Comscore Tracker

Mau Jantungmu Tetap Sehat? Penuhi 5 Mikronutrien Penting Ini

Yuk, sayangi jantungmu!

Ada banyak hal yang dapat mendukung kesehatan jantung. Salah satunya adalah menerapkan pola makan sehat bergizi seimbang, dengan asupan nutrisi yang baik untuk jantung. Tak hanya memperhatikan makronutrien, tetapi juga mikronutrien. 

Jantung merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh manusia. Fungsi utamanya adalah memompa darah ke seluruh tubuh agar setiap jaringan tubuh tersuplai aliran darah yang membawa nutrisi.

Dalam mempertahankan peredaran darah, otot jantung tentunya memerlukan suplai zat gizi yang cukup untuk tetap bekerja secara optimal. Tak hanya makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak, tapi juga mikronutrien seperti vitamin dan mineral.

Berikut ini adalah lima jenis nutrisi mikro yang perlu dipenuhi agar fungsi jantung tetap optimal. 

1. Tiamina (Vitamin B1)

Mau Jantungmu Tetap Sehat? Penuhi 5 Mikronutrien Penting IniPixabay/marcosgarzo

Bersumber dari buku At a Glance Ilmu Gizi yang ditulis oleh Mary E Barasi tahun 2007, tiamina terlibat dalam pelepasan energi melalui reaksi biokimiawi.

Tanda seseorang mengalami defisiensi tiamina meliputi perbesaran jantung dan edema, yang berkaitan dengan peningkatan kadar piruvat dan laktat dalam darah, serta menyebabkan vasodilatasi dan peningkatan beban kerja jantung.

Vitamin B1 termasuk ke dalam salah satu jenis vitamin yang larut dalam air yang banyak terdapat dalam serealia, biji-bijian, kacang-kacangan, dan bahan pangan hewani.

2. Selenium

Mau Jantungmu Tetap Sehat? Penuhi 5 Mikronutrien Penting Inipixabay.com/picjumbo_com

Selenium merupakan bagian dari suatu enzim glutation peroksidase (GPx). Enzim ini berperan sebagai antioksidan yang mencegah terbentuknya radikal bebas dengan menurunkan konsentrasi peroksidase dalam sel yang bersifat toksik. Kekurangan GPx ini juga dapat mempercepat proses aterosklerosis.

Berdasarkan laporan dalam jurnal Farmaka, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan suplemen selenium dapat menurunkan kadar serum c-reactive protein (CRP, suatu biomarker inflamasi utama sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular) dan meningkatkan kadar GPx yang akan menurunkan stres oksidatif dan inflamasi dalam penyakit jantung.

Kandungan selenium tertinggi pada makanan terdapat pada daging dan makanan laut. Selain itu, mikronutrien ini juga bisa ditemukan di dalam kacang-kacangan, sereal, dan produk olahan susu.

Baca Juga: Jantung Berdebar Cepat saat Bangun Tidur, Ini 15 Penyebabnya

3. Kalium

Mau Jantungmu Tetap Sehat? Penuhi 5 Mikronutrien Penting Inipixabay.com/TesaPhotography

Bersama natrium, "pasangan" mineral ini bekerja sama dalam memelihara keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam basa, sehingga dua mineral tersebut berpengaruh terhadap regulasi tekanan darah.

Merujuk pada sebuah laporan dalam Jurnal Keperawatan Global tahun 2018, selain menjaga keseimbangan cairan, kalium berperan serta dalam fungsi kerja saraf dan kontraksi otot. Kalium memengaruhi aktivitas baik otot skelet maupun otot jantung.

Perlu diingat, peningkatan konsentrasi kalium 2 sampai 3 kali dari normal biasanya akan menyebabkan kelemahan jantung.

Seperti pada penurunan kalium, kenaikan kalium sering terjadi karena rangsangan pengobatan. Oleh karenanya, penggunaan obat dan suplemen perlu dalam pengawasan ahli gizi maupun dokter.

Pemenuhan dari sumber pangan kaya kalium seperti, pisang, alpukat, kacang-kacangan, dan kentang sudah mampu untuk mencukupi kebutuhan harian kamu.

4. Magnesium

Mau Jantungmu Tetap Sehat? Penuhi 5 Mikronutrien Penting Inipixabay.com/mandarinMD

Menurut sebuah laporan dalam Journal of Nutrition College tahun 2014, magnesium merupakan salah satu paling penting untuk menjaga kesehatan jantung. Tugas mulianya adalah membantu otot jantung untuk relaksasi.

Bersama kalsium, magnesium mempunyai peranan penting dalam upaya pengontrolan tekanan darah dengan memperkuat jaringan endotel, menstimulasi prostaglandin, dan meningkatkan penangkapan glukosa sehingga resistansi insulin dapat berkurang.

Bila konsentrasi magnesium dalam darah menurun, maka otot jantung tidak dapat bekerja secara maksimal, sehingga akan memengaruhi tekanan darah.

Kamu bisa memenuhi asupan mineral ini dari sumber pangan seperti daging, susu dan olahannya, sayuran hijau, cokelat, serealia, biji-bijian, serta kacang-kacangan.

5. Kalsium

Mau Jantungmu Tetap Sehat? Penuhi 5 Mikronutrien Penting Inipixabay.com/congerdesign

Jika magnesium berfungsi dalam relaksasi otot jantung, maka kalsiumlah yang membuat otot jantung berkontraksi. Duet dari magnesium dan kalsium inilah yang berguna untuk mempertahankan irama jantung tetap normal dengan relaksasi dan kontraksi otot jantung.

Kalsium juga memiliki peranan dalam pengaturan tekanan darah dengan cara membantu kontraksi otot-otot pada dinding pembuluh darah, serta memberi sinyal untuk pelepasan hormon-hormon yang berperan dalam pengaturan tekanan darah.

Jika asupan kalsium kurang dari kebutuhan tubuh, maka pembuluh darah jadi menebal dan mengeras, sehingga dapat mengurangi elastisitas jantung yang akan meningkatkan tekanan darah.

Kebutuhan kalsium dapat terpenuhi lewat sumber pangan seperti susu dan produk olahannya, ikan, teri kering, udang kering, kedelai, tahu, tempe serta kacang-kacangan lainnya.

Itulah beberapa jenis mikronutrien yang dapat mendukung kesehatan jantung kita. Perlu diingat, nutrisi tersebut tidak bersifat memperbaiki, tetapi lebih untuk menjaga agar kerja jantung tetap optimal, sehingga konsumsi sumber pangan kaya akan mikronutrien tersebut secara berlebihan hingga suplementasi tidak dianjurkan.

Menerapkan pola hidup sehat disertai olahraga teratur dapat mendukung tercapainya kesehatan jantung secara optimal. Menjauhi stres dan menghindari polutan juga termasuk upaya dalam menjaga kesehatan jantung kita.

Baca Juga: 6 Penyebab Serangan Jantung di Usia Muda, Jangan Sampai Menyerangmu

ilham bintoro Photo Writer ilham bintoro

@Festival, buku, enaa enak.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya