Comscore Tracker

10 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh secara Alami

Kamu cuma perlu membiasakannya

Berbagai upaya menjaga kesehatan tubuh sebaiknya dilakukan. Gaya hidup sehat dapat membantu mencegah penyakit kronis dan penyakit jangka panjang. Merasa nyaman dengan diri sendiri dan menjaga kesehatan penting untuk harga diri dan citra dirimu.

Sayangnya, masih banyak orang yang tidak peduli bahkan melakukan pola hidup yang buruk, sehingga berdampak negatif terhadap kesehatannya. Padahal caranya begitu sederhana seperti langkah-langkah di bawah ini.

1. Luangkan waktu menciptakan momen ketenangan

10 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh secara Alamiilustrasi me-time (pexels.com/TarynElliot)

Stres kronis dapat berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh. Untuk membantu meredakan kecemasan dan ketegangan, berhentilah sejenak dari aktivitas harianmu sekadar untuk bernapas dan fokus.

Bila ada waktu, meditasi bisa membantu. Kamu juga bisa melakukan hal-hal yang kamu sukai seperti melakukan hobi, berendam di air hangat, membaca buku, melakukan panggilan video dengan teman atau keluarga, membaca kitab suci, dan sebagainya.

2. Tertawalah

10 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh secara Alamiilustrasi tertawa lepas (pexels.com/GustavoFring)

Cara lain yang mudah untuk menghilangkan stres adalah dengan tertawa. Menemukan kegembiraan dan tertawa dapat melepaskan neuron yang membantu melawan stres dan risiko penyakit.

Tertawa telah menunjukkan efek positif terhadap kesehatan fisik dan mental. Sayangnya, seiring bertambahnya usia dan dipengaruhi faktor lainnya, intensitas tertawa seseorang justru menurun.

Baca Juga: 7 Gejala Sistem Imun yang Melemah Saat Pandemik, Cegah Sebelum Sakit

3. Bernyanyi dengan caramu sendiri

10 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh secara Alamiilustrasi bernyanyi (pexels.com/AndreaPiacquadio)

Tanpa disadari, bernyanyi merupakan aktivitas yang kompleks. Hal ini karena bernyanyi melibatkan berbagai area di otak, terutama bagian otak yang berperan dalam fungsi berbahasa, vokal, dan emosional.

Menurut sebuah laporan berjudul "Singing modulates mood, stress, cortisol, cytokine and neuropeptide activity in cancer patients and carers" dalam jurnal ecancermedicalscience tahun 2016, dilakukan penelitian terhadap anggota paduan suara di Jerman. Ditemukan bahwa bernyanyi dapat mengakifkan limpa, membantu meningkatkan konsentrasi antibodi dalam darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

4. Konsumsi jamur

10 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh secara Alamiilustrasi jamur (unsplash.com/Peter Oslanec)

Jamur telah dikenal dan secara luas digunakan di wilayah Asia selama lebih dari 2.000 tahun. Akan tetapi, para ahli sekarang melihat lebih banyak manfaat bahan makanan ini dalam semua bentuk pengobatan, terutama efeknya pada sistem kekebalan tubuh.

Studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Florida Institute of Food and Agricultural Sciences, Amerika Serikat (AS), menunjukkan peningkatan kekebalan pada orang yang mengonsumsi jamur shiitake yang dimasak setiap hari selama empat minggu. Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of the American College of Nutrition tahun 2015. 

5. Jangan mager, upayakan terus bergerak

10 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh secara Alamiilustrasi olahraga (pexels.com/KetutSubiyanto)

Dilansir MedlinePlus, cara mudah lain untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah dengan memiliki gaya hidup yang aktif. Penelitian telah menunjukkan bahwa aktif bergerak amat penting untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh.

Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan:

  • Bersepeda bersama anak Anda beberapa kali dalam seminggu
  • Jalan kaki santai selama 20 sampai 30 menit setiap hari
  • Pergi ke gym setiap dua hari sekali, atau olahraga di rumah
  • Gunakan tangga ketimbang menggunakan lift atau eskalator

6. Cukup istirahat

10 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh secara Alamiilustrasi tidur nyenyak (pexels/AndreaPiacquadio)

Istirahat yang cukup dapat membantu pemulihan tubuh dan meningkatkan stamina. Kebutuhan orang dewasa untuk tidur idealnya adalah 7-8 jam setiap hari. Waktu tidur terbaik adalah di malam hari dengan rekomendasi antara jam 9 malam hingga jam 4 pagi.

Kurang istirahat akan mempengaruhi 771 ekspresi gen kita, yang akan memengaruhi keseimbangan sistem tubuh. Penyakit kanker, jantung, stroke, radang sendi, penyakit autoimun, dan depresi bisa terjadi karena kurang istirahat.

Baca Juga: Seperti Apa Sistem Imun Orang yang Pernah Terjangkit COVID-19?

7. Tetap jaga kehangatan tubuh

10 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh secara Alamiilustrasi bincang santai (pexels.com/EkaterinaBolovtsova)

Pada situasi tertentu kadang kita dihadapkan pada waktu ketika tubuh merasa dingin, terutama saat berada di daerah pegunungan atau dataran tinggi. Bagi para pendaki atau pelancong yang tinggal sementara untuk berlibur di tempat dingin, perlu diperhatikan beberapa kondisi tubuh agar tidak terkena hipotermia.

Menurut penelitian dalam Archives of Virology tahun 2017, sel imun tubuh tidak mampu melawan virus secara optimal saat tubuh dalam kondisi kedinginan.

8. Konsumsi kunyit

10 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh secara Alamiilustrasi kunyit bubuk (pexels.com/KarolinaGrabowska)

Dilansir Healthline, khasiat pengobatan dalam kunyit mungkin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, bahkan pada orang-orang dengan gangguan kekebalan. Sebuah penelitian dalam Journal of Clinical Immunology tahun 2007 berteori bahkan kunyit dapat memoderasi sistem kekebalan tubuh.

9. Makanan tinggi kuercetin

10 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh secara Alamiilustrasi anggur merah (unsplash.com/Jene Yeo)

Menurut laporan dalam jurnal Molecules tahun 2016, kuersetin atau quercetin dikenal karena aktivitas antioksidannya dalam pembersihan radikal bebas dan sifat antialergi, yang ditandai dengan stimulasi sistem kekebalan tubuh, aktivitas antivirus, penghambatan pelepasan histamin, penurunan sitokin pro-inflamasi, pembentukan leukotrien, dan menekan produksi interleukin IL-4.

Asupan kuersetin bisa didapat dari apel, madu, rasberi, bawang, anggur merah, ceri, buah citrus, dan sayuran berdaun hijau.  

10. Hindari alkohol

10 Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh secara Alamihindari alkohol (freepik.com/freepik)

Berdasarkan laporan dari National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism, konsumsi alkohol dapat mengubah jumlah, kelangsungan hidup, dan fungsi sebagian besar sel kekebalan. Meskipun perubahan ini saja mungkin tidak cukup untuk memengaruhi kesehatan seseorang, jika seseorang terinfeksi kedua kalinya, seperti virus, sistem kekebalannya mungkin tidak dapat merespons dengan baik, meningkatkan risiko infeksi.

Efek spesifik alkohol pada sistem kekebalan sangat bergantung pada seberapa sering dan seberapa banyak seseorang minum. Bahkan, satu episode pesta alkohol dapat memiliki efek terukur pada sistem kekebalan tubuh, dari dalam 20 menit pertama hingga beberapa setelah konsumsi alkohol. 

Dalam jangka panjang, penyalahgunaan alkohol melemahkan sistem kekebalan dan meningkatkan risiko dan keparahan infeksi virus dan bakteri, termasuk human immunodeficiency virus (HIV), hepatitis B dan C, dan infeksi paru-paru. Ini dapat mengurangi keefektifan vaksin dan berkontribusi pada sejumlah penyakit, termasuk penyakit hati alkoholik, pankreatitis alkoholik, peradangan di saluran pencernaan dan otak, serta kanker.

Alkohol juga memengaruhi sistem kekebalan melalui efeknya pada hati. Komponen penting dari sistem kekebalan bawaan, hati menghasilkan berbagai macam protein antibakteri. Jika alkohol mengakibatkan kerusakan hati yang parah, organ tersebut kurang mampu memproduksi protein ini, sehingga meningkatkan kerentanan tubuh terhadap
infeksi bakteri. Memang, infeksi bakteri adalah salah satu komplikasi paling umum dari hepatitis alkoholik dan sirosis alkoholik.

Mengonsumsi alkohol selama kehamilan dapat mengganggu perkembangan sistem imun janin. Itu bisa meningkatkan risiko infeksi dan penyakit pada bayi setelah lahir dan mungkin sepanjang hidup mereka. Satu studi menemukan efek paparan alkohol pranatal pada infeksi neonatal paling signifikan jika paparan alkohol terjadi pada trimester kedua kehamilan, saat sistem kekebalan berkembang. Risikonya bahkan lebih signifikan untuk bayi yang lahir prematur. Diperlukan penelitian tambahan untuk mengetahui bagaimana ibu hamil yang minum alkohol memengaruhi sistem kekebalan janin dan apakah efek ini dapat dibalik atau dikurangi.

Itulah kebiasaan sederhana yang mudah dilakukan mulai sekarang agar tubuh sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Ingat, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati!

Baca Juga: Tak Terduga! 7 Hal Ini Bisa Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuhmu

Basri W Pakpahan Photo Verified Writer Basri W Pakpahan

Menulis untuk Memperbaiki Diri

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya