Comscore Tracker

Apakah Aman Memakai Mask Bracket atau Penyangga Masker?

Ditinjau dari sisi medis, ini jawabannya!

Memakai masker adalah suatu keharusan di era pandemi seperti sekarang. Masker adalah senjata utama kita untuk melindungi diri sendiri sekaligus orang lain dari paparan virus corona penyebab COVID-19.

Kini, mask bracket alias penyangga masker mulai banyak digunakan. Benda yang terbuat dari plastik silikon ini didesain agar masker tidak menyentuh wajah, membuat kita lebih mudah untuk bernapas, berbicara, dan meminimalkan iritasi.

Pertanyaannya, apakah mask bracket aman digunakan? Mari simak penjelasan dari dr. RA Adaninggar, SpPD, dokter spesialis penyakit dalam sekaligus edukator.

1. Sudah direkomendasikan oleh CDC

Apakah Aman Memakai Mask Bracket atau Penyangga Masker?fr24news.com

Mungkin, sebagian dari kita masih ragu. Apakah mask bracket aman dipakai? Menurut dr. Ninggar, mask bracket justru direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

"CDC sudah merekomendasikan penggunaan mask bracket untuk memudahkan masker terpasang fit di wajah," ujar dr. Ninggar kepada IDN Times ketika diwawancarai.

Ia menjelaskan bahwa masker baru efektif jika cara penggunaannya benar. Ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, harus fit, artinya gap antara wajah dan masker harus seminimal mungkin. Dan yang kedua adalah filtrasi, yang ditinjau dari bahan dan kerapatannya.

Sayangnya, belum ada standardisasi yang ditetapkan untuk mask bracket. Standar yang dimaksud ialah penyesuaian ukuran mask bracket dengan jenis masker tertentu.

Jika tidak ada standar ukuran, mungkin tidak semua orang cocok memakai mask bracket, mengingat bentuk wajah tiap orang berbeda-beda. Apabila ada celah karena pemakaian mask bracket, berarti tidak efektif karena droplet bisa keluar masuk dari sana.

2. Dianjurkan dipakai bersama masker medis

Apakah Aman Memakai Mask Bracket atau Penyangga Masker?Unsplash/Kobby Mendez

Berapa tingkat efektivitas masker medis atau masker bedah? Menurut dr. Ninggar, masker medis berjenis earloop memiliki efektivitas 30-40 persen, sementara versi headloop sekitar 60-70 persen.

Mengapa versi headloop mempunyai efektivitas yang lebih tinggi? Filtrasinya lebih tinggi karena talinya bisa diikat dan diatur menyesuaikan bentuk kepala sehingga lebih kencang.

"Mask bracket dianjurkan untuk membantu penggunaan masker medis supaya lebih fit. Karena masker medis terkadang kendor, turun, atau melorot," kata dr. Ninggar lagi.

Kita akan mendapat perlindungan ekstra jika memakai mask bracket plus double mask (masker medis di dalam dan masker kain di luar). Ingat, masker medis dan masker kain harus diganti tiap 3-4 jam sekali atau ketika sudah berkeringat, lembap, dan basah.

Namun, ingat, bukan suatu keharusan untuk memakai mask bracket. Tidak perlu memakai mask bracket apabila masker kita sudah kencang. Mengapa?

"Mask bracket ini kan tujuannya hanya untuk menyangga supaya masker tidak melorot dan terpasang fit di wajah. Prinsipnya, kalau tidak fit, masker tidak akan efektif," terang dr. Ninggar.

Baca Juga: Semakin Banyak Studi yang Membuktikan Keampuhan Masker, Ini Buktinya!

3. Sisi positifnya, kita lebih leluasa bernapas dan berbicara berkat mask bracket

Apakah Aman Memakai Mask Bracket atau Penyangga Masker?cph.temple.edu

Terlepas dari belum adanya standardisasi, mask bracket terbukti bisa membuat napas lebih lega dan bicara lebih leluasa. Sebab, mask bracket membentuk ruang antara hidung dan mulut.

Namun, belum terbukti apakah mask bracket bisa mengurangi kasus maskne (mask acne atau jerawat yang ditimbulkan akibat penggunaan masker). Jerawat muncul karena ada gesekan antara masker dan kulit.

Lalu, timbul mikrolesi atau luka kecil. Bakteri dan kotoran bisa masuk ke dalam dan akhirnya menjadi jerawat. Menurut dr. Ninggar, tidak ada penanganan khusus untuk kasus maskne. Yang jelas, selalu jaga kebersihan kulit dan segera obati bila muncul jerawat.

Baca Juga: CDC Buktikan Pakai Masker Ampuh Cegah Penularan COVID-19 di Salon

Topic:

  • Nena Zakiah
  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya