Comscore Tracker

Meluangkan Waktu Menikmati Alam Sekitar Bisa Tingkatkan Kebahagiaan

Menikmati alami bisa mengurangi kecemasan dan stres

Kecenderungan manusia terhadap alam bersifat genetik dan mengakar dalam siklus pertumbuhan. Saat stres, sering kali kita memilih pelarian untuk berbaur dengan alam. Psikologi lingkungan pun telah membuktikan, aktivitas yang berhubungan dengan alam seperti jalan-jalan di pantai atau pegunungan bisa membangkitkan perasaan bahagia dan memberi kedamaian.

Selama pandemik, beberapa orang banyak meluangkan waktu untuk menikmati alam dan mengeksplorasi ruang terbuka hijau. Selain dapat membantu meningkatkan kesehatan fisik, kegiatan tersebut juga dapat menjaga kesehatan mental dan mencapai kesejahteraan secara menyeluruh.

Menurut penelitian yang digagas oleh ahli dari Kanada, meluangkan waktu beberapa saat setiap hari untuk memperhatikan alam sekitar bisa meningkatkan perasaan bahagia dan sejahtera. Berikut ini ulasannya.

1. Gagasan awal mengenai hubungan manusia dan alam sekitar

Meluangkan Waktu Menikmati Alam Sekitar Bisa Tingkatkan Kebahagiaanilustrasi menikmati alam (pexels.com/Владимир Васильев)

Kaitannya manusia dengan alam bukanlah topik baru. Pada tahun 1929, Sigmund Freud menulis tentang hubungan antara pikiran manusia dan lingkungannya.

Selanjutnya, muncul konsep ecopsychology pada tahun 1990-an. Konsep ini menyoroti peran manusia dalam hubungannya dengan alam guna meningkatkan kemampuan interpersonal dan kesejahteraan emosional.

Oleh karena itu, ecopsychology memberikan anjuran perawatan pasien di luar ruangan dan menekankan pentingnya jalan-jalan di area terbuka hijau (taman, misalnya).

2. Mekanisme penelitian untuk menguak efek positif alam sekitar

Meluangkan Waktu Menikmati Alam Sekitar Bisa Tingkatkan Kebahagiaanilustrasi menikmati alam (pexels.com/riciardus)

Studi dalam Journal of Positive Psychology tahun 2017 berhasil mengkaji relevansi aktivitas yang berhubungan dengan alam serta peningkatan rasa bahagia. Holli-Anne Passmore, Ph.D., selaku peneliti, merekrut 395 mahasiswa untuk dijadikan partisipan dalam penelitian tersebut. Peneliti kemudian membagi secara acak para partisipan menjadi beberapa kelompok.

Kelompok pertama mendapat tugas mengambil foto objek alam yang menarik perhatian, bisa berupa matahari terbenam, dedaunan di pohon, atau bunga yang sedang mekar. Sementara itu, kelompok kedua bertugas mengambil foto objek buatan manusia, seperti bangunan atau mesin. Selanjutnya, kelompok ketiga merupakan kelompok kontrol yang tidak diharuskan melakukan suatu tindakan.

Passmore menemukan, partisipan yang terlibat dalam tugas observasi alam melaporkan peningkatan rasa bahagia dan sejahtera secara keseluruhan. Partisipan kelompok pertama juga lebih terbuka untuk melakukan kontak sosial dengan rekan-rekannya.

Baca Juga: 10 Manfaat Kesehatan Bercocok Tanam, Taman Jadi Indah dan Badan Bugar!

3. Dampak ruang terbuka hijau terhadap kesehatan mental selama pandemik

Meluangkan Waktu Menikmati Alam Sekitar Bisa Tingkatkan Kebahagiaanilustrasi wanita di rumah sedang menikmati keindahan alam (Pexels.com/Artem Beliaikin)

Penelitian tentang dampak kesehatan mental akibat pandemik menemukan sebanyak 45 persen responden melaporkan bahwa berjalan-jalan di area ruang terbuka hijau menjadi salah satu strategi untuk mengatasi masalah mental.

Sementara itu, penelitian yang melibatkan 3.000 partisipan dalam Ecological Applications tahun 2020 menemukan, pemenuhan akses ruang hijau dikaitkan dengan peningkatan harga diri, kepuasan hidup, serta kebahagiaan subjektif yang lebih tinggi.

4. Bagaimana alam dapat membantu meningkatkan perasaan bahagia dan sejahtera?

Meluangkan Waktu Menikmati Alam Sekitar Bisa Tingkatkan Kebahagiaanilustrasi meditasi di tepi pantai (pexels.com/James Wheeler)

Penelitian menunjukkan bahwa alam dapat membantu manusia mencapai kesejahteraan melalui beberapa kemungkinan berikut ini:

  • Merangsang sistem saraf parasimpatik dan menghasilkan emosi positif.
  • Memberikan kesempatan untuk mencapai tujuan esensi berolahraga. Hal ini dapat memudahkan tidur lebih nyenyak serta meningkatkan suasana hati.
  • Dapat mengurangi kecemasan dan stres terkait pikiran yang mengganggu. Berada di alam membantu mengalihkan pikiran dari hal-hal yang bisa membuat khawatir.
  • Dapat membantu memenuhi tujuan perawatan (pasien).
  • Dapat meningkatkan harga diri sebagai implikasi dari suasana hati yang membaik.
  • Mengurangi risiko depresi.
  • Meningkatkan kesejahteraan mental.

5. Cara agar tetap terhubung dengan alam untuk mendapatkan manfaatnya

Meluangkan Waktu Menikmati Alam Sekitar Bisa Tingkatkan Kebahagiaanilustrasi menikmati alam (pexels.com/Spencer Selover)

Menurut Mental Health Foundation, cara agar tetap terkoneksi dengan alam meliputi:

  • Melibatkan diri bersinggungan langsung dengan alam: luangkan waktu sejenak untuk memperhatikan dan mengembangkan hubungan dengan alam sekitar. Kamu mungkin akan terkejut dengan hal spesifik yang berhasil ditangkap oleh indra penglihatanmu.
  • Abadikan momen yang berkaitan dengan alam: dengan cara mengambil foto, video, atau rekaman suara alam untuk kemudian dibagikan kepada khalayak agar banyak orang terinspirasi.
  • Membicarakan tentang alam: nikmati momen kebersamaan bersama keluarga, pasangan, atau teman untuk berdiskusi perihal keindahan alam. Kamu bisa bertukar pikiran mengenai objek wisata dengan nuansa alam yang sebaiknya dikunjungi.

Terhubung dengan alam untuk sekadar mengamati elemen-elemen yang terkandung serta menghargai keberadaannya merupakan alternatif terapi dan penyembuhan diri sendiri. Alam mengajarkan manusia mengenai pemahaman hidup sehat, motivasi berkelanjutan, serta energi untuk terus berusaha mencapai yang terbaik. So, jangan lupa luangkan waktu sejenak berbaur dengan alam, ya.

Baca Juga: Sebelum Parah, 6 Cara Ampuh Mengajak Seseorang Memeriksakan Mentalnya

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Business inquiries: indriyaniann124@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya