Comscore Tracker

Sering Kepikiran Tugas? Mungkin Kamu Mengalami Efek Zeigarnik

Kecenderungan mengingat tugas yang belum selesai

Pernahkah kamu merasa terganggu atau mudah terdistraksi dengan tugas-tugas atau pekerjaan yang belum terselesaikan? Dalam dunia psikologi, kondisi ini lazim dikenal sebagai efek Zeigarnik atau kecenderungan untuk mengingat tugas yang belum selesai.

Penasaran dengan apa itu efek Zeigarnik? Simak penjelasannya berikut ini.

 

1. Histori singkat efek Zeigarnik

Sering Kepikiran Tugas? Mungkin Kamu Mengalami Efek Zeigarnikunsplash.com/Austin Distel

Melansir Good Therapy, efek Zeigarnik dicetuskan sesuai nama tokoh pendirinya, yakni seorang psikolog bernama Bluma Wulfovna Zeigarnik pada tahun 1920-an.

Kala itu, dirinya tengah menikmati makanan di sebuah restoran dan memperhatikan kinerja pelayan yang mampu melacak pesanan rumit dan belum dibayar. Zeigarnik yang penasaran kemudian memutuskan untuk mempelajari fenomena tersebut melalui serangkaian eksperimen.

Melalui eksperimen yang dilakukannya, Zeigarnik melibatkan 138 anak-anak untuk menyelesaikan rangkaian tugas sederhana, teka-teki, serta persoalan matematika. Dirinya mengizinkan partisipan menyelesaikan setengah dari tugas tersebut dan menyela tugas yang tersisa.

Zeigarnik menyelidiki penarikan setelah penundaan tugas selama kurang lebih satu jam. Hasilnya, ditemukan sebanyak 110 dari 138 anak-anak memiliki ingatan yang lebih baik untuk memikirkan tugas yang belum terselesaikan.

Sementara itu, dalam eksperimen yang melibatkan orang dewasa menunjukkan bahwa partisipan mampu mengingat tugas yang belum selesai sebanyak 90 persen lebih baik daripada tugas yang sudah terselesaikan. 

Beberapa teori menyebutkan jika ketegangan kognitif cenderung muncul akibat tuntutan tugas yang belum selesai dan kebutuhan untuk mengingat tugas. Ketika individu sudah menyelesaikan tugasnya, maka ketegangan internal tersebut perlahan menghilang.

2. Penelitian lebih lanjut dan riset yang bertentangan

Sering Kepikiran Tugas? Mungkin Kamu Mengalami Efek Zeigarnikpexels.com/Andrea Piacquadio

Melansir Verywell Mind, ahli memori bernama John Baddeley mencoba mengeksplorasi lebih lanjut efek Zeigarnik selama tahun 1960-an. Partisipan yang tergabung dalam eksperimennya diberi waktu terbatas untuk menyelesaikan satu set anagram (permainan kata). Ketika partisipan tidak bisa menyelesaikan permainan tersebut pada waktu yang telah ditentukan, partisipan diberi kata kunci jawaban.

Kemudian, partisipan diminta untuk mengingat kembali kata-kata dalam anagram. Hasilnya menunjukkan bahwa memori cenderung meningkat untuk mengingat kata-kata yang belum terjawab. Hal tersebut mendukung temuan Zeigarnik yang menyatakan jika seseorang cenderung memiliki ingatan yang lebih baik untuk informasi yang belum selesai atau terputus. 

Namun, tidak semua penelitian mendukung temuan Zeigarnik. Pasalnya beberapa peneliti lain menemukan fakta bahwa terdapat berbagai faktor yang bisa mempengaruhi kekuatan efek. Misalnya, sebuah penelitian yang menunjukkan jika motivasi dapat memainkan peran utama dalam mengingat informasi.

Baca Juga: Awas, Ini 10 Dampak Multitasking pada Tubuh dan Pikiran 

3. Cara kerja efek Zeigarnik

Sering Kepikiran Tugas? Mungkin Kamu Mengalami Efek Zeigarnikpexels.com/Pixabay

Efek Zeigarnik mengungkapkan banyak hal mengenai kinerja memori manusia. Banyaknya informasi yang masuk sering kali tersimpan dalam memori sensoris jangka pendek. Sebagian besar memori jangka pendek mudah dilupakan, tetapi melalui proses latihan aktif bisa berpindah ke memori jangka panjang.

Pencetus efek Zeigarnik berpendapat jika kegagalan menyelesaikan tugas menciptakan ketegangan kognitif yang mendasarinya. Hal tersebut kemudian menghasilkan upaya mental dan latihan yang lebih besar untuk menjaga informasi, khususnya yang berkaitan dengan tugas agar tetap berada di garis kesadaran. Setelah manusia menyelesaikan tugas-tugasnya, pikiran dapat melepaskan upaya tersebut. 

4. Efek Zeigarnik dalam kesehatan mental

Sering Kepikiran Tugas? Mungkin Kamu Mengalami Efek ZeigarnikPexels.com/energepic.com

Efek Zeigarnik dapat memainkan peran penting dalam kesehatan mental seseorang. Tugas yang belum selesai, terutama yang mengandung konsekuensi negatif, sering kali dapat menimbulkan stres atau pikiran mengganggu.

Hal tersebut dapat berimbas pada terganggunya kualitas tidur, meningkatkan kecemasan, serta memengaruhi kondisi mental dan emosional. Selain itu, bisa juga menjadi kontributor terciptanya perilaku maladaptif.

Sama halnya dengan koin yang memiliki dua sisi, efek Zeigarnik juga bisa meningkatkan kesehatan mental dengan memotivasi individu untuk menyelesaikan tugas dan mengembangkan kebiasaan yang lebih baik. Ketika seseorang berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan, dirinya merasakan kepuasan capaian dan peningkatan kepercayaan diri.

Kebiasaan kerja dan belajar yang produktif juga dapat berkontribusi pada pertumbuhan diri dan pengembangan kedewasaan. Selain itu, individu yang dapat memecahkan masalah seperti stres kemungkinan akan mengalami dampak positif terkait kesejahteraan psikologis.

5. Memanfaatkan efek Zeigarnik untuk meningkatkan produktivitas

Sering Kepikiran Tugas? Mungkin Kamu Mengalami Efek Zeigarnikpexels.com/Karolina Grabowska

Melansir Memory, terdapat tiga cara sederhana yang dapat kamu terapkan untuk meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan efek Zeigarnik. Cara tersebut meliputi:

  • Menciptakan momentum: ketika kamu dihadapkan oleh tugas yang kompleks, usahakan untuk segera mengerjakannya. Dengan begitu, kamu sudah menumbuhkan efek kuat terhadap motivasi. Kamu bisa menerapkan "pemblokiran waktu" untuk membuat proses ini lebih mudah. Sederhananya "pemblokiran waktu" dapat membantu kamu berkomitmen untuk mengerjakan tugas.
  • Memberi jeda taktis guna meningkatkan daya ingat: untuk menjaga momentum produktif terus berjalan, jangan lupa berikan jeda singkat untuk melakukan sesuatu yang tidak berhubungan dengan tugas. Kamu bisa membuat jadwal istirahat sejenak dengan berjalan-jalan dari satu ruangan ke ruangan lain, mendengarkan musik, atau membuat minuman di dapur. 
  • Membuat daftar tugas: untuk mengantisipasi potensi negatif efek Zeigarnik, kamu dapat menuliskan daftar tugas yang harus dilakukan di penghujung hari. Studi oleh Florida State University, Amerika Serikat (AS), tahun 2013 menyebutkan jika seseorang menuliskan to-do list untuk menyelesaikan tugas di kemudian hari, maka kemungkinan mengalami distraksi karena tugas belum selesai lebih sedikit.

Manusia memiliki kecenderungan untuk mengingat tugas yang belum selesai dengan lebih baik daripada mengingat tugas yang sudah selesai. Meskipun ada banyak faktor yang dapat memengaruhi terjadinya efek dan kekuatannya, kamu dapat memanfaatkan efek Zeigarnik untuk meningkatkan produktivitas. Tertarik mencobanya?

Baca Juga: Disfungsi Eksekutif, Bikin Seseorang Sulit Mengontrol Perilaku

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Business inquiries: indriyaniann124@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya