Comscore Tracker

5 Tanda Fisik yang Menandakan Kamu Kurang Mengonsumsi Sayuran

Apakah akhir-akhir ini kamu gampang lupa?

Salah satu makanan yang wajib kita konsumsi adalah sayuran. Selain mengandung serat dan nutrisi penting lainnya, tentu saja konsumsi sayuran dapat mendatangkan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Maka dari itu, pakar kesehatan tak henti-hentinya mengingatkan kita untuk memperbanyak porsi sayuran dalam pola makan sehari-hari.

Ternyata, bila konsumsi sayuran kita kurang, ada beberapa tanda yang ditunjukkan oleh tubuh, lho. Kalau kamu mengalami beberapa gejala di bawah ini, segera genjot porsi makan sayurmu, ya!

1. Gampang lupa

5 Tanda Fisik yang Menandakan Kamu Kurang Mengonsumsi Sayuranunsplash.com/Ahmad Gunnaivi

Apakah beberapa waktu belakangan kamu sering lupa? Misalnya baru saja meletakkan kunci, tapi 5 menit kemudian kamu lupa meletakkannya di mana. Bisa jadi itu adalah salah satu tanda kamu kurang makan sayuran.

Menurut sebuah penelitian berjudul "Cognitive Function and Consumption of Fruit and Vegetable Polyphenols in a Young Population: Is There a Relationship?" yang diterbitkan dalam jurnal Foods tahun 2019, disebutkan bahwa sayuran yang mengandung lutein dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif. Beberapa contoh sayurannya adalah selada, wortel, jagung, brokoli, dan sebagainya.

2. Sembelit

5 Tanda Fisik yang Menandakan Kamu Kurang Mengonsumsi Sayuranfreepik.com/freepik

Menurut sebuah penelitian dalam World Journal of Gastroenterology tahun 2016, kurangnya konsumsi sayuran bisa menyebabkan susah buang air besar alias konstipasi atau sembelit.

Hal ini dikarenakan sayuran memiliki kandungan serat yang tinggi. Bila tubuhmu sudah mengirimkan sinyal seperti itu, tandanya kamu harus segera memperbanyak porsi sayuran dalam pola makanmu.

Baca Juga: Suka Makan Sayuran Segar? Ini Manfaat dan Risiko Kesehatannya

3. Suasana hati menjadi buruk

5 Tanda Fisik yang Menandakan Kamu Kurang Mengonsumsi Sayuranpexels.com/Andrea Piacquadio

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Warwick Medical School, Inggris, yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ Open tahun 2014, menemukan hubungan antara pengaruh kurangnya konsumsi sayuran terhadap suasana hati yang menjadi buruk.

Pasalnya, kurangnya makan sayur dan lebih memilih mengonsumsi makanan tidak sehat seperti junk food atau makanan olahan lainnya, itu hanya akan mengakibatkan terjadinya "tabrakan" energi. Oleh karena itu, penting bagimu untuk mulai memperbanyak konsumsi sayuran agar suasana hatimu lebih stabil.

4. Cepat merasa lelah

5 Tanda Fisik yang Menandakan Kamu Kurang Mengonsumsi Sayuranunsplash.com/Christian Erfurt

Mengutip hasil penelitian tentang kaitan rasa lelah dan konsumsi sayuran yang diterbitkan BMC Public Health tahun 2018, konsumsi sayuran yang minim cuma akan membuat tubuh lebih cepat lelah. Kenapa?

Karena, kandungan magnesium yang terdapat di dalamnya tidak diterima tubuh dengan baik. Selain itu, sayuran juga mampu meningkatkan energi. Gak heran kalau kurangnya konsumsi sayuran hanya akan membuat tubuhmu sering mengirimkan sinyal alami berupa rasa lelah.

5. Kulit menjadi kusam

5 Tanda Fisik yang Menandakan Kamu Kurang Mengonsumsi Sayuranpokocbd.co.uk

Ketika bercermin dan mendapati kulitmu kusam, bisa jadi penyebabnya adalah akibat pola makanmu yang kurang sayur. 

Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Dermato Endocrinology tahun 2012, disebutkan bahwa jarang makan sayur bisa membuat kulit tampak kusam. Ini karena sayuran mengandung antioksidan yang terbukti ampuh dalam menangkal radikal bebas yang jadi biang kerok kulit kusam.

Itulah tadi beberapa tanda yang ditunjukkan oleh tubuh bila kamu kurang makan sayuran. Sayuran, enak, kok, apalagi bila kamu mengolahnya dengan cara-cara yang kreatif. Yuk, mulai sekarang tingkatkan porsi makan sayurmu agar kesehatan tubuhmu terjaga!

Baca Juga: Kebanyakan Makan Sayur Itu Sehat atau Tidak Ya? Ini 7 Fakta Ilmiahnya!

Annisa Nur Fitriani Photo Verified Writer Annisa Nur Fitriani

Don't sleep on me

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya