnya, kamu tidak makan apa pun setelah makan malam dan melewatkan sarapan.

Misalnya, jika kamu sudah selesai makan pada jam 8 malam dan melewatkan makan sampai jam 12 siang keesokan harinya, maka kamu sudah berpuasa selama 16 jam! Perempuan disarankan untuk berpuasa hanya 14-15 jam.

Jika kamu terbiasa sarapan, mungkin butuh waktu untuk terbiasa dengan metode 16:8. Kamu bisa minum air putih, kopi, atau minuman tanpa kalori selama jam puasa, sehingga rasa lapar pun bisa dikalahkan. Nah, saat jeda makan, penting untuk mengonsumsi makanan sehat! Jika kamu tetap makan junk food atau banyak kalori, metode ini akan sia-sia.

2. Diet 5:2

6 Cara Populer untuk Puasa Intermiten, Dijamin BerhasilDiet 5:2. IDN Times/Alfonsus Adi Putra

Selain 16:8, diet 5:2 pun sempat populer di Inggris pada 2012. Metode ini berarti kamu makan secara normal 5 hari dalam seminggu, sementara membatasi asupan kalori menjadi 500 (untuk perempuan) hingga 600 kalori (untuk laki-laki) selama 2 hari dalam seminggu.

Misalnya, kamu bisa makan seperti biasa dalam seminggu, kecuali Senin dan Kamis. Pada Senin dan Kamis, makanlah 2 porsi kecil masing-masing 250 kalori untuk perempuan dan 300 kalori untuk laki-laki.

Baca Juga: 7 Orang Ini Sebaiknya Tidak Berpuasa, Ini Penjelasan Medisnya

3. Makan-berhenti-makan

6 Cara Populer untuk Puasa Intermiten, Dijamin BerhasilMakan-Berhenti-Makan. IDN Times/Alfonsus Adi Putra

Sesuai dengan namanya, metode "makan-berhenti-makan" berarti berpuasa selama 24 jam atau satu hari selama satu atau dua kali seminggu. Dengan berpuasa dari makan malam satu hari hingga makan malam di hari berikutnya, kamu telah berpuasa selama 24 jam penuh!

Misalnya, jika kamu selesai makan malam pada jam 7 malam di hari Senin dan tidak makan sampai jam makan malam pada jam 7 malam di hari Selasa, kamu telah menyelesaikan puasa 24 jam penuh. Mau puasa dari sarapan ke sarapan atau makan siang ke makan siang, hasilnya pun sama. Senyamanmu saja!

Bagi beberapa orang, metode puasa 24 jam cukup sulit. Akan tetapi, kamu tidak perlu langsung "loncat" ke 24 jam! Kamu bisa mulai dari puasa selama 14-16 jam. Kalau sudah terbiasa, baru bisa dinaikkan lagi durasinya.

Selama tidak makan, minuman seperti air, kopi, dan minuman tanpa kalori tetap diperbolehkan. Kalau kamu melakukan metode ini untuk kurus, makanlah secara normal selama periode non puasa. Dengan kata lain, kamu harus makan dengan porsi yang sama seperti saat belum melakukan puasa.

4. Puasa longkap 1 hari

6 Cara Populer untuk Puasa Intermiten, Dijamin BerhasilPuasa longkap 1 hari. IDN Times/Alfonsus Adi Putra

Dalam metode ini, kamu berpuasa setiap dua hari sekali. Misalkan hari Senin kamu tidak puasa, Selasa kamu berpuasa, dan Rabu tidak puasa. Berbeda-beda versinya, ada versi yang mengizinkan konsumsi sekitar 500 kalori selama berpuasa dan ada yang harus benar-benar puasa.

Meskipun banyak penelitian yang memuji metode ini, tetapi jika kamu baru memulainya, jangan terlalu memaksakan diri. Kamu bisa saja tidur dalam keadaan lapar beberapa kali, sehingga menyebabkan susah tidur yang tidak menyehatkan. Usahakan 500 kalori dulu saat berpuasa, dan jika sudah terbiasa, baru mulai puasa penuh satu hari.

5. Diet prajurit

6 Cara Populer untuk Puasa Intermiten, Dijamin BerhasilDiet prajurit. IDN Times/Alfonsus Adi Putra

Diet Prajurit atau Warrior's Diet berarti kamu makan sedikit sayur-mayur dan buah-buahan mentah di siang hari dan makan satu porsi besar makanan di malam hari. Seperti pasukan zaman dulu saja, ya? Dengan kata lain, kamu berpuasa sepanjang pagi sampai sore, dan "berpesta" pada malam hari dalam jeda makan selama 4 jam!

Faktanya, metode diet ini adalah salah satu diet pertama yang memadukan konsep puasa intermiten, lho! Untuk pilihan makanannya, diet prajurit sangat mirip dengan diet paleo, yaitu makanan bergizi utuh yang tidak diolah.

6. Puasa spontan

6 Cara Populer untuk Puasa Intermiten, Dijamin BerhasilPuasa spontan. IDN Times/Alfonsus Adi Putra

Langkah-langkah sebelumnya terlalu repot? Pilihan metode puasa intermiten terakhir adalah melewatkan jam-jam makan di waktu-waktu tertentu, apalagi bila kamu tidak merasa lapar atau mager masak dan makan. Inilah yang dinamakan puasa spontan.

Kamu butuh makan setiap waktu atau otot akan kehilangan massanya? Itu hanya hoaks! Tubuh manusia sudah memiliki sistem untuk kelaparan hebat, apalagi hanya untuk melewatkan jam makan beberapa kali dalam seminggu!

Misalkan, saat kamu tidak lapar di pagi hari dan melewatkan sarapan, selamat, kamu sudah melakukan puasa intermiten. Hal ini juga berlaku jika kamu merasa tidak lapar saat makan siang atau makan malam dan tidak makan di jam-jam itu. Seperti puasa-puasa lain di daftar ini, makanlah makanan sehat selama jeda makan, ya!

Itulah beberapa metode puasa intermiten yang populer dan bisa kamu terapkan untuk mencapai berat badan ideal. Supaya aman dan tidak menimbulkan efek samping yang merugikan, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Dari metode-metode di atas, mana yang ingin kamu coba atau metode mana yang berhasil buatmu? Atau kamu memiliki metode lainnya yang ampuh? Share di kolom komentar, ya!

Baca Juga: 7 Mitos Kesehatan Puasa Ramadan, Benarkah Bisa Menghilangkan Racun?

Topic:

  • Alfonsus Adi Putra
  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya