Comscore Tracker

Dampak Abu Vulkanik pada Kesehatan dan Lingkungan, Bisa Bahaya!

Dapat mengiritasi saluran napas dan mata

Baru-baru ini, Gunung Semeru yang terletak di wilayah Lumajang dan Malang, Jawa Timur, meletus pada hari Sabtu (4/12/2021). Mengutip rilis dari Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi tanggal 5 Desember 2021, Gunung Semeru setelah erupsi masih dalam status level II atau waspada.

Erupsi Gunung Semeru tentunya menimbulkan berbagai kerusakan. Selain itu, abu vulkanik pasca erupsi juga dikhawatirkan berakibat buruk pada kesehatan. Inilah beberapa dampak abu vulkanik pada kesehatan dan lingkungan.

1. Material letusan gunung berapi

Dampak Abu Vulkanik pada Kesehatan dan Lingkungan, Bisa Bahaya!ilustrasi gunung meletus (pexels.com/Pixabay)

Gunung berapi akan mengeluarkan berbagai material, seperti gas beracun, lahar, lava, bebatuan, awan panas, hingga abu vulkanik saat erupsi, mengutip Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Material yang dikeluarkan oleh gunung berapi saat erupsi tersebut akan berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.

Salah satu material gunung berapi yang bisa menimbulkan masalah kesehatan setelah erupsi adalah abu vulkanik. Tiupan angin menyebabkan abu vulkanik makin menyebar ke  area yang lebih luas.

2. Abu vulkanik

Dampak Abu Vulkanik pada Kesehatan dan Lingkungan, Bisa Bahaya!ilustrasi abu vulkanik (unsplash.com/Yosh Ginsu)

Abu vulkanik berbentuk seperti butiran partikel batu yang permukaannya kasar. Tidak seperti abu sisa pembakaran yang rapuh, abu vulkanik berbentuk padatan keras, abrasif, dapat menghantarkan listrik saat basah, dan tidak larut air.

Mengutip laman United States Geological Survey (USGS), partikel abu vulkanik mempunyai beragam ukuran. Makin kecil ukuran abu vulkanik, maka makin jauh abu vulkanik tertiup angin. Partikel terkecil abu vulkanik dapat menempuh jarak yang jauh dari gunung berapi. Faktor yang memengaruhi jauhnya abu vulkanik yaitu kecepatan angin, volume atau banyaknya jumlah abu, dan ketinggian kolom letusan.

Baca Juga: Minim Dibicarakan, padahal Polusi Udara Amat Berbahaya!

3. Dampak abu vulkanik pada lingkungan

Dampak Abu Vulkanik pada Kesehatan dan Lingkungan, Bisa Bahaya!Tim BPBD Kabupaten Malang melaksanakan evakuasi barang pengungsi dan distribusi bantuan ke pengungsi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. (twitter.com/bpbdkabmalang)

Masih bersumber dari USGS, hujan abu vulkanik dapat merusak bangunan dan mengganggu berbagai infrastruktur seperti jalan, sumber listrik, hingga alat komunikasi. Butiran abu vulkanik juga dapat mencemari sumber air sehingga disarankan menggunakan sumber air yang tidak terkontaminasi.

Selain itu, abu vulkanik juga dapat mencemari area pertanian sehingga menyebabkan tanaman rusak. Tanaman yang terkontaminasi partikel abu yang berukuran sangat kecil dapat menyebabkan dampak kesehatan jika tertelan. Abu vulkanik juga dapat menutupi area rerumputan sehingga hewan ternak akan kesulitan mencari makan.

4. Dampak abu vulkanik pada kesehatan

Dampak Abu Vulkanik pada Kesehatan dan Lingkungan, Bisa Bahaya!ilustrasi batuk (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Abu vulkanik dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan. Bila terhirup, maka dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan yang ditandai dengan hidung berair, rasa tidak nyaman pada  tenggorokan, batuk, dan lainnya.

Paparan abu vulkanik dapat memperparah kondisi orang-orang yang sudah memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma atau bronkitis. Selain itu, letusan gunung yang mengeluarkan butiran halus abu vulkanik yang mengandung kristalin silika bebas dengan kadar tinggi berpotensi menimbulkan silikosis.

Partikel abu vulkanik juga dapat masuk ke mata dan mengiritasinya. Partikel abu yang tajam bisa menggores permukaan mata, sehingga mata terasa tidak nyaman, gatal, dan menjadi kemerahan. 

Selain itu, abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi kulit pada beberapa orang yang diakibatkan paparan abu langsung atau menggunakan air yang terkontaminasi.

5. Langkah-langkah untuk melindungi diri dari abu vulkanik

Dampak Abu Vulkanik pada Kesehatan dan Lingkungan, Bisa Bahaya!ilustrasi memakai masker (unsplash.com/TJ Clear)

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari abu vulkanik, terutama untuk kamu yang tinggal dekat atau terdampak gunung meletus. 

  • Menggunakan masker untuk mencegah partikel abu masuk ke saluran pernapasan. Penting diketahui bahwa membasahi masker atau kain tidak akan meningkatkan kemampuan masker dalam menyaring abu vulkanik.
  • Menggunakan kaca mata atau pelindung mata untuk mencegah abu masuk ke mata.
  • Hindari menggunakan lensa kontak karena dapat mengiritasi mata.
  • Menggunakan pakaian lengan panjang untuk melindungi kulit.
  • Sebisa mungkin hindari kontak langsung dengan abu vulkanik.
  • Menutup pintu dan jendela apabila berada di ruangan jika memungkinkan.
  • Menutup tempat penampungan air. Jika sumber air minum terkontaminasi abu, maka gunakan sumber air yang lain.
  • Hindari bepergian kecuali ada hal penting. Berkendara saat banyak abu berbahaya bagi kesehatan. Abu dapat menyebabkan jalan menjadi licin. Abu juga dapat menyumbat mesin kendaraan dan menyebabkan kendaraan mogok.
  • Membersihkan atap dari abu. Abu sangat berat sehingga dapat menyebabkan bangunan roboh.
  • Berhati-hati saat membersihkan atap dari abu karena atap menjadi licin sehingga dapat menyebabkan jatuh.  

Dampak abu vulkanik menyebabkan kerusakan berbagai infrastruktur, area pertanian, hingga mencemari sumber air. Selain itu, abu vulkanik berbentuk seperti butiran partikel batu yang kasar dan keras bisa berdampak negatif pada kesehatan orang-orang yang menghirupnya. Bila kamu tinggal di dekat gunung berapi yang baru meletus, seperti Gunung Semeru, lindungi dirimu dan keluargamu dengan baik, ya.

Baca Juga: Hati-hati, Ini 10 Risiko Kesehatan akibat Paparan Polusi Udara

Dewi Purwati Photo Verified Writer Dewi Purwati

Health enthusiast

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R F
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya