Comscore Tracker

5 Nutrisi Ini Bantu Mencegah Kondisi Stunting pada Anak

Nutrisi seimbang agar tumbuh kembang anak optimal

Stunting adalah kondisi balita memiliki pertumbuhan panjang atau tinggi badan yang  kurang jika dibandingkan usianya. Kondisi "pendek" ini adalah indikator kesehatan anak yang menggambarkan kejadian kurang gizi yang berlangsung dalam waktu yang panjang (kronis). 

Di Indonesia, diperkirakan 7,8 juta anak berusia di bawah lima tahun mengalami stunting. Data ini berdasarkan laporan yang dikeluarkan UNICEF dan memposisikan Indonesia masuk dalam 5 besar negara dengan jumlah anak dibawah lima tahun yang mengalami stunting yang tinggi.

Beberapa studi menunjukkan risiko yang diakibatkan stunting yaitu penurunan prestasi akademik, meningkatkan risiko obesitas, lebih rentan terhadap penyakit infeksi, dan peningkatan risiko penyakit degeneratif. Karena itulah, stunting menjadi prediktor buruknya sumber daya manusia yang selanjutnya akan berpengaruh pada pengembangan potensi bangsa.

Faktor langsung yang menyebabkan stunting berupa asupan nutrisi dan penyakit infeksi. Oleh sebab itulah, pemenuhan nutrisi yang seimbang perlu dijaga. Nutrisi yang cukup juga akan mendukung fungsi kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.

Nah, apa saja nutrisi yang dibutuhkan untuk mencegah stunting? Mari kita bahas satu per satu. 

1. Energi 

5 Nutrisi Ini Bantu Mencegah Kondisi Stunting pada Anakpixabay.com/Free-Photos

Asupan energi yang tidak mencukupi kebutuhan dapat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan energi. Ketidakseimbangan energi ini tentunya secara berkepanjangan menyebabkan terjadinya masalah gizi.

Sebuah studi yang dimuat dalam Jurnal Kesehatan tahun 2018 menerangkan, balita dengan tingkat asupan energi yang rendah akan berdampak pada fungsi dan struktural perkembangan otak serta dapat mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan kognitif yang terhambat.

Energi yang berasal dari makanan dapat diperoleh dari beberapa zat gizi makro yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Energi memiliki fungsi sebagai penunjang proses pertumbuhan, metabolisme tubuh, dan berperan dalam proses aktivitas fisik.

2. Protein 

5 Nutrisi Ini Bantu Mencegah Kondisi Stunting pada Anakpixabay.com/17959969

Protein berfungsi sebagai pembentuk jaringan baru di masa pertumbuhan dan perkembangan tubuh, memelihara, memperbaiki, serta mengganti jaringan yang rusak atau mati, dan menyediakan asam amino yang diperlukan untuk membentuk enzim pencernaan dan metabolisme, dan lain-lain.

Sebuah laporan dalam Journal of Nutrition College tahun 2016 menyebutkan, proporsi kejadian stunting pada balita lebih banyak ditemukan pada balita yang asupan proteinnya kurang dibandingkan pada balita dengan asupan protein cukup.

Anak yang mengalami defisiensi asupan protein yang berlangsung lama meskipun asupan energinya tercukupi akan mengalami pertumbuhan tinggi badan yang terhambat.

Pertumbuhan yang terjadi pada anak membutuhkan peningkatan jumlah total protein dalam tubuh, sehingga membutuhkan asupan protein yang lebih besar dibanding orang dewasa yang telah terhenti masa pertumbuhannya.

Anak-anak di negara Barat mengonsumsi lebih banyak protein dari kebutuhan dibanding dengan di negara berkembang. Seorang anak yang kekurangan asupan protein akan tumbuh lebih lambat dibanding anak yang asupan proteinnya cukup.

Baca Juga: 5 Cara Utama Cegah Stunting di Indonesia, Harus Dimulai sebelum Hamil

3. Zat besi 

5 Nutrisi Ini Bantu Mencegah Kondisi Stunting pada Anakpixabay.com/silviarita

Zat besi merupakan zat gizi mikro yang esensial bagi tubuh. Zat ini terutama diperlukan dalam hemopoesis yaitu pembentukan molekul hemoglobin (Hb).

Apabila jumlah zat besi dalam bentuk simpanan cukup, maka kebutuhan untuk pembentukan sel darah merah dalam sumsum tulang akan selalu terpenuhi. Sebaliknya, bila jumlahnya kurang, maka akan terjadi ketidakseimbangan zat besi di dalam tubuh.

Zat besi punya beberapa fungsi seperti metabolisme energi, pertumbuhan dan perkembangan, serta sistem kekebalan tubuh.

Asupan zat besi yang tidak memadai dapat menyebabkan simpanan zat besi di sumsum tulang untuk pembentukan Hb menjadi terganggu. Akibatnya, terjadi produksi eritrosit mikrositik (jenis anemia yang ditandai dengan mengecilnya sel darah merah) dan nilai Hb turun.

Laporan dalam Journal of Nutrition College tahun 2016 menjelaskan, asupan zat besi yang kurang pada masa anak menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada anak, sehingga jika berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan stunting. Selain itu, penelitian yang dilakukan pada bayi usia 6 bulan dengan pemberian suplemen zat besi dapat meningkatkan pertumbuhan.

4. Seng atau zink 

5 Nutrisi Ini Bantu Mencegah Kondisi Stunting pada Anakpixabay.com/Mondgesicht

Seperti dimuat dalam laporan Journal of Nutrition College tahun 2016, zink mempunyai peran yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Kondisi stunting berkaitan sangat erat dengan kadar zink yang lebih rendah dalam tubuh.

Zink berperan dalam fungsi pembentukan antibodi. Defisiensi seng akan berpengaruh terhadap hormon pertumbuhan, seperti rendahnya insulin-like growth factor-1 (IGF-1), growth hormone (GH), reseptor dan GH binding protein RNA.

Rendahnya konsentrasi hormon-hormon tersebut dapat menghambat pertumbuhan linier serta terhentinya pertumbuhan berat badan.

Defisiensi zink juga dapat menurunkan respons antibodi, sehingga dapat menyebabkan gangguan imunitas dan meningkatkan risiko infeksi.

5. Vitamin A 

5 Nutrisi Ini Bantu Mencegah Kondisi Stunting pada Anakpixabay.com/Pexels

Pada umumnya, buah sayuran merupakan sumber vitamin yang baik, sehingga konsumsi sayuran akan membawa pengaruh terhadap tingkat konsumsi vitamin A. Seperti halnya vitamin C, vitamin A juga berperan dalam penyerapan besi dalam tubuh, sehingga dibutuhkan asupan yang cukup untuk mempermudah penyerapan besi.

Vitamin A merupakan vitamin larut lemak yang dapat membantu absorpsi dan metabolisme zat besi untuk pembentukan eritrosit. Rendahnya status vitamin A akan membuat simpanan besi tidak dapat dimanfaatkan untuk proses eritropoiesis (pembentukan sel darah merah).

Defisiensi vitamin A juga berpengaruh terhadap sintesis protein, sehingga juga memengaruhi pertumbuhan sel. Karena itulah, anak yang menderita defisiensi vitamin A akan mengalami kegagalan pertumbuhan.

Selain itu, vitamin A juga berpengaruh terhadap fungsi kekebalan tubuh manusia. Akibatnya, kurangnya vitamin A menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh, sehingga mudah terserang infeksi, misalnya jika terjadi pada permukaan dinding usus akan menyebabkan diare.

Itulah beberapa zat gizi yang berpengaruh langsung dalam mencegah stunting. Sebagai orang tua, kita pasti tak ingin pertumbuhan si Kecil terhambat. Oleh karenanya, menjaga asupan nutrisi yang seimbang perlu diupayakan secara optimal, di antaranya melalui penerapan pola makan yang beraneka ragam, agar nutrisi yang diperoleh juga lengkap dan seimbang.

Baca Juga: Kenalilah, Ini 7 Tanda Anak Stunting yang Perlu Kamu Tahu Sejak Dini

ilham Photo Verified Writer ilham

dimana-mana hatiku senang, lalala~

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya