Comscore Tracker

Hati-hati! 5 Mitos Masalah Jantung yang Tak Boleh Kamu Percaya

Hayo, kamu pernah percaya mitos ini?

Dalam beberapa dekade terakhir, penelitian tentang penyakit jantung sudah semakin berkembang, sehingga masyarakat awam bisa lebih banyak belajar tentang apa yang menyebabkan berbagai masalah pada jantung dan bagaimana mencegahnya. Kendati demikian, jika kamu tidak berhati-hati dalam menyaring informasi, bukan tidak mungkin kamu memiliki kesalahpahaman tentang faktor risiko penyakit jantung.

Untuk itu, mengetahui mitos-mitos seputar masalah jantung dan bagaimana fakta sebenarnya dapat memberi kamu informasi yang kamu butuhkan dan melakukan hal-hal yang baik dan benar untuk menjaga kesehatan jantung. Melansir dari Harvard Health Publishing dan WebMD, berikut beberapa mitos tentang penyakit jantung yang tidak boleh kamu percayai.

1. Kenaikan tekanan darah seiring bertambahnya usia adalah hal yang normal

Hati-hati! 5 Mitos Masalah Jantung yang Tak Boleh Kamu PercayaTapgenes.com

Umumnya, tekanan darah cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, tetapi fakta ini bukan berarti bahwa tekanan darah tinggi pada orang dewasa adalah hal yang wajar dan bisa diabaikan. Hal ini terjadi karena dinding arteri menjadi kaku seiring bertambahnya usia. Arteri yang kaku memaksa jantung untuk memompa darah lebih keras. Otot jantung yang bekerja terlalu keras akan menjadi kurang efektif dan harus memompa lebih keras untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan darah.

Hal ini lebih lanjut akan merusak arteri dan memicu penumpukan lemak di dinding arteri. Dengan demikian, tekanan darah tinggi kemudian meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Untuk itu, tak peduli berapa pun usiamu, kamu tetap wajib menjaga tekanan darah pada angka yang normal.

2. Suplemen mampu menurunkan risiko penyakit jantung

Hati-hati! 5 Mitos Masalah Jantung yang Tak Boleh Kamu Percayalaoistoday.ie

Faktor antioksidan vitamin E, C, dan beta karoten menjadi penurun risiko penyakit jantung. Namun, uji klinis suplemen dengan vitamin ini gagal mengkonfirmasi manfaatnya bagi jantung, sehingga tidak bisa disimpulkan bahwa suplemen mampu membantu menurunkan risiko penyakit. American Heart Association telah menyatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah untuk membenarkan penggunaan vitamin untuk mencegah atau mengobati penyakit kardiovaskular.

Selain itu, tubuh menyerap dan memanfaatkan vitamin dan mineral dengan lebih baik saat vitamin dan mineral ini diperoleh melalui makanan. Untuk itu, disarankan agar kamu mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral melalui makanan, bukan suplemen.

3. Perempuan muda aman dari risiko terkena penyakit jantung

Hati-hati! 5 Mitos Masalah Jantung yang Tak Boleh Kamu Percayahealth.harvard.edu

Kebanyakan perempuan usia muda berpikir bahwa mereka cenderung aman dari masalah jantung. Masih banyak perempuan yang mengira bahwa penyakit jantung hanya rentan menyerang individu lanjut usia, sehingga mereka yang masih muda merasa aman dari penyakit ini.

Padahal faktanya, menurut Harvard Health Publishing, penyakit jantung adalah pembunuh nomor 1 perempuan Amerika Serikat, yang menyebabkan lebih dari 460 ribu kasus kematian setiap tahunnya, dan tidak semuanya merupakan individu lanjut usia. Faktor risiko yang berkontribusi terhadap penyakit jantung, seperti obesitas, diabetes tipe II, dan hipertensi. Faktor-faktor ini menjadikan penyakit jantung di usia muda adalah hal yang sangat mungkin terjadi.

Baca Juga: 6 Olahraga yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Jantung, Mudah Dilakukan

4. Individu dengan masalah jantung perlu menghindari makanan berlemak

Hati-hati! 5 Mitos Masalah Jantung yang Tak Boleh Kamu Percayathehealthy.com

Memang benar, kamu harus membatasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, lemak terhidrogenasi sebagian, dan lemak trans. Tetapi untuk jenis lemak lain, seperti lemak tak jenuh dalam minyak nabati dan makanan sehat lainnya, adalah jenis lemak yang bermanfaat bagi tubuh. Maka dari itu, kita tetap perlu mengonsumsi makanan yang mengandung lemak baik. Bahkan mengonsumsi ikan tinggi asam lemak omega-3, seperti salmon, dua kali seminggu dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

5. Individu dengan diabetes tidak perlu khawatir terkena penyakit jantung selama mereka mengonsumsi obat diabetes

Hati-hati! 5 Mitos Masalah Jantung yang Tak Boleh Kamu Percayahealthcareitnews.com

Obat diabetes membantu menurunkan kadar gula darah. Mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal adalah faktor penting untuk mencegah komplikasi yang memengaruhi pembuluh darah yang lebih kecil atau komplikasi mikrovaskular, seperti penyakit ginjal, kehilangan penglihatan, disfungsi ereksi, dan kerusakan saraf.

Akan tetapi, kontrol gula darah kurang berpengaruh pada pembuluh darah besar yang meradang dan berpenyakit, yang mana kondisi ini meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Pembuluh darah ini akan mendapat manfaat lebih banyak dari menurunkan kolesterol dan tekanan darah.

Oleh sebab itu, selain minum obat diabetes untuk mencegah komplikasi mikrovaskular. Individu dengan diabetes juga perlu melakukan usaha lain untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi, berhenti merokok, serta menjaga berat badan. Langkah-langkah ini akan mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke bagi penderita diabetes.

Demikian tadi beberapa mitos seputar penyakit jantung yang tidak boleh kamu percayai karena ternyata salah besar. Ngomong-ngomong, apakah kamu sendiri pernah percaya dengan mitos di atas? Komen di bawah yuk!

Baca Juga: 5 Indikasi Adanya Masalah pada Jantung yang Perlu Diwaspadai 

Eka ami Photo Verified Writer Eka ami

Lifelong learner

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya