Comscore Tracker

Emotional Eating: Ketika Kenyamanan Didapat dengan Mengunyah Makanan

Sudah pernah dengar istilahnya, belum?

Satu atau dua orang dari kamu mungkin sering mengalami kesulitan untuk mengontrol nafsu makan. Alasannya bermacam-macam, bisa karena stres, depresi, atau sudah terbiasa makan dalam jumlah banyak. Dari lubuk hati yang paling dalam, kamu pasti ingin mengatasi hal ini karena makan berlebih memang tak bagus untuk kesehatan.

Jika tak berhasil, mungkin benar kalau kamu terkena gejala emotional eating. Sudah pernah mendengar istilah ini sebelumnya? Kalau belum, yuk langsung simak penjelasan ilmiahnya berikut ini!

1. Apa itu Emotional Eating?

Emotional Eating: Ketika Kenyamanan Didapat dengan Mengunyah Makananunsplash.com/yardden

Emotional eating merupakan suatu kondisi dimana seseorang menjadikan makan dalam jumlah yang banyak sebagai bentuk pelarian atas semua masalah yang dia hadapi. Setelah makan, maka satu per satu masalah bisa hilang secara perlahan.

Sah-sah saja kalau kamu ingin makan lantaran stres, tapi perhatikan porsinya juga. Sebab, hal ini dapat memicu terjadinya obesitas. Mau terkena obesitas? Tentu saja tidak, bukan?

2. Apa sih penyebab utama Emotional Eating?

Emotional Eating: Ketika Kenyamanan Didapat dengan Mengunyah Makananunsplash.com/Spencer Davis

Terjadinya emotional eating disebabkan oleh banyak hal. Tapi, penyebab utamanya adalah karena stres. Ketika kamu stres, maka makan menjadi suatu aktivitas yang bisa memberi kebahagiaan dan kepuasan tersendiri dalam diri. Karena itulah kamu tidak mau berhenti makan sampai dirimu benar-benar merasa baikan.

Tapi, cara ini sebaiknya tidak dibiasakan, ya! Masih banyak cara lain yang bisa kamu pilih untuk mengatasi stres, seperti olahraga, meditasi, mendengarkan musik, atau hangout bersama teman-temanmu.

3. Apa tanda-tanda kalau kamu terkena Emotional Eating?

Emotional Eating: Ketika Kenyamanan Didapat dengan Mengunyah Makananunsplash.com/Analise Benevides

Tandanya sangat mudah dikenali. Ketika kamu merasa lebih bahagia dan enjoy setelah makan sesuatu, fix deh kalau kamu terkena emotional eating. Apalagi saat kamu merasa depresi berat dan gak menemukan satu cara pun untuk membuatmu bahagia, kecuali dengan makan.

Baca Juga: 7 Fakta tentang Anoreksia, Gak Melulu Hanya Orang Kurus yang Mengalami

4. Apakah Emotional Eating bisa disembuhkan?

Emotional Eating: Ketika Kenyamanan Didapat dengan Mengunyah Makananunsplash.com/Devon Divine

Jawabannya bisa, asalkan kamu menanganinya dengan cara yang tepat. Apabila cara-cara yang kamu lakukan tidak memberi hasil, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan biarkan emotional eating menguasai dirimu. Sebab dalam jangka panjang, emotional eating tidak bagus untuk kondisi kesehatanmu.

Emotional eating bisa menyerang siapa saja. Waspadai tanda-tandanya dan segera temukan solusi terbaik agar masalah ini tidak terjadi secara berlarut-larut.

Baca Juga: 6 Fakta Bulimia, Gangguan Mental yang Berdampak pada Perilaku Makan

Louisa Gabe Photo Verified Writer Louisa Gabe

Living extraordinary

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya