Comscore Tracker

5 Fakta Behavioral Addiction, Kecanduan pada Perilaku yang Tak Sehat

Mulai dari kecanduan belanja, seks, hingga pornografi

Mendengar kata kecanduan, awam lebih sering mengaitkannya dengan penyalahgunaan zat terlarang seoerti narkoba. Namun, efek kecanduan nampaknya bisa memengaruhi tindakan seseorang dari banyak aspek. Kecanduan perilaku atau behavioral addiction merupakan kondisi yang mengacu pada ketergantungan pada perilaku atau aktivitas tertentu.

Sama halnya dengan kondisi kecanduan lainnya, behavioral addiction dapat mendatangkan konsekuensi negatif dalam hidup. Dalam beberapa kasus, individu yang mengalami behavioral addiction dapat mengalami penarikan diri dan berkutat dengan emosi negatifnya ketika tidak dapat melakukan aktivitas yang sudah menjadi candu tersebut.

1. Tanda

5 Fakta Behavioral Addiction, Kecanduan pada Perilaku yang Tak Sehatilustrasi laki-laki dan perempuan bersama (pexels.com/cottonbro)

Dengan mengetahui tanda peringatan akan behavioral addiction, seseorang bisa dengan lebih mudah mengidentifikasinya. Mengacu pada studi dalam International Journal of Preventive Medicine tahun 2012, dijelaskan beberapa tanda behavioral addiction yang mencakup:

  • Menghabiskan waktu untuk terlibat dalam pemikiran, perilaku, atau aktivitas tertentu.
  • Menjadi tergantung pada perilaku atau aktivitas tertentu sebagai bagian dari cara mengatasi emosi.
  • Mengalami kesulitan mengubah perilaku atau aktivitas tertentu meskipun ada keinginan untuk melakukannya.
  • Tetap melakukan tindakan tersebut meskipun ada usaha untuk menghentikannya.
  • Mengabaikan hal penting seperti pekerjaan, sekolah, atau keluarga hanya untuk terlibat dalam perilaku atau aktivitas tersebut.
  • Menyangkal, meminimalkan, atau menyembunyikan kebenaran tentang esensi kecanduan pada perilaku atau aktivitas yang dilakukan.
  • Mengalami perasaan dan sensasi tidak menyenangkan ketika mencoba menghentikan perilaku atau aktivitas tersebut.

2. Tipe

5 Fakta Behavioral Addiction, Kecanduan pada Perilaku yang Tak Sehatilustrasi bermain judi (pexels.com/Anna Shvets)

Mengutip dalam studi yang termuat di Annual Review of Clinical Psychology yang terbit pada 2018, disebutkan beberapa contoh behavioral addiction yang meliputi:

  • Kecanduan makanan: Mengacu pada kecanduan reaksi zat kimia yang terjadi setelah mengonsumsi makanan tertentu.
  • Kecanduan olahraga: Meningkatkan aktivitas fisik untuk mendapatkan efek nyaman. Dengan kata lain, motif olahraga dijadikan sebagai pelepasan dopamin atau euforia.
  • Kecanduan berjudi: Merupakan diagnosis klinis dengan tanda spesifik berupa kebutuhan untuk berjudi yang lebih besar.
  • Kecanduan pada internet: Tercatat mulai berkembang pesat sejak penemuan komputer dan telah mendapatkan perhatian oleh banyak peneliti.
  • Kecanduan operasi plastik: Orang dengan kecanduan ini, menjadikan operasi plastik sebagai aktivitas yang menyenangkan dan memiliki maksud terselubung untuk senantiasa melakukan "perbaikan".
  • Kecanduan pornografi: Didefinisikan sebagai kecanduan menonton atau mendengarkan konten pornografi meskipun memiliki konsekuensi negatif.
  • Kecanduan seks: Melakukan tindakan seksual, namun juga dapat diklasifikasikan sebagai bentuk pelarian.
  • Kecanduan belanja: Seseorang akan terus membeli barang dalam upaya untuk merasa baik-baik saja, terhubung dengan orang lain, serta menghindari emosi negatif.
  • Kecanduan media sosial: Media sosial dirancang sebagai pengalih perhatian yang ampuh, jadi tidak mengherankan jika ada orang yang dapat kecanduan terhadapnya.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Kecanduan Bermain Gadget, Hingga Lupa Waktu!

3. Dampak

5 Fakta Behavioral Addiction, Kecanduan pada Perilaku yang Tak Sehatilustrasi laki-laki merenung (pexels.com/Ron Lach)

Kecanduan berkorelasi terhadap perilaku kompulsif yang dapat menyebabkan masalah nyata dalam kehidupan. Perilaku tersebut juga bisa menimbulkan tekanan signifikan pada beberapa orang. 

Sering kali, orang dengan kecanduan mengembangkan kebosanan. Alhasil, perasaan menderita rentan menghantui mereka. Dengan begitu, perilaku yang awalnya tampak menyenangkan seketika berubah menjadi beban yang memalukan.

4. Penanganan

5 Fakta Behavioral Addiction, Kecanduan pada Perilaku yang Tak Sehatilustrasi perempuan menatap kosong ke depan (pexels.com/MART PRODUCTION)

Behavioral addiction adalah gangguan serius yang memerlukan campur tangan medis. Perawatannya pun mungkin melibatkan satu atau lebih intervensi, di antaranya dengan:

  • Terapi perilaku kognitif: Jenis psikoterapi yang digunakan untuk membantu memahami dan mengubah pola pikir terhadap perasaan dan perilaku.
  • Terapi kelompok: Menawarkan dukungan berbasis kelompok guna membantu seseorang agar tidak merasa sendirian dan tetap terhubung dengan komunitas.
  • Pemberian obat-obatan: Dokter mungkin akan meresepkan obat jenis antidepresan untuk mengatasi gejala akibat perilaku adiktif.
  • Perawatan lain: Melibatkan konseling pasangan dan keluarga untuk mengatasi masalah yang berkontribusi pada perilaku kecanduan tertentu. Selain itu, gagasan mengenai perubahan gaya hidup lebih sehat juga dapat digalakkan. 

5. Kiat menangkal behavioral addiction

5 Fakta Behavioral Addiction, Kecanduan pada Perilaku yang Tak Sehatilustrasi perempuan sedang mendengarkan lagu (pexels.com/Ivan Samkov)

Mengatasi behavioral addiction membutuhkan komitmen yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Setelah memutuskan untuk berhenti dari perilaku kecanduan, pada awalnya mungkin terasa memberatkan. Prinsipnya adalah orang lain bisa memberikan dukungan dan nasihat, namun semuanya kembali lagi pada komitmen diri sendiri. 

Kejujuran pada diri sendiri saat proses pemulihan adalah penting untuk diperhatikan. Dengan demikian, perlu kerja sama yang progresif antara hati, pikiran, dan tindakan.

Behavioral addiction memiliki konsekuensi serius yang berimbas dalam kehidupan. Ini tidak hanya memengaruhi kondisi mental, melainkan juga hubungan interpersonal. 

Terjebak dalam kubangan kecanduan masih bisa disembuhkan. Selama ada niat dan upaya nyata, behavioral addiction bisa diatasi dengan perlahan namun pasti. 

Baca Juga: 5 Pengobatan untuk Mengatasi Kecanduan Seks, Apa Saja?

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Full-time learner, part-time writer and reader. (Insta @ani412_)

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya