Comscore Tracker

7 Mitos Kesehatan Puasa Ramadan, Benarkah Bisa Menghilangkan Racun?

#RamadanDiRumah Ketahui faktanya, ya!

Tak terasa kita sudah memasuki minggu penghujung di bulan Ramadan. Bagaimana puasamu hingga hari ini, apakah lancar dan tubuh tetap sehat?

Tak lengkap rasanya jika membicarakan Ramadan tanpa membicarakan miskonsepsi atau mitos yang sering digaungkan, terutama dalam bidang kesehatan. Kamu tentu pernah mendengar orang berkata bahwa puasa bisa menghilangkan racun, kan? Lalu ada pula rumor yang beredar tentang bahaya berolahraga saat berpuasa. 

Nah, untuk mengetahui kebenaran dari mitos-mitos kesehatan seputar puasa Ramadan, yuk, simak pembahasannya berikut ini! Kamu wajib tahu agar tubuh tetap sehat dan ibadah semakin khusyuk!

1. Mitos 1: Puasa Ramadan efektif menurunkan berat badan

7 Mitos Kesehatan Puasa Ramadan, Benarkah Bisa Menghilangkan Racun?gulfnews.com

Mitos pertama yang paling banyak dipercaya orang adalah puasa Ramadan dapat digunakan sebagai ajang menurunkan berat badan. Namun apakah benar cara ini efektif?

Sebagian dari pernyataan ini benar. Ketika berpuasa, jumlah asupan makanan kita dikurangi. Akhirnya, jumlah kalori yang masuk ke tubuh pun berkurang drastis. Walaupun hal ini dapat membantu menurunkan berat badan, sebenarnya hasil akhir bergantung pada pola makan dan gaya hidup kita selama berpuasa.

Jika kita banyak mengonsumsi makanan yang sehat, maka berat badan pun bisa berkurang di lebaran nanti. Namun jika kamu malah semakin banyak makan gorengan, makanan manis, dan lain sebagainya, jangan harap beratmu turun. Sebaliknya, badan bisa menggemuk di akhir Ramadan nanti.

Selain itu, jangan jadikan ini sebagai tujuanmu berpuasa, ya. Sebab, kita seharusnya berpuasa untuk menjalankan kewajiban agama, menahan diri dari hawa nafsu, serta meningkatkan kualitas iman. Jangan sampai niat tersebut berbelok hanya karena kita ingin menurunkan berat badan.

2. Mitos 2: Puasa membuat tubuh lemas

7 Mitos Kesehatan Puasa Ramadan, Benarkah Bisa Menghilangkan Racun?healthline.com

Lemas, lunglai, dan tidak bersemangat adalah masalah yang umum dihadapi ketika berpuasa, apalagi di hari-hari pertama. Namun sebenarnya bukan puasalah yang serta-merta mengakibatkan keluhan tersebut. 

Tubuh kita membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pola makan barunya, yakni di waktu sahur dan berbuka. Itulah kenapa tubuh akan terasa lemas di siang hari. Lagi pula setelah beberapa hari atau seminggu, kita bisa beraktivitas dengan normal kembali, kan? 

3. Mitos 3: Menelan ludah bisa membatalkan puasa

7 Mitos Kesehatan Puasa Ramadan, Benarkah Bisa Menghilangkan Racun?eletsonline.com

Salah satu hal yang membatalkan puasa adalah makan dan minum. Lalu bagaimana dengan menelan ludah yang sama-sama memasukkan sesuatu ke dalam kerongkongan kita?

Melalui wawancaranya dengan ahli dalam ilmu pengetahuan Islam Shabbir Hassan, BBC menyebutkan bahwa hal tersebut tidak membatalkan puasa. Pasalnya, ludah atau saliva adalah cairan yang diproduksi oleh tubuh di dalam mulut. 

Merupakan hal yang natural untuk menelan ludah sendiri. Terlebih lagi, saat puasa, mulut kita menghasilkan lebih banyak saliva untuk menjaga kebersihannya. 

Baca Juga: Efek Kesehatan Makan Mi Instan saat Sahur dan Pengaruhnya pada Puasa

4. Mitos 4: Makan sahur dalam jumlah banyak akan mempermudah puasa

7 Mitos Kesehatan Puasa Ramadan, Benarkah Bisa Menghilangkan Racun?educationquizzes.com

Apakah kamu sering memperbanyak porsi makan saat sahur agar tidak lapar di siang hari? Apakah cara tersebut berhasil ketika kamu melakukannya?

Ini tidak benar. Sahur memang disunnahkan agar kita kuat menjalani puasa seharian. Namun makan dalam porsi banyak atau bahkan berlebihan sebaiknya tidak kamu lakukan. Hal ini hanya akan membuat perut terasa begah dan kekenyangan.

Dilansir dari Right Bite, yang terpenting ketika sahur adalah nutrisi makanan yang seimbang. Kamu harus mendapatkan asupan lengkap mulai dari karbohidrat, protein, lemak, hingga vitamin dan mineral untuk menjaga tubuh tetap prima saat berpuasa.

5. Mitos 5: Olahraga saat puasa itu berbahaya

7 Mitos Kesehatan Puasa Ramadan, Benarkah Bisa Menghilangkan Racun?phillymag.com

Tidak banyak orang yang mau berolahraga ketika berpuasa. Salah satu alasan yang umum diutarakan adalah mereka takut membahayakan dirinya dengan berolahraga. Padahal anggapan ini sama sekali tidak benar.

Dilansir dari The Fasting Method, puasa tidak akan menghalangi kita saat berolahraga kok, justru ini dibutuhkan agar tubuh tetap sehat dan metabolisme terjaga. Satu-satunya masalah yang mungkin timbul adalah otot kekurangan protein untuk memproduksi energi. 

Namun hal ini dapat diatasi dengan mengatur waktu olahraga tepat sebelum berbuka. Jadi setelah itu kita bisa langsung mengembalikan energi dengan makanan, terutama yang mengandung kalori dan protein.

6. Mitos 6: Tidak sahur tidak apa-apa

7 Mitos Kesehatan Puasa Ramadan, Benarkah Bisa Menghilangkan Racun?freepik.com

Selain termasuk ke dalam sunnah, sahur sangat penting untuk tubuh kita sehingga sangat tidak disarankan untuk melewatkannya. Kenapa demikian?

Ternyata sahur dalam puasa Ramadan memegang peran yang serupa dengan sarapan. Ia sangat penting untuk mencukupi kebutuhan energi dan proses metabolisme kita dalam sehari. Risiko pertama yang mungkin timbul ketika kita melewatkannya adalah tubuh terasa lemas hingga tak mampu beraktivitas.

Sementara risiko kedua adalah tubuh terpicu untuk overeating atau makan berlebihan ketika berbuka puasa. Akibatnya, perut pun terasa begah, membuncit, dan tidak nyaman untuk bergerak saat melakukan ibadah lainnya.

7. Mitos 7: Puasa bisa membersihkan tubuh dari semua toksin

7 Mitos Kesehatan Puasa Ramadan, Benarkah Bisa Menghilangkan Racun?longevitywellnessworldwide.com

Banyak yang mengatakan bahwa puasa adalah cara yang tepat untuk menghilangkan toksin atau zat-zat berbahaya di dalam tubuh. Perdebatan mengenai hal ini telah terjadi selama bertahun-tahun. 

Toksin atau racun sendiri tidak serta-merta datang dari makanan. Toksin dapat menumpuk dalam tubuh ketika terjadi reaksi stres oksidatif yang meningkatkan jumlah radikal bebas dalam tubuh.

Proses tersebut terjadi ketika kita mengonsumsi makanan yang tidak sehat, terutama yang berlemak. Dilansir dari WebMD, puasa memang menyehatkan tubuh kita namun belum ada bukti ilmiah yang jelas apakah cara tersebut dapat menghilangkan toksin. 

Namun menurut sumber yang sama, ketika kita berpuasa, tubuh memasuki fase ketosis di mana energi dihasilkan dari pembakaran lemak, bukan karbohidrat. Nah, di dalam lemak itulah toksin banyak ditemukan. Jadi, masih ada kemungkinan bahwa mitos ini bisa menjadi fakta ketika diteliti lebih lanjut.

Nah, karena sekarang kamu sudah tahu kebenarannya, kamu bisa mengupayakan agar pola makanmu selama berpuasa selalu terjaga. Semoga puasamu lancar sampai akhir Ramadan nanti, ya!

Baca Juga: 7 Kesalahan Umum saat Puasa Ramadan yang Bikin Tubuh Makin Gemuk

Topic:

  • Izza Namira
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya