Comscore Tracker

5 Sebab Mengapa Orang Cenderung Mengabaikan Masalah Kesehatan

Terkadang keterpaksaan dan rasa malas mendukung hal ini

Banyak orang makin peduli pada berbagai hal terkait kesehatan. Ini terlihat dari makin gencarnya tren gaya hidup sehat. Mulai dari menjaga pola makan, waktu istirahat, dan aktivitas fisik yang cukup.

Namun, ternyata masih ada pula yang cenderung kurang peduli dengan topik kesehatan. Kadang bila mereka dinasihati tentang kesehatannya sendiri pun hanya menunjukkan sikap ketidaksukaan.

Jika kamu amat peduli pada persoalan kesehatan, kamu tentu akan merasa gemas pada mereka yang masih saja abai. Kira-kira, kenapa mereka bersikap begitu, ya?

1. Usia masih muda

5 Sebab Mengapa Orang Cenderung Mengabaikan Masalah Kesehatanilustrasi anak muda (pexels.com/Laura Tancredi)

Ketika orang masih muda, kondisi kesehatan yang prima dapat membuat mereka nyaris tidak mampu membayangkan bakal bisa jatuh sakit. Mereka belum menyadari, bahwa tanpa menjaga gaya hidup sehat, berbagai penyakit dapat datang jauh lebih cepat.

Hal itulah yang membuat mereka masih saja menjalankan gaya hidup tidak sehat seperti selalu bergadang, makan sembarangan, kurang melakukan banyak gerak, dan masih banyak lagi.

2. Merasa gak ada riwayat penyakit berat dalam keluarga

5 Sebab Mengapa Orang Cenderung Mengabaikan Masalah Kesehatanilustrasi anak muda (pexels.com/ Hussein Altameemi)

Seperti disebutkan dalam poin sebelumnya, cara kita menjalani hidup sehari-hari akan sangat menentukan kualitas kesehatan kita. Gak perlu harus ada riwayat penyakit berat dari kedua orangtua.

Justru orang yang memiliki riwayat penyakit berat dalam keluarganya bisa jauh lebih sehat ketimbang orangtua yang menjaga gaya hidup. Mereka melakukan itu, karena ada rasa trauma mendampingi keluarga dengan penyakit-penyakit berat.

Baca Juga: 7 Tips Gaya Hidup Digital Minimalism, Bikin Harimu Kian Tenteram

3. Keterbatasan ekonomi

5 Sebab Mengapa Orang Cenderung Mengabaikan Masalah Kesehatanilustrasi keterbatasan ekonomi (pexels.com/hiteshchoudhary)

Siapa yang gak mau hidup sehat? Namun, cita-cita sesederhana ini pun nyatanya tidak selalu mudah terwujud ketika dihadapkan dengan kondisi ekonomi yang kurang baik.

Ibaratnya, masih bisa bertahan hidup saja sudah bagus. Tidak ada uang lebih untuk membuat rumah mereka lebih bersih dan sehat. Apalagi membeli berbagai vitamin guna menjaga daya tahan tubuh.

4. Yakin bahwa dengan tidak terlalu memikirkan penyakit, tubuh akan lebih sehat

5 Sebab Mengapa Orang Cenderung Mengabaikan Masalah Kesehatanilustrasi anak muda (pexels.com/Kelly Lacy)

Satu sisi, ada benarnya juga. Sebab kecemasan yang berlebihan terkait apa pun justru dapat membuat kita mengalami psikosomatis. Sebenarnya kita sehat-sehat saja, tetapi merasa sakit karena faktor pikiran.

Kemudian kita sulit tidur dan nafsu makan menurun drastis. Akibatnya, kita pun benar-benar jatuh sakit. Namun di sisi lain, ada pula orang yang sudah jelas bergejala sakit seperti menyangkal rasa sakitnya.

Bila sakitnya tidak berat, sikap ini barangkali dapat mengurangi kecemasannya dan membuatnya lebih semangat untuk pulih. Namun, kalau penyakitnya berat dan ia sampai menolak berobat, tentu akan menjadi lebih parah.

5. Takut dijauhi orang akibat penyakitnya

5 Sebab Mengapa Orang Cenderung Mengabaikan Masalah Kesehatanilustrasi sakit (pexels.com/cottonbro)

Barangkali ini adalah kondisi yang cukup sering kita temui di sekitar kita selama masa pandemik. COVID-19 yang sangat mudah menular membuat sebagian orang sangat takut kalau mereka sampai ketahuan positif.

Nanti semua orang menjauhinya. Belum lagi bila ia harus menjalani isolasi di tempat-tempat yang telah disediakan pemerintah. Dalam kondisi sakit dan cemas, mereka butuh dukungan besar dari keluarga sehingga tidak ingin berpisah.

Akibatnya, beberapa orang dengan hasil tes positif nekat menjalani kehidupannya seperti biasa dan justru membahayakan orang banyak. Sebagian lagi tetap menolak menjalani tes meski menunjukkan gejala-gejala COVID-19.

Memang ada banyak faktor yang dapat membuat orang bersikap acuh tak acuh mengenai kesehatan. Bahkan terkait kesehatan diri sendiri.

Sekadar menghakimi sikap abai mereka tanpa tahu kondisi sosial, ekonomi, dan psikologisnya tentu menjadi tidak bijaksana. Daripada mengajak mereka berdebat, lebih baik kita mencoba menjadi contoh bagi mereka atau membantu bila mampu.

Baca Juga: 5 Tanda jika Kamu Harus Mulai Memperbaiki Gaya Hidup, Berani Berubah?

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ines Sela Melia

Berita Terkini Lainnya