Comscore Tracker

Anemia Tak Cuma Kurang Zat Besi, 7 Nutrisi Ini Bantu Pencegahannya 

Berbagai nutrisi penting yang bisa mencegah anemia

Permasalahan gizi mempunyai dampak negatif terhadap status kesehatan. Salah satu yang kerap menjadi masalah kesehatan adalah anemia. Anemia adalah kondisi ketika tubuh mengalami penurunan kuantitas sel-sel darah merah dalam sirkulasi atau jumlah hemoglobin yang berada di bawah batas normal.

Kurangnya kadar hemoglobin menimbulkan gejala lesu, lemah, letih, dan cepat capek. Hal ini tentu berpotensi menghambat dan menurunkan produktivitas maupun kualitas hidup.

Penyebab menurunnya hemoglobin bisa karena peningkatan destruksi sel darah merah, kehilangan darah (kecelakaan atau menstruasi), maupun kekurangan zat-zat gizi pembentuk hemoglobin, sehingga produksinya menurun.

Sayangnya, masyarakat luas masih menganggap anemia ini sebatas kekurangan zat besi saja, sehingga pemenuhan asupan gizi hanya berfokus pada zat besi. Padahal, beberapa zat gizi lain juga punya andil dalam pembentukan hemoglobin.

Ingin tahu apa saja zat gizi yang dimaksud? Simak ulasan berikut ini sampai habis, ya.

1. Protein 

Anemia Tak Cuma Kurang Zat Besi, 7 Nutrisi Ini Bantu Pencegahannya pixabay.com/gurkanerol

Sebuah laporan dalam Jurnal Kesehatan tahun 2017 menjelaskan bahwa transferin, suatu protein yang berperan penting dalam transportasi zat besi di dalam tubuh. Kurangnya asupan protein akan mengakibatkan transportasi zat besi terhambat, sehingga akan terjadi defisiensi besi dan mengalami kekurangan kadar hemoglobin.

Selain itu, karena hemoglobin tersusun atas, heme (besi) dan globin (protein), sehingga protein ini terlibat langsung dalam pembentukan (sintesis) hemoglobin.

Pemenuhan asupan makanan berprotein disarankan terutama yang berasal dari hewani karena juga memiliki lebih banyak kandungan zat besi dan penyerapannya lebih baik dari pada bahan nabati.

Sumber alami zat besi dapat ditemukan pada daging merah, ikan, kerang, unggas, sereal, dan kacang-kacangan, serta sayuran hijau.

2. Asam folat 

Anemia Tak Cuma Kurang Zat Besi, 7 Nutrisi Ini Bantu Pencegahannya pixabay.com/Einladung_zum_Essen

Sebuah laporan dalam jurnal Sari Pediatri menyebutkan bahwa anemia megaloblastik merupakan manifestasi yang paling khas untuk defisiensi folat.

Anemia megaloblastik adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya perubahan abnormal dalam pembentukan sel darah, sebagai akibat adanya ketidaksesuaian antara pematangan inti dan sitoplasma pada seluruh sel seri myeloid dan eritroid.

Bersama dengan vitamin B12, asam folat diperlukan dalam pematangan sel darah merah untuk terus mendukung ketersediaannya dalam sirkulasi darah.

Asam folat bisa didapatkan dari suplemen asam folat, sayuran berwarna hijau, produk sereal, kacang-kacangan, dan roti gandum.

Baca Juga: Jarang Diketahui, 5 Hal Ini Berhubungan dengan Anemia Defisiensi Besi

3. Vitamin B12 

Anemia Tak Cuma Kurang Zat Besi, 7 Nutrisi Ini Bantu Pencegahannya pixabay.com/stevepb

Mengutip Jurnal Gizi Klinik Indonesia tahun 2016, vitamin B12 berperan dalam fungsi sintesis Hb dan sel-sel darah merah melalui metabolisme lemak, protein, dan asam folat. Vitamin B12 juga berperan sebagai kofaktor dalam pembentukan energi dari protein dan lemak melalui pembentukan succinyl-CoA yang dibutuhkan dalam sintesis Hb.

Selain itu, vitamin B12 berperan dalam mendukung metabolisme asam folat menjadi bentuk aktifnya, sehingga ketersediaannya mesti dicukupi agar tidak mengganggu sinstesis hemoglobin.

Sumber vitamin B12 banyak terdapat dalam pangan hewani seperti hati, daging, telur, susu, ikan, dan sebagainya.

4. Seng atau zink

Anemia Tak Cuma Kurang Zat Besi, 7 Nutrisi Ini Bantu Pencegahannya pixabay.com/withplex

Mineral zink merupakan salah satu nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh dalam menjaga dan memelihara kesehatan. Protein hewani terutama daging, hati, kerang, dan telur merupakan sumber zink yang paling baik.

Zink dapat memengaruhi hemoglobin melalui sistem enzim zink-dependen, termasuk dalam sintesis hemoglobin dan stimulasi eritropoesis.

Oleh karenanya, kekurangan asupan zink juga dapat mengganggu pembentukan hemoglobin.

5. Vitamin A 

Anemia Tak Cuma Kurang Zat Besi, 7 Nutrisi Ini Bantu Pencegahannya pixabay.com/esigie

Vitamin A dan zink diketahui bekerja secara sinergis dalam memberikan hasil yang positif terhadap kondisi anemia defisiensi besi. Selain itu, vitamin A berperan dalam pembentukan kompleks vitamin A dengan besi non-heme, sehingga menahannya tetap dapat larut dalam lumen usus dan mencegah efek yang menghambat inhibitor terhadap absorpsi besi.

Dalam penelitian yang dimuat dalam jurnal Sari Pediatri tahun 2008 disebutkan bahwa terdapat peningkatan kadar hemoglobin yang bermakna pada kelompok terapi anemia yang diberikan penambahan vitamin A dan zink, dibandingkan dengan kelompok terapi yang hanya diberi zat besi saja.

Absorpsi besi yang optimal inilah diperlukan tubuh untuk menjaga pembentukan hemoglobin dalam batas normal.

Dalam makanan, vitamin A terurai dalam dua bentuk, yaitu retinol yang terdapat dalam pangan hewani (seperti hati, daging, susu dan produk olahannya, telur, dan minyak ikan), serta karotenoid yang terdapat dalam pangan nabati, termasuk sayuran berwarna hijau, merah atau jingga, serta buah berwarna jingga atau merah.

6. Vitamin B6 

Anemia Tak Cuma Kurang Zat Besi, 7 Nutrisi Ini Bantu Pencegahannya pixabay.com/GerDukes

Vitamin B6 bersamaan dengan riboflavin (vitamin B2) juga berperan kofaktor enzim dalam proses biosintesis heme.

Sebuah laporan dalam jurnal Media Gizi Indonesia tahun 2015 menjelaskan bahwa keberadaan kedua vitamin ini harus memadai agar pembentukan hemoglobin berjalan dengan baik.

Ketika ketersediaannya di dalam tubuh rendah, maka akan mengganggu sintesis globin, sehingga besi terperangkap di ferritin dan tidak tersedia untuk eritropoesis. Akibatnya, produksi hemoglobin akan menurun.

Hati, ikan, alpukat, pisang, daging, sayuran dan telur merupakan beberapa sumber vitamin B6 yang bisa kamu dapatkan dengan mudah.

7. Vitamin C 

Anemia Tak Cuma Kurang Zat Besi, 7 Nutrisi Ini Bantu Pencegahannya pixabay.com/pasja1000

Menurut laporan dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat tahun 2016, vitamin C merupakan unsur esensial yang sangat dibutuhkan tubuh untuk pembentukan sel-sel darah merah. Vitamin C menghambat pembentukan hemosiderin yang sukar dimobilisasi untuk membebaskan besi bila diperlukan.

Adanya vitamin C dalam makanan yang dikonsumsi akan memberikan suasana asam, sehingga memudahkan reduksi zat besi ferri menjadi ferro yang lebih mudah diserap usus halus.

Absorpsi zat besi dalam bentuk non-heme dari sumber pangan nabati dapat meningkat empat kali lipat bila ada vitamin C.

Tak hanya zat besi saja, anemia juga bisa terjadi karena kurangnya beberapa zat gizi yang disebutkan tadi, sehingga pemenuhan nutrisi hariannya perlu dijaga.

Mengonsumsi beragam sumber bahan makanan, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, serta mikromineral seperti vitamin dan mineral dalam sayuran dan buah, merupakan langkah tepat dalam mengatasi berbagai masalah akibat kekurangan zat gizi. Karena, makin beragam makanan yang kita makan, semakin variatif juga zat gizi yang akan kita dapat.

Baca Juga: Gak Cuma Bayam, 6 Sayuran Penambah Darah untuk Penderita Anemia

ilham Photo Verified Writer ilham

dimana-mana hatiku senang, lalala~

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya