Comscore Tracker

Bisa Sebabkan Bau Mulut, Ini 5 Tanda Kamu Kelebihan Protein 

Dibutuhkan tubuh, tapi kalau berlebihan tentu tidak baik

Protein adalah bagian penting dari makanan kita. Tubuh membutuhkannya untuk merasa kenyang, berenergi, membangun dan memperbaiki otot, memproses nutrisi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan masih banyak lagi.

Protein terdiri dari asam amino yang merupakan bahan pembangun jaringan tubuh, termasuk otot, pembuluh darah, rambut, kulit, dan kuku. Protein juga terlibat dalam produksi enzim dan hormon yang membantu tubuh berfungsi normal.

Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan saat menentukan berapa banyak protein yang kita butuhkan setiap hari. Misalnya, seberapa tinggi aktivitas fisikmu dan bagaimana fungsi pencernaan tubuh.

Meski demikian, dalam kondisi normal, angka kecukupan gizi (AKG) harian protein untuk laki-laki dan perempuan dewasa adalah 50 hingga 62 gram protein per hari.

Lantas, apa yang terjadi bila kamu mengonsumsi protein berlebihan? Inilah tanda-tanda yang akan dialami oleh tubuh.

1. Siap-siap, berat badan meningkat

Bisa Sebabkan Bau Mulut, Ini 5 Tanda Kamu Kelebihan Protein Daging adalah sumber protein. freepik.com/stockking

Memang benar bahwa memiliki diet protein tinggi dapat memuaskan rasa laparmu. Namun, bila sampai berlebihan yang akan terdampak tentunya berat badanmu. 

Pola makan tinggi protein memang bisa membantu menurunkan berat badan, tapi jenis penurunan berat badan ini mungkin hanya dalam jangka pendek.

Kelebihan protein biasanya disimpan dalam bentuk lemak, sedangkan kelebihan asam amino dikeluarkan. Ini bisa menyebabkan penambahan berat badan seiring waktu, terutama jika kamu mengonsumsi terlalu banyak kalori saat mencoba meningkatkan asupan protein.

Studi dalam jurnal Clinical Nutrition tahun 2016 menemukan bahwa kenaikan berat badan secara signifikan dikaitkan dengan diet di mana protein menggantikan karbohidrat, tetapi tidak saat protein menggantikan lemak.

2. Brain fog

Bisa Sebabkan Bau Mulut, Ini 5 Tanda Kamu Kelebihan Protein Ilustrasi brain fog atau kabut otak. freepik.com/wayhomestudio

Brain fog atau kabut otak adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi sulit konsentrasi dan tidak fokus, perhatian mudah teralihkan, pelupa, dan gangguan proses berpikir lainnya. Kondisi bisa terus berlanjut setelah kamu lelah seharian bekerja, yang imbasnya kamu akan lebih memilih minum kopi dan makan camilan.

Nah, ada kemungkinan brain fog diakibatkan karena kadar protein yang berlebih dalam tubuh. Mengapa demikian? Ini karena kekurangan gula di otak dapat menyebabkan otakmu menyusut.

Terlalu banyak makan protein berarti tubuhmu mungkin mengganti asupan yang seharusnya dari karbohidrat. Ini berisiko karena karbohidrat adalah sumber energi utama otak, dan jika tidak cukup maka akan mengganggu konsentrasi.

Baca Juga: 7 Makanan Sumber Protein Paling Murah, Cocok untuk Anak Kos

3. Siklus pencernaan yang tidak lancar

Bisa Sebabkan Bau Mulut, Ini 5 Tanda Kamu Kelebihan Protein pexels.com/AndreaPiacquadio

Memiliki siklus pencernaan yang mulus akan membuatmu merasa lebih sehat secara keseluruhan dan meminimalkan potensi gangguan pencernaan. Namun, bila asupan protein terlalu tinggi, kamu mungkin akan kesulitan untuk memiliki pencernaan yang teratur.

Selain itu, pada orang-orang yang asupan proteinnya tinggi, biasanya cenderung kekurangan serat dari biji-bijian dan sayuran. Padahal, serat penting untuk pencernaan dan keteraturan siklus tubuh. Tanpanya, kamu mungkin akan mengalami masalah pencernaan seperti sembelit.

Maka dari itu, targetkan 25 gram serat setiap harinya lewat makan seperti biji-bijian, sayuran, dan buah. Mengonsumsi probiotik setiap hari juga dapat membantu menjaga pencernaanmu tetap lancar.

4. Merasa haus berlebihan

Bisa Sebabkan Bau Mulut, Ini 5 Tanda Kamu Kelebihan Protein Pexels.com/MauricioMascaro

Menurut keterangan dalam European Journal of Clinical Nutrition tahun 2003, indikator lain bahwa kamu mungkin kelebihan protein adalah keinginan terus-menerus untuk minum. Kenapa? Dehidrasi ini disebabkan karena ginjal yang bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan protein serta limbah nitrogen dari metabolisme protein.

Cara mengatasinya adalah dengan mengonsumsi lebih banyak cairan dan tentu saja dengan mengurangi asupan protein. 

Penting untuk memperhatikan gejala ini secara spesifik, karena batu ginjal juga bisa disebabkan oleh pola makan tinggi protein. Sebab, ketika kamu membuat ginjalmu bekerja berlebihan, risiko batu ginjal meningkat bagi mereka yang sudah rentan. Itu karena masalah khusus dengan penyerapan bentuk kalsium tertentu yang kebanyakan dari sayuran hijau.

5. Kamu bisa mengalami bau mulut

Bisa Sebabkan Bau Mulut, Ini 5 Tanda Kamu Kelebihan Protein Ilustrasi bau mulut atau halitosis. freepik.com/karlyukav

Tentu rasanya canggung atau memalukan saat kamu bicara atau tertawa, tetapi lawan bicaramu seakan menjaga jarak. Saat menutup mulut dengan tangan dan mencium napas sendiri, ternyata baunya tak sedap!

Melansir Healthline, saat tubuh memecah protein, amonia dihasilkan. Ini adalah produk sampingan lain dari metabolisme yang dieliminasi melalui urine dan pernapasan. Amonia juga bisa menimbulkan yang menyengat pada napas.

Mengurangi protein dan meningkatkan konsumsi lemak sehat (alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun) dapat membantu mengatasinya.

Itulah tanda-tanda yang bisa dialami tubuh bila kelebihan protein. Pola makan tinggi protein memang populer dan bisa mendatangkan banyak manfaat. Kebanyakan orang mungkin bisa meningkatkan asupan proteinnya dengan aman, selama tidak mengurangi karbohidrat atau punya penyakit hati atau ginjal. Konsultasi ke dokter bila ingin memulai diet tinggi protein untuk jangka panjang.

Baca Juga: Protein Nabati Jauh Lebih Baik daripada Hewani? Ini 4 Alasan Utamanya!

Basri W Pakpahan Photo Verified Writer Basri W Pakpahan

Menulis untuk Memperbaiki Diri

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya