Comscore Tracker

Pedas dan Segar, Makanan Tradisional Korea Ini Manfaatnya Hebat!

Olahan sederhana, tetapi manfaatnya luar biasa

Kimchi atau kimci adalah hidangan tradisional Korea yang dibuat dari sayuran yang difermentasi. Biasanya kimci dibuat dari sayuran dan bumbu seperti gula, garam, bawang merah, bawang putih, jahe, dan cabai. Sayurannya bisa pakai kubis, lobak, seledri, wortel, mentimun, terung, bayam, daun bawang, rebung, dan sebagainya.

Walaupun biasanya butuh proses fermentasi selama beberapa hari hingga beberapa minggu sebelum disajikan, tetapi kimci juga bisa dimakan segar atau tidak difermentasi. Selain lezat, manfaatnya pun banyak sekali. Apa saja?

1. Padat nutrisi

Pedas dan Segar, Makanan Tradisional Korea Ini Manfaatnya Hebat!ilustrasi membuat kimchi (unsplash.com/Matt Seymour)

Sebagai contoh, jenis sayuran yang dipakai, yaitu sawi putih, mengandung vitamin A dan C, setidaknya sepuluh jenis mineral, dan lebih dari 34 asam amino, menurut laporan dalam jurnal Frontiers in Microbiology tahun 2016.

Dilansir Healthline, mengingat bahan kimci bisa bervariasi, profil nutrisinya bisa berbeda-beda. Dalam porsi satu cangkir, kimci bisa mengandung:

  • Kalori: 23
  • Karbohidrat: 4 gram
  • Protein: 2 gram
  • Lemak: kurang dari 1 gram
  • Serat: 2 gram
  • Sodium: 747 mg
  • Vitamin B6: 16 persen dari angka kecukupan gizi (AKG)
  • Vitamin C: 22 persen dari AKG
  • Vitamin K: 55 persen dari AKG
  • Folat: 20 persen dari AKG
  • Zat besi: 21 persen dari AKG
  • Niasin: 10 persen dari AKG
  • Riboflavin: 24 persen dari AKG

Banyak sayuran hijau yang merupakan sumber baik nutrisi seperti vitamin K dan riboflavin. Karena kimci sering terdiri dari beberapa sayuran hijau, seperti kol, seledri, dan bayam, jadi makanan fermentasi ini adalah sumber yang baik.

Vitamin K berperan dalam banyak fungsi tubuh, termasuk metabolisme tulang dan pembekuan darah, sementara riboflavin membantu meregulasi produksi energi, pertumbuhan sel, dan metabolisme.

Sebagai bonus, proses fermentasi mungkin mengembangkan nutrisi tambahan yang lebih mudah diserap oleh tubuh.

2. Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Pedas dan Segar, Makanan Tradisional Korea Ini Manfaatnya Hebat!ilustrasi makanan fermentasi (unsplash.com/Micah Tindell)

Manfaat kimci untuk sistem kekebalan tubuh mungkin berasal dari adanya bakteri Lactobacillus.

Studi dalam Journal of Microbiology and Biotechnology tahun 2004 menemukan bahwa tikus uji coba yang disuntikkan dengan Lactobacillus plantarum, strain spesifik bakteri yang umum ditemukan dalam kimci dan makanan fermentasi lainnya, memiliki tingkat penanda inflamasi tumor necrosis factor alpha (TNF alpha) yang lebih rendah.

Karena tingkat TNF alpha sering naik selama seseorang sakit atau mengalami infeksi, penurunannya mengindikasikan bahwa sistem imun bekerja secara efisien.

Ada pula penelitian tabung reaksi yang mengisolasi Lactobacillus plantarum dari kimhi, juga menunjukkan bahwa bakteri ini memiliki efek peningkatan kekebalan. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Food Science and Biotechnology tahun 2018.

Walaupun temuan di atas terlihat menjanjikan, tetapi penelitian terhadap manusia tetap diperlukan.

Baca Juga: 10 Makanan Tinggi Probiotik Ini Bisa Bikin Kulitmu Cerah dan Glowing

3. Mengurangi inflamasi atau peradangan

Pedas dan Segar, Makanan Tradisional Korea Ini Manfaatnya Hebat!ilustrasi kimchi (unsplash.com/Portuguese Gravity)

Probiotik dan senyawa aktif dalam kimci dan makanan fermentasi lainnya mungkin bisa melawan peradangan atau inflamasi.

Studi terhadap tikus menunjukkan kalau HDMPPA, salah satu senyawa penting dalam kimci, dapat meningkatkan kesehatan pembuluh darah dengan cara menekan inflamasi. Ini dilaporkan dalam British Journal of Nutrition tahun 2013.

Pada studi terhadap tikus lainnya, ekstrak kimci yang diberikan sebesar 91 mg per pon berat badan (200 mg per kg) setiap hari selama 2 minggu menurunkan tingkat enzim terkait peradangan.

Sementara itu, studi tabung reaksi dalam Journal of Medicinal Food tahun 2015 mengonfirmasi kalau HDMPPA menunjukkan sifat antiinflamasi dengan cara memblokir dan menekan pelepasan senyawa inflamasi.

Meski demikian, uji coba terhadap manusia masih dibutuhkan.

4. Dapat memperlambat penuaan atau antiaging

Pedas dan Segar, Makanan Tradisional Korea Ini Manfaatnya Hebat!ilustrasi perempuan muda (unsplash.com/[ik] @invadingkingdom)

Peradangan kronis tidak hanya terkait dengan berbagai penyakit tetapi juga mempercepat proses penuaan. Menariknya, kimci mungkin dapat memperpanjang umur sel dengan memperlambat proses ini.

Lewat studi tabung reaksi dalam jurnal Food Science and Biotechnology tahun 2011, sel manusia yang diobati dengan kimci menunjukkan peningkatan viabilitas, yang mengukur kesehatan sel secara keseluruhan, serta menunjukkan rentang hidup yang panjang tanpa memandang usia.

Akan tetapi, studi tersebut dianggap kurang berkualitas dan butuh penelitian lebih lanjut sebelum kimci bisa direkomendasikan untuk menjadi salah satu perawatan antiaging.

5. Dapat mencegah infeksi jamur 

Pedas dan Segar, Makanan Tradisional Korea Ini Manfaatnya Hebat!ilustrasi kimchi (pixabay.com/bourree)

Probiotik dan bakteri baik dalam kimci mungkin dapat membantu mencegah infeksi jamur.

Sebagai contoh, infeksi jamur vagina oleh jamur Candida umum terjadi. Karena jamur ini mungkin mengembangkan resistansi terhadap antibiotik, banyak peneliti mencari pengobatan alami.

Studi tabung reaksi dan hewan menemukan kalau beberapa strain Lactobacillus dapat melawan Candida. Satu uji tabung reaksi bahkan menemukan bahwa beberapa strain yang diisolasi dari kimci menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap jamur ini. 

Lagi-lagi, masih butuh penelitian lebih lanjut.

Di balik kombinasi rasanya yang asam, pedas, dan segar, kimci menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan. Kalau lidahmu belum terbiasa dengan makanan tradisional Korea ini, kamu bisa mencampurkannya dengan sajian lain, lo!

Baca Juga: Awas, Terlalu Banyak Konsumsi Probiotik Ternyata Punya 5 Dampak Ini!

Anisa Kusuma Photo Writer Anisa Kusuma

Keep going!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya