Comscore Tracker

5 Cara Mudah untuk Mengurangi Risiko Kanker Kolorektal

Ubah sedini mungkin untuk hidup lebih sehat

Sebagai kanker paling umum ketiga dan kanker paling mematikan kedua, kanker kolorektal atau kanker usus besar diperkirakan menyebabkan 1,9 juta kasus insiden dan 0,9 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2020, mengutip laporan dalam jurnal Translational Oncology tahun 2021.

Di Indonesia, menurut data GLOBOCAN 2018, salah satu kanker tertinggi kedua pada pria adalah kanker kolorektal, dengan jumlah kasus baru kanker ini mencapai 30.017.

Sebetulnya tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker kolorektal. Namun, tetap ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risikonya, seperti mengubah faktor risiko yang bisa kita kontrol. Nah, inilah beberapa perubahan gaya hidup yang bisa membantu mengurangi risiko kanker kolorektal.

1. Skrining kanker kolorektal

Dilansir American Cancer Society, lakukanlah skrining untuk kanker kolorektal. Skrining adalah tes untuk mencari kanker sebelum tanda dan gejala berkembang. Tes ini dapat menemukan kanker kolorektal atau kanker rektum lebih awal, ketika perawatan lebih mungkin berhasil.

Rekomendasi untuk skrining kanker kolorektal dimulai pada usia 45 tahun untuk orang dengan risiko rata-rata. Beberapa tes skrining kolorektal juga bisa menemukan dan menghilangkan pertumbuhan pra-kanker (polip) di usus besar atau rektum.

Polip sendiri bukanlah kanker, tetapi seiring waktu kanker dapat dimulai pada polip. Menghilangkannya dapat menurunkan risiko kanker. Bicarakan kepada dokter tentang kapan harus harus melakukan skrining dan tes apa saja yang mungkin tepat untukmu sesuai kondisi dan kebutuhan.

2. Pola makan sehat

5 Cara Mudah untuk Mengurangi Risiko Kanker Kolorektalilustrasi diet (pexels.com/Cats Coming )

Pola makan sehat tidak hanya baik untuk usus, tetapi juga untuk kesehatan secara keseluruhan. Dilansir The University of Texas MD Anderson Cancer Center, pola makan nabati dan membatasi konsumsi daging merah dan daging olahan telah terbukti dapat mengurangi risiko kanker usus besar.

Seperti berat badan dan olahraga, pola makan dapat memengaruhi keseimbangan bakteri sehat dan bakteri jahat di usus. Ini dapat memengaruhi risiko kanker.

American Institute for Cancer Research merekomendasikan untuk mengisi setidaknya dua pertiga piring dengan sayuran non-tepung dan biji-bijian, dan sepertiga atau kurang dengan protein hewani atau protein nabati tanpa lemak.

Perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, polong-polongan, dan biji-bijian utuh untuk membantu mengurangi risiko kanker usus dan kanker lainnya.

3. Stop merokok

Perokok memiliki risiko 50 persen lebih tinggi terkena kanker kolorektal daripada orang-orang yang tidak pernah merokok. Jadi, apabila kamu merokok, cara untuk mengurangi risiko kanker kolorektal adalah dengan berhenti.

Studi selama 12 tahun terhadap lebih dari 180.000 orang dalam Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention tahun 2009 menemukan hubungan antara merokok dan risiko kanker kolorektal. Risikonya paling besar di antara perokok dalam jangka waktu lama yang masih merokok. Risiko menurun untuk mantan perokok yang berhenti merokok sebelum usia 40 tahun atau yang tidak merokok selama lebih dari 31 tahun.

Sebuah metaanalisis dalam The American Journal of Gastroenterology tahun 2020 yang komprehensif menemukan bahwa merokok meningkatkan risiko kanker kolorektal, dengan risiko meningkat secara linier dengan intensitas dan durasi merokok, dan menurun apabila berhenti merokok.

4. Batasi alkohol

5 Cara Mudah untuk Mengurangi Risiko Kanker Kolorektalilustrasi minuman beralkohol (pexels.com/Andrea Piacquadio )

Mengurangi atau menghindari konsumsi alkohol dapat menurunkan risiko kanker kolorektal. Paling baiknya memang tidak mengonsumsi alkohol sama sekali. Namun, bila tidak bisa, rekomendasinya untuk perempuan tidak lebih dari satu gelas per hari, dan untuk pria tidak lebih dari dua gelas per hari.

Studi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Oncology tahun 2021 mengonfirmasi hubungan antara alkohol dan risiko kanker kolorektal yang lebih besar.

Baca Juga: Studi: Bakteri dalam Urine Bisa Jadi Indikator Kanker Prostat

5. Olahraga teratur

5 Cara Mudah untuk Mengurangi Risiko Kanker Kolorektalilustrasi olahraga (pexels.com/Andrea Piacquadio )

Rutin olahraga dapat membantu menjaga berat badan tetap sehat sekaligus mengurangi risiko kanker kolorektal dan berbagai masalah kesehatan lainnya. 

Studi dalam World Journal of Gastrointestinal Oncology tahun 2019 menemukan bahwa aktivitas fisik tidak hanya dapat mencegah sekitar 15 persen kanker usus besar, tetapi juga dapat mengurangi risiko kematian dan kambuhnya kanker usus besar sebelum dan setelah diagnosis.

Penelitian lainnya dalam jurnal Medicine tahun 2017 juga menemukan bahwa gaya hidup sedenter, khususnya menonton TV dalam waktu lama, lamanya waktu duduk di tempat kerja, serta total waktu duduk dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal pada orang dewasa.

6. Mempertahankan berat badan

Obesitas telah diketahui dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal. Apabila kamu mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, konsultasikan kepada dokter mengenai cara sehat untuk mengurangi berat badan.

Menurut National Cancer Institute, orang-orang yang kelebihan berat badan atau obesitas 30 persen lebih mungkin untuk mengembangkan kanker kolorektal. Sebagai tambahan, indeks massa tubuh yang tinggi juga terkait dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal, khususnya pada kaum adam.

7. Vitamin, mineral, dan kalsium

5 Cara Mudah untuk Mengurangi Risiko Kanker Kolorektalilustrasi konsumsi suplemen kolagen (pennmedicine.org)

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi multivitamin harian yang mengandung asam folat atau folat, dapat menurunkan risiko kanker kolorektal. Akan tetapi, tidak semua penelitian menemukan hal ini. Faktanya, beberapa penelitian telah mengisyaratkan bahwa asam folat membantu pertumbuhan tumor yang ada. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan mengenai hal ini.

Selain itu, beberapa studi menunjukkan bahwa vitamin D dapat menurunkan risiko kanker kolorektal. Penelitian telah menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal serta kanker lainnya.

Karena kekhawatiran bahwa paparan sinar matahari yang berlebihan dapat menyebabkan kanker kulit, sebagian besar ahli tidak merekomendasikan hal ini sebagai cara untuk menurunkan risiko kanker kolorektal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah peningkatan asupan vitamin D dari suplemen dapat membantu mencegah kanker kolorektal.

Rendahnya tingkat kalsium makanan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal dalam beberapa penelitian. Studi lain menunjukkan bahwa peningkatan asupan kalsium dapat menurunkan risiko kanker kolorektal.

Kalsium penting untuk sejumlah alasan kesehatan selain dari kemungkinan efek pada risiko kanker. Namun, karena kemungkinan peningkatan risiko kanker prostat pada pria dengan asupan kalsium atau produk susu yang tinggi, dan kemungkinan risiko kanker lain yang lebih rendah seperti kanker kolorektal dan kanker payudara, American Cancer Society tidak memiliki rekomendasi khusus mengenai konsumsi produk susu untuk pencegahan kanker.

Kalsium dan vitamin D mungkin bekerja sama untuk mengurangi risiko kanker kolorektal, karena vitamin D membantu penyerapan kalsium oleh tubuh. Namun, tidak semua penelitian menemukan bahwa suplemen nutrisi ini mengurangi risiko.

Beberapa penelitian telah menemukan kemungkinan hubungan antara pola makan tinggi magnesium dan pengurangan risiko kanker kolorektal, terutama di kalangan perempuan. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah hubungan tersebut benar-benar ada.

Yuk, lakukan perubahan hidup mulai dari pola makan, rutin olahraga, menjaga berat badan, tidak merokok dan minum alkohol serta lakukan skrining untuk mengurangi risiko kanker kolorektal. 

Mengubah gaya hidup mungkin dirasakan sulit untuk beberapa orang. Namun, tidak hanya kanker, perubahan gaya hidup yang kamu lakukan juga dapat mengurangi beberapa risiko jenis kanker lainnya serta beberapa penyakit serius seperti penyakit jantung dan diabetes.

Baca Juga: Seberapa Efektif Kopi dalam Mencegah Kanker? Ini 5 Faktanya 

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya