Comscore Tracker

Dari Ebola Hingga Antivaksin, Ini Ancaman Kesehatan Global Menurut WHO

Perlu meningkatkan kesadaran

Masalah kesehatan merupakan salah satu masalah paling utama yang perlu mendapatkan perhatian, entah dalam lingkup kecil seperti desa atau kota, maupun lingkup global seperti seluruh dunia. Tiap tahunnya, dunia menghadapi banyak tantangan kesehatan yang bermacam-macam.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) merupakan badan internasional yang dibentuk untuk memerhatikan dan mengurus kesehatan masyarakat global. WHO melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memantau perkembangan penyakit dan faktor-faktor penyebabnya, sekaligus memprediksi ancaman-ancaman kesehatan yang akan datang.

Berikut 10 ancaman kesehatan global yang akan mendapatkan perhatian lebih dari WHO dan mitranya pada 2019 ini.

1. Polusi udara dan perubahan iklim

Dari Ebola Hingga Antivaksin, Ini Ancaman Kesehatan Global Menurut WHONextcity.org

Masih banyak orang yang berpikir bahwa perubahan iklim tidak benar-benar terjadi, atau hanyalan bualan dan konspirasi belaka. Pemahaman ini mendorong sikap apatis terhadap lingkungan yang akan berdampak buruk pada dunia.

WHO menginformasikan bahwa 9 dari 10 orang di dunia menghirup udara berpolusi setiap harinya. Sebagian besar kematian akibat polusi udara terjadi di negara-negara berpendapatan rendah dan sedang, di mana jumlah emisi industri, transportasi, pertanian, hingga rumah tangga terbilang tinggi.

Polusi udara menjadi kontributor terbesar pada perubahan iklim. WHO memperkirakan akan terjadi 250.000 kematian tambahan karena polusi tiap tahunnya antara tahun 2030 dan 2050.

2. Penyakit tidak menular

Dari Ebola Hingga Antivaksin, Ini Ancaman Kesehatan Global Menurut WHOUnsplash/rawpixel

WHO melansirkan bahwa penyakit-penyakit tidak menular (kanker, penyakit jantung, diabetes, dan penyakit kronis tidak menular lainnya) bertanggung jawab atas 70% kematian di seluruh dunia, atau lebih tepatnya sebanyak 41 juta orang. Sekitar 15 juta di antaranya merupakan kematian dini.

Sebagian besar kematian dini terjadi di negara-negara berpendapatan rendah dan sedang. Lima faktor utama penyebabnya antara lain penggunaan tembakau, kurangnya aktivitas fisik, penggunaan alkohol, diet tidak sehat, dan polusi udara.

Faktor-faktor tersebut juga memperburuk kesehatan mental, di mana separuh dari penyakit mental mulai muncul pada usia 14 tahun, dan kebanyakan tidak terdeteksi maupun terobati. Bunuh diri menjadi penyebab kematian nomor dua terbanyak pada orang-orang berusia 15-19 tahun.

3. Wabah influenza global

Dari Ebola Hingga Antivaksin, Ini Ancaman Kesehatan Global Menurut WHOIndianexpress.com

WHO memperkirakan dunia akan menghadapi wabah influenza global. Banyak orang yang masih mengira bahwa influenza bukanlah penyakit serius. Nyatanya, sekitar 650.000 kematian terjadi tiap tahunnya karena influenza, terutama influenza musiman.

Virus influenza selalu bermutasi untuk dapat melawan sistem imun di dalam tubuh kita. Ketika virus lebih kuat muncul dan menginfeksi seseorang, penyakit ini dapat mewabah begitu cepatnya karena tidak banyak orang yang imun dan belum tersedianya vaksin atau obat-obatan yang tepat.

4. Lingkungan tidak sehat

Dari Ebola Hingga Antivaksin, Ini Ancaman Kesehatan Global Menurut WHOUnsplash/rainierridao

Lebih dari 1,6 miliar orang (22% dari populasi dunia) hidup di lingkungan dengan kondisi krisis berkepanjangan. Krisis-krisis ini antara lain berupa kekeringan, kelaparan, konflik, hingga terpaksa mengungsi.

Sekitar 65,6 juta orang terpaksa mengungsi dari rumah atau tempat tinggal mereka karena beberapa hal, mulai dari bencana alam, masalah lingkungan, perang, perdangangan manusia, dan lain-lain.

Mereka kesulitan mengakses layanan kesehatan yang memadai, bahkan untuk pelayanan kesehatan paling sederhana sekalipun. Lingkungan semacam ini terdapat di seluruh wilayah dunia tanpa terkecuali.

5. Resistensi Antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR)

Dari Ebola Hingga Antivaksin, Ini Ancaman Kesehatan Global Menurut WHOUnsplash/drew_hays

Antimicrobial Resistance (AMR) atau Resistensi Mikroba merupakan kemampuan bakteri, parasit, virus, dan jamur untuk melawan efek pengobatan. Resistensi Mikroba sangat sulit ditangani karena membutuhkan alternatif pengobatan yang lebih mumpuni untuk melawan perkembangan mikroba.

Penyakit-penyakit yang bisa ditangani dengan obat-obatan saat ini, akan berubah menjadi tak dapat diobati karena kemampuan mikroba untuk bertahan hidup. Pada 2017, WHO menginformasikan bahwa sekitar 600.000 kasus tuberculosis (TBC) tahan pada rifampicin, sebuah antibiotik untuk melawan infeksi bakteri TBC. Dan 82% dari angka tersebut merupakan TBC yang timbul dari bakteri yang tahan obat-obatan.

Baca Juga: Radiasi Membawa Penyakit, Ini 7 Pekerjaan yang Berisiko Tinggi

6. Ebola dan bakteri patogen lainnya

Dari Ebola Hingga Antivaksin, Ini Ancaman Kesehatan Global Menurut WHOGizmodo.com

Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo melaporkan via Gizmodo, hingga 10 Februari 2019, telah tercatat 510 orang meninggal dunia dan 100 di antaranya merupakan anak-anak. Wabah Ebola di Afrika ini merupakan wabah Ebola terbesar kedua dalam sejarah setelah wabah Ebola pada tahun 2014-2016 di Afrika Barat, di mana 30.000 orang terinfeksi dan 11.000 meninggal dunia.

Selain Ebola, WHO telah mengidentifikasi beberapa virus lain yang berpotensi mewabah seperti virus Zika, Nipah, MERS (Middle-East Respiratory Syndrome), dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), termasuk Disease X yang mewakili kebutuhan manusia untuk siap pada munculnya patogen tak dikenal yang dapat menimbulkan wabah serius.

7. Pelayanan kesehatan yang tak mumpuni

Dari Ebola Hingga Antivaksin, Ini Ancaman Kesehatan Global Menurut WHOUnsplash/rawpixel

Pusat layanan kesehatan seharusnya mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lengkap dan terjangkau. Namun, masih banyak negara, terutama negara-negara berpendapatan rendah dan sedang, yang memiliki fasilitas pelayanan kesehatan kurang memadai.

Hal ini kemungkinan dikarenakan oleh infrastruktur tidak merata, pemerintahan tidak efektif, dan alokasi sumber daya yang buruk. Pelayanan kesehatan yang memadai diperlukan untuk memenuhi cakupan kesehatan global.

8. Antivaksin

Dari Ebola Hingga Antivaksin, Ini Ancaman Kesehatan Global Menurut WHOJapantimes.co.jp

Keraguan atau penolakan melakukan vaksinasi akan menurunkan kemajuan dunia dalam mencegah penyakit-penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksinasi. WHO melansirkan bahwa vaksinasi telah mencegah 2-3 juta kematian per tahun, dan mampu menyelamatkan sekitar 1,5 juta nyawa tambahan bila cakupan global vaksinasi ditingkatkan lagi.

Jumlah penderita campak telah meningkat sebanyak 30% di seluruh dunia. The Telegraph melaporkan bahwa sejak awal tahun 2019, sebanyak 136 orang, terutama anak-anak, telah meninggal karena wabah campak di Filipina dan 8.443 lainnya terinfeksi. Wabah ini kemungkinan besar disebabkan oleh kurangnya rasa percaya masyarakat pada vaksinasi, yang merupakan hasil dari kontroversi politik.

9. Demam berdarah

Dari Ebola Hingga Antivaksin, Ini Ancaman Kesehatan Global Menurut WHOPixabay.com/sasint-3639875

Wabah demam berdarah yang terjadi di Indonesia sejak awal tahun 2019 telah menelan beberapa korban jiwa. Jumlah kasus demam berdarah memang lebih banyak terdapat di negara-negara dengan iklim penghujan, seperti Indonesia, Bangladesh, India, dan lain-lain.

WHO memperkirakan sekitar 40% dari penduduk dunia beresiko terjangkit demam berdarah, dan tercatat 390 juta orang terinfeksi tiap tahunnya.

10. HIV

Dari Ebola Hingga Antivaksin, Ini Ancaman Kesehatan Global Menurut WHOUnsplash/belart84

Wabah HIV masih berlangsung di dunia. WHO menginformasikan bahwa sejak awal mewabah, HIV telah menginfeksi sebanyak 70 juta orang dan sekitar 35 juta di antaranya meninggal dunia. Kini, 37 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV di tubuh mereka. Berbagai langkah pencegahan penularan dan usaha menghapus stigma seputar penderita HIV terus gencar dilakukan.

Itu tadi merupakan daftar ancaman kesehatan global yang akan mendapatkan perhatian lebih dari WHO pada tahun 2019. Merupakan tugas kita untuk senantiasa menjaga kesehatan dan lingkungan, serta membagikan informasi dari sumber terpercaya kepada orang-orang yang membutuhkan.

Baca Juga: 11 Penyakit Ini Belum Ada Obatnya Hingga Kini, Kenali dan Waspadalah!

Ina Suraga Photo Community Writer Ina Suraga

"And that no heart has ever suffered when it goes in search of its dreams."

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

JADWAL SALAT & IMSAK

19
MEI
2019
14 Ramadan 1440 H
Imsak

04.25

Subuh

04.35

Zuhur

11.53

Asar

15.14

Magrib

17.47

Isya

18.59

#MILLENNIALSMEMILIH

Versi: 19 May 2019 14:00:05

Progress: 730.417 dari 813.350 TPS (89.80353%)

Just For You