Comscore Tracker

Waspada, 9 Faktor Risiko Penyakit Jantung Ini Jarang Diketahui Orang

Kesepian, salah satunya!

Penyakit jantung merupakan penyakit yang menjadi momok bagi banyak orang. Para kawula muda seperti generasi millennial pun harus mulai waspada akan pembunuh nomor satu di dunia ini. Ada banyak faktor risiko penyakit jantung yang perlu diwaspadai, dan yang paling utama adalah kebiasaan merokok, makan makanan berkolesterol, dan obesitas.

Selain faktor risiko utama, ternyata masih banyak faktor risiko penyakit jantung yang cenderung dilewatkan banyak orang. Apa saja? Berikut 9 faktor risiko penyakit jantung yang jarang diketahui banyak orang via Care2.

1. Depresi

Waspada, 9 Faktor Risiko Penyakit Jantung Ini Jarang Diketahui OrangUnsplash/fairytailphotography

Depresi dan isu kesehatan mental pada umumnya masih menjadi hal yang disepelekan di Indonesia. Depresi itu sendiri sudah cukup berbahaya, tapi depresi juga mampu membuat penderitanya memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi dari mereka yang tidak.

Biar pun belum ada hubungan langsung antara depresi dan penyakit jantung yang ditemukan oleh para peneliti, kecenderungan penderita depresi yang kurang termotivasi, tak berenergi, dan kehilangan minat pada banyak hal, membuat mereka lebih rentan terkena serangan jantung. Pola hidup sedentary atau tidak banyak bergerak membuat para penderita depresi rawan akan penyakit jantung.

2. Disfungsi ereksi

Waspada, 9 Faktor Risiko Penyakit Jantung Ini Jarang Diketahui OrangUnsplash/dearferdo

Disfungsi ereksi atau biasa disebut impotensi, merupakan suatu kondisi di mana pria tidak bisa mempertahankan ereksi untuk berhubungan seksual. Hal ini diakibatkan oleh darah yang tidak mengalir dengan sempurna ke penis karena beberapa sebab. Disfungsi ereksi bisa menjadi salah satu tanda adanya atau akan adanya penyakit jantung pada penderita.

Baca Juga: 5 Khasiat Unik Lengkuas, dari Kesehatan Kulit hingga Jantung

3. Kurang tidur

Waspada, 9 Faktor Risiko Penyakit Jantung Ini Jarang Diketahui Orangunsplash.com/matthew_t_rader

Seseorang yang sering kurang tidur atau sering terjaga saat malam hari cenderung memiliki tekanan darah lebih tinggi dan detak jantung lebih cepat. Kurang tidur dan sering begadang juga mendorong seseorang pada pola hidup tidak sehat, seperti kurang bergerak karena tidak memiliki energi yang cukup dan makan saat malam hari.

4. Mudah marah dan sering menahan amarah

Waspada, 9 Faktor Risiko Penyakit Jantung Ini Jarang Diketahui OrangUnsplash/icons8

Orang yang mudah marah dan memiliki amarah meledak-ledak memiliki risiko terkena penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi, termasuk mereka yang sering menahan amarah. Amarah dapat meningkatkan tekanan darah dan berdampak buruk pada kesehatan jantung. Daripada dipendam, kamu bisa meluapkan amarahmu dengan kegiatan-kegiatan positif, seperti bermain olahraga.

5. Lemak perut berlebih

Waspada, 9 Faktor Risiko Penyakit Jantung Ini Jarang Diketahui OrangPixabay/jarmoluk-143740

Bila kamu memiliki perut yang agak tambun, kamu perlu waspada akan penyakit jantung. Lemak perut berlebih dapat meningkatkan risiko terkena diabetes, penyakit jantung, dan stroke. Lemak tidak hanya tertimbun di bawah kulit, tetapi juga di rongga perut dan sekitar organ tubuh.

Lemak di sekitar organ tubuh ini disebut sebagai lemak visceral, dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung seseorang hingga 45 persen daripada lemak di bawah kulit.

6. Stres kerja

Waspada, 9 Faktor Risiko Penyakit Jantung Ini Jarang Diketahui OrangPexels/@energepic-com-27411

Stres kerja dapat membuat seseorang memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi. Menurut sebuah penelitian, stres akibat memiliki atasan kurang baik dan jam kerja panjang dapat membuat seseorang memiliki 40 persen risiko penyakit jantung lebih tinggi dari mereka yang tidak. Penelitian lain juga menemukan bahwa orang-orang yang takut kehilangan pekerjaan mereka memiliki 20 persen risiko penyakit jantung lebih tinggi.

7. Penyakit gusi

Waspada, 9 Faktor Risiko Penyakit Jantung Ini Jarang Diketahui OrangPexels/@moose-photos-170195

Penyakit gusi tertentu seperti infeksi atau peradangan pada gusi dapat membuat seseorang dua atau tiga kali lebih berisiko terkena penyakit jantung. Bakteri berbahaya yang muncul akibat penyakit gusi dapat tertelan dan masuk ke dalam pembuluh darah. Untuk menghindari penyakit gusi, kamu perlu menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan baik dan selalu memeriksakannya ke dokter.

8. Kondisi pasca melahirkan

Waspada, 9 Faktor Risiko Penyakit Jantung Ini Jarang Diketahui OrangUnsplash/choisyeon

Pre-eclampsia atau tekanan darah tinggi dan hilangnya protein selama masa kehamilan, dan diabetes gestational atau meningkatnya kadar gula darah selama kehamilan, membuat perempuan hamil menghadapi risiko terkena penyakit jantung biarpun masa kehamilan telah berlalu. Selalu periksa kesehatan diri dan janin secara rutin selama masa kehamilan untuk mengantisipasi adanya penyakit-penyakit berbahaya yang mengintai.

9. Kesepian

Waspada, 9 Faktor Risiko Penyakit Jantung Ini Jarang Diketahui OrangUnsplash/jonathanrados

Kesepian dan kurangnya ikatan sosial dengan orang lain dapat membuat seseorang memiliki risiko terkena penyakit jantung lebih tinggi. Kurangnya aktivitas sosial mendorong seseorang pada pola hidup yang tidak sehat, dan menghadapkan mereka pada risiko penyakit-penyakit berbahaya seperti penyakit jantung.

Setelah mengetahui faktor-faktor risiko di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pola hidup yang tidak sehat dapat memperbesar risiko terkena penyakit jantung. Selain itu, kamu juga perlu mengelola stres dan menghindarkan diri dari emosi-emosi negatif. Dengan mengenali faktor risiko sedari dini, kamu bisa mulai mencegah penyakit berbahaya dari sekarang.

Baca Juga: Dianggap Masuk Angin, 5 Gejala Serangan Jantung yang Mengancam Nyawa

Ina Suraga Photo Community Writer Ina Suraga

I love writing about various things, from health to personal development stuff, but animals surely have soft spot in my heart.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Just For You