Comscore Tracker

5 Trik Umum untuk Mencegah Kuman Ini Ternyata Tidak Efektif

Salah satunya memencet tombol toilet dengan kaki!

Kuman penyakit memang ada di mana-mana. Selain menjaga daya tahan tubuh tetap optimal agar tidak mudah terserang penyakit, ada banyak trik yang bisa dilakukan untuk menghindari paparan kuman.

Sebagai contoh, rutin membersihkan permukaan yang sering disentuh, menutup penutup toilet sebelum membilas atau flush toilet, dan sebagainya.

Namun, ternyata ada banyak cara umum menghindari kuman yang nyatanya tidak efektif. Apa saja? Berikut ini pembahasannya.

1. Menggunakan lengan baju untuk membuka pintu kamar mandi

5 Trik Umum untuk Mencegah Kuman Ini Ternyata Tidak EfektifIlustrasi membuka pintu dengan lengan baju (core77.com)

Biasanya banyak dilakukan di toilet umum, banyak orang yang tidak memegang langsung gagang pintu kamar mandi. Misalnya memegangnya dengan tisu atau menggunakan lengan baju supaya tidak menyentuhnya langsung.

Dilansir StateFoodSafety, menggunakan pakaianmu sendiri, seperti lengan baju, untuk membuka atau menutup pintu sebetulnya tidak membantumu dalam menghindari paparan kuman. Pada dasarnya kuman yang menempel di pintu akan berpindah ke pakaianmu. Malah, saat pakaian tersebut tersentuh tangan, bakteri akan pindah ke tanganmu.

Yang disarankan adalah menggunakan benda sekali pakai, misalnya tisu.

2. Mengenakan sarung tangan di dalam ruangan

5 Trik Umum untuk Mencegah Kuman Ini Ternyata Tidak Efektifilustrasi sarung tangan (pexels.com/Anastasia Zhanina)

Beberapa orang menggunakan sarung tangan di dalam ruangan untuk mencegah paparan kuman. Padahal, bahan dari sarung tangan cenderung bersifat menyerap, sehingga banyak bakteri dan virus bisa menempel di sana. Dan ketika kamu melepaskan dan memasang lagi sarung tangan, tangan akan berkontak dengan kuman, dan akan lebih berisiko lagi bila melepaskan sarung tangan dengan menggigit bagian ujung jarinya.

Menurut laporan dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology tahun 2014, bahan kain disebut-sebut tidak steril dan bisa dihuni banyak bakteri, karena keringat dan bakteri yang berpindah dari kulit.

Baca Juga: 8 Kebiasaan 'Makan Sehat' yang Ternyata Buruk untuk Tubuh

3. Duduk di toilet tetapi tidak sampai menyentuh permukaan dudukan toilet

5 Trik Umum untuk Mencegah Kuman Ini Ternyata Tidak EfektifIlustrasi toilet (pexels.com/KarolinaGrabowska)

Khususnya di toilet umum, beberapa orang mungkin menggunakan toilet duduk dengan cara duduk tetapi bokong tidak sampai menyentuh permukaan dudukan toilet. Namun, ternyata cara ini secara jangka panjang bukan hal yang baik.

Menurut keterangan dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, menggunakan toilet duduk seperti itu bisa mempersulit pengosongan kandung kemih. Bila dilakukan terus-menerus, ini bisa berujung pada peningkatan risiko masalah kandung kemih.

4. Menerapkan aturan lima detik

5 Trik Umum untuk Mencegah Kuman Ini Ternyata Tidak EfektifIlustrasi kuman (beatascienceart.com)

Mungkin kamu adalah salah satu yang menganggap bahwa makanan yang jatuh kurang dari 5 detik, atau di Indonesia sendiri "aturan" yang berlaku adalah 5 menit, aman untuk tetap dimakan.

Faktanya, makanan yang jatuh sudah pasti mengandung kuman. Bakteri, virus, atau parasit bisa segera hinggap begitu makanan menyentuh lantai, tanah, dan permukaan lainnya.

Tahun 2007, Clemson University, Amerika Serikat (AS), mengadakan penelitian untuk mencari tahu berapa banyak kuman yang hinggap di makanan yang jatuh. Dari situ, ditemukan bahwa jumlah mikroorganisme yang menempel tidak bergantung pada seberapa lama makanan berada di sebuah permukaan, tak peduli apakah makanan tersebut jatuh selama 5 detik atau 5 menit.

Penelitian tersebut membuktikan bahwa saat makanan dijatuhkan di lantai, bakteri salmonela sekitar 48-70 persen langsung berpindah. Jumlah tersebut tidak berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. Yang memengaruhinya adalah area tempat jatuhnya makanan. Misalnya, tanah dan aspal mengandung lebih banyak kuman daripada lantai rumah dan meja.

Meski demikian, ada pula penelitian lainnya dari Aston University, Inggris, yang menemukan bahwa jumlah kuman di makanan yang jatuh akan bertambah setelah melewati waktu 4 detik. Bahkan, diperkirakan jumlahnya bertambah 10 kali lipat setiap menitnya.

Bahkan, menurut sebuah laporan dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology tahun 2016, kuman dapat langsung menempel hanya dalam satu detik sejak makanan jatuh.

5. Flush toilet dengan kaki

5 Trik Umum untuk Mencegah Kuman Ini Ternyata Tidak EfektifIlustrasi toiet (pexels.com/KarolinaGrabowska)

Tombol pembilas toilet memang banyak dihuni bakteri, sehingga banyak orang yang ketika menggunakan toilet umum mengunakan kakinya untuk menekan tombol flush toilet. Akan tetapi, ternyata cara inilah yang turut menyumbang banyaknya bakteri di tombol flush toilet!

Lantai kamar mandi dan bagian bawah sepatu adalah salah satu benda dengan kuman terbanyak. Jadi, kalau kamu menekan tombol flush dengan sepatumu, tentu saja kuman di sepatu akan berpindah ke sana.

Daripada menggunakan sepatu, tak apa menggunakan tanganmu untuk memencet tombol flush toilet, tetapi jangan sampai lupa untuk mencuci tangan dengan sabun dan air setelahnya.

Dilansir The Healthy, alasan lain untuk menghentikan kebiasaan ini adalah karena bakteri yang kamu ingin hindari di toilet sudah mati. Bakteri usus tidak bertahan lama di permukaan yang dingin seperti di toilet umum.

Jadi, bagaimana cara mencegah kuman yang benar?

5 Trik Umum untuk Mencegah Kuman Ini Ternyata Tidak Efektifilustrasi cuci tangan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Menurut National Library of Medicine, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencegah kuman penyakit, seperti:

  • Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling efektif untuk mencegah penyebaran infeksi
  • Tutupi batuk dan bersin menggunakan tisu atau lipatan siku bagian dalam
  • Selalu membawa serta tisu dan pembersih tangan untuk digunakan sewaktu-waktu
  • Jangan menutup batuk atau bersin dengan telapak tangan
  • Jangan menyentuh wajah bila belum cuci tangan
  • Lakukan vaksinasi yang dibutuhkan

Itulah trik umum yang sering dilakukan untuk mencegah paparan kuman, tetapi faktanya bisa tidak efektif. Jadi, lebih baik lakukan tips di atas, ya, dan selalu pastikan kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: 8 Hal dan Kebiasaan Aneh BAB, Pernah Tahu Fakta Pup Ini?

Basri W Pakpahan Photo Verified Writer Basri W Pakpahan

Menulis untuk Memperbaiki Diri

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya