Comscore Tracker

7 Hal Random seputar Kesehatan Ini Ternyata Didukung Fakta Ilmiah

Sudah pada tahu belum?

Hidup di masyarakat kadang kita percaya akan hal-hal yang sifatnya turun-temurun atau disebarkan dari mulut ke mulut. Ini pun berlaku pada hal-hal seputar kesehatan. Ada cuma mitos, ada pula yang memang didukung fakta.

Berikut ini adalah hal-hal yang terdengar sepele, aneh, atau random tentang kesehatan, yang ternyata terbukti secara ilmiah. Apa saja?

1. Makan satu apel sehari dampaknya sangat baik untuk kesehatan

7 Hal Random seputar Kesehatan Ini Ternyata Didukung Fakta Ilmiahilustrasi apel (pexels.com/AndresAyrton)

Apel memang sehat, tetapi cuma mengandalkan buah satu ini dalam pola makan sehari-hari memang tidak cukup dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Namun, memang buah yang satu ini memiliki manfaat kesehatan yang tak bisa diremehkan.

Menurut sebuah laporan studi dalam jurnal BMJ tahun 2013, pemberian apel kepada semua orang dewasa usia 50 tahun bisa membantu mencegah atau menunda kematian yang berkaitan dengan masalah vaskular, seperti serangan jantung dan stroke setiap tahunnya di Inggris, efeknya serupa dengan pemberian obat statin kepada orang usia di atas 50 tahun yang belum mengonsumsinya.

Ada pula penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Cornell, Amerika Serikat, yang menemukan bahwa ekstrak apel segar secara signifikan bisa membantu menghambat tumor payudara pada tikus. Makin banyak ekstrak yang diberikan, semakin besar efek penghambatannya itu. Efek tersebut dikatakan berasal dari kandungan flavonoid dan antioksidan. Temuan ini dimual dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2009.

2. Makan makanan pedas bisa menurunkan berat badan

7 Hal Random seputar Kesehatan Ini Ternyata Didukung Fakta Ilmiahilustrasi cabai (pexels.com/Pixabay)

Menurut sebuah studi yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Biophysical Society’s Annual Meeting tahun 2015, senyawa kapsaisin atau capsaicin dalam cabai dapat membantu menurunkan berat badan dengan mendorong thermogenics, yaitu proses menghasilkan panas dari pembakaran lemak. Setelah menambahkan kapsaisin ke dalam makanan tikus yang berlemak tinggi, para peneliti dari Universitas Wyoming, AS, menemukan bahwa senyawa dalam cabai tersebut membantu mencegah penambahan berat badan dengan mengaktifkan termogenesis dalam tubuh.

Dengan memicu termogenesis, kapsaisin secara efektif mengubah lemak jahat yang tidak sehat menjadi lemak cokelat pembakar lemak. Lemak cokelat secara alami mengubah lemak putih menjadi lebih banyak lemak cokelat saat kita berolahraga. Kapsaisin dapat berfungsi sebagai bahan alami yang dapat dimakan yang dapat meniru efek pembakaran lemak dari olahraga. Tikus dari penelitian tersebut tidak menambah berat badan bahkan dengan diet tidak sehat yang tinggi lemak. Jadi, tak ada salahnya untuk menambahkan cabai dalam pola makan harianmu.

Selain itu, dilansir Livestrong, beberapa penelitian juga membuktikan bahwa makanan pedas, seperti cabai, dapat membantu menurunkan nafsu makan, meningkatkan pembakaran kalori, serta mendukung penghilangan lemak perut.

Meski demikian, mengandalkan cabai saja untuk menurunkan berat badan tentu tidak mungkin. Kamu harus mengatur pola makan, olahraga rutin, istirahat cukup, serta mampu mengelola stres dengan baik.

Baca Juga: Apakah Benar Makanan Organik Lebih Sehat? Ini Faktanya

3. Jus acar ampuh bisa mengatasi kram otot

7 Hal Random seputar Kesehatan Ini Ternyata Didukung Fakta Ilmiahilustrasi acar (pexels.com/KseniaChernaya)

Jus acar diyakini telah digunakan sejak lebih dari 4.000 tahun yang lalu. Orang Mesopotamia diketahui merendam mentimun dalam air garam asam sebagai metode pengawetan. Selama berabad-abad, klaim tentang manfaat kesehatan dari acar berkisar dari menjaga kecantikan hingga membuat tentara lebih kuat.

Nah, seiring kemajuan zaman, penelitian tentang khasiat jus acar samakin banyak. Satu studi dalam jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise menemukan bahwa jus acar bisa meredakan kram otot dalam waktu sekitar 1,5 menit atau 45 persen lebih cepat dibanding tidak meminum apa pun sebelum berolahraga.

Dilanir WebMD, ada penelitian terhadap 10 peserta yang menunjukkan pengurangan signifikan dalam durasi kram otot setelah minum jus acar dibandingkan dengan air deionisasi.

4. Rajin olahraga bikin kita makin pintar

7 Hal Random seputar Kesehatan Ini Ternyata Didukung Fakta Ilmiahilustrasi olahraga (pexels.com/MaryTaylor)

Bukan cuma untuk kebugaran, dilansir Psychology Today, olahraga juga membawa manfaat untuk otak. Sebuah penelitian oleh Dana-Farber Cancer Institute dan Harvard Medical School menemukan molekul spesifik, yang disebut irisin, yang diproduksi di otak selama latihan ketahanan melalui reaksi berantai.

Irisin diyakini memiliki efek pelindung saraf. Para peneliti juga mampu meningkatkan kadar irisin dalam darah secara artifisial yang mengaktifkan gen yang terlibat dalam pembelajaran dan memori.

Melalui uji coba terhadap tikus, para peneliti menemukan bahwa molekul FNDC5 dan produk sampingannya, irisin, meningkat di otak melalui latihan ketahanan. Mereka juga menemukan bahwa peningkatan kadar irisin dalam sirkulasi menyebabkan molekul tersebut melewati sawar darah otak, yang kemudian meningkatkan ekspresi BDNF (faktor neurotropik yang diturunkan dari otak) dan mengaktifkan gen yang terlibat dalam kognisi. Di sisi lain, tikus yang diubah secara genetik memiliki tingkat irisin yang rendah di otak telah menurunkan tingkat BDNF.

Ini juga dapat menurunkan kadar hormon stres kortisol, serta meningkatkan pemikiran kritis.

5. Sakit maag saat hamil bisa membuat rambut bayi jadi lebat

7 Hal Random seputar Kesehatan Ini Ternyata Didukung Fakta Ilmiahilustrasi bayi berambut lebat (pexels.com/SHAHBAZAKRAM)

Menurut sebuah dalam jurnal Birth tahun 2006, perempuan hamil yang mengalami maag sedang hingga berat melahirkan bayi dengan rambut yang lebat. Di sisi lain, bayi yang ibunya tidak mengalami maag memiliki rambut yang lebih sedikit atau tidak ada sama sekali.

Walaupun hubungannya tidak sepenuhnya jelas, para peneliti berteori bahwa kadar estrogen ekstra tinggi dan hormon kehamilan lainnya dapat mendorong pertumbuhan rambut janin.

6. Makan keju sebelum tidur bisa bikin kita mimpi buruk

7 Hal Random seputar Kesehatan Ini Ternyata Didukung Fakta Ilmiahilustrasi keju (pexels.com./IritaAntonevica)

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh British Cheese Board dikatakan bahwa keju yang berbeda memberi subjek jenis mimpi yang berbeda pula. Misalnya, 85 persen perempuan yang makan keju Stilton mengalami "gila" dan jelas, sementara 60 persen partisipan yang diberikan keju Red Leicester bermimpi tentang masa kecil mereka. Ini mungkin ada hubungannya dengan kandungan triptofan dalam susu, yang mendorong tidur dan mengurangi tingkat stres.

Studi dalam jurnal Frontiers in Psychology tahun 2015 berusaha untuk mengeksplorasi lebih jauh hubungan antara produk susu dan mimpi. Ketika peneliti bertanya kepada 382 peserta apakah mereka percaya apa yang mereka makan memengaruhi mimpi mereka, sebanyak 18 persen percaya makanan mereka dapat memengaruhi tidur mereka, menyebabkan mimpi yang mengganggu atau aneh.

Dilansir Men's Health, terdapat kemungkinan persepsi mimpi buruk setelah makan produk susu hanya karena gangguan tidur, kata para peneliti. Mereka menyebutnya sebagai "hipotesis gangguan makanan" dan mengatakan bahwa hal itu bisa terjadi karena makanan yang memicu gangguan pencernaan.

Faktanya memang produk susu bisa menyebabkan gejala pada pencernaan seperti gas, perut kembung, dan kram pada orang dengan sensitivitas atau intoleransi laktosa. Itu tentu saja bisa mengacaukan tidur, yang bisa berdampak pada mimpi.

7. Efek latihan pada otak bisa meningkatkan kemampuan kognitif

7 Hal Random seputar Kesehatan Ini Ternyata Didukung Fakta Ilmiahilustrasi permainan kelompok (pexels.com/RODNAE Productions)

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jika kamu terus-menerus melatih maupun menantang kemampuan otakmu, kamu mungkin dapat mencegah kerusakan kognitif, demensia, dan bahkan mungkin penyakit Alzheimer.

Satu studi dari University of Montreal, Kanada, dilansir Science Daily, berfokus pada orang-orang berusia antara 55 dan 75 tahun, menunjukkan bahwa hal sederhana seperti bermain video game dapat meningkatkan fungsi otak dan meningkatkan materi abu-abu di hipokampus atau bagian kecil di otak yang berperan penting dalam mengingat informasi baru dan menghubungkan emosi ke dalam ingatan tersebut.

Dilansir U.S.News, menurut sebuah studi dalam jurnal BMJ tahun 2010, orang dewasa lebih tua yang secara teratur terlibat dalam aktivitas yang melibatkan mental, seperti membaca atau mengerjakan teka-teki silang, mendapatkan skor yang lebih tinggi pada tes ketajaman mental. Manfaat ini dianggap mungkin bisa membantu mengurangi risiko penyakit Alzheimer di masa mendatang.

Bagaimana, menarik, ya, fakta-fakta di atas. Bertambah lagi, deh, wawasan kita!

Baca Juga: Mentah atau Matang? 5 Fakta tentang Cara Makan Brokoli yang Sehat

Basri W Pakpahan Photo Verified Writer Basri W Pakpahan

Menulis untuk Memperbaiki Diri

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya