Comscore Tracker

Jangan Dibuang! 5 Sayuran Pahit yang Manfaatnya Besar bagi Kesehatan

Beruntunglah kamu yang suka sayuran pahit ini!

Banyak orang yang enggan makan sayur, apalagi sayur yang cita rasanya pahit. Kamu sering membuang sayuran pahit di piring makan? Sayang banget, lho!

Beruntunglah kalau kamu menyukai sayuran pahit, seperti pare, daun pepaya, dan sebagainya. Walau rasanya pahit, tetapi manfaatnya begitu "manis" untuk mendukung kesehatan tubuhmu.

Berikut ini daftar sayuran dengan cita rasa pahit dan berbagai manfaat sehat yang ditawarkan.

1. Pare

Jangan Dibuang! 5 Sayuran Pahit yang Manfaatnya Besar bagi Kesehatanunsplash.com/Lothar Bodingbauer

Kamu pasti sudah tak asing dengan sayuran yang satu ini. Ya, banyak orang yang tak suka pare karena rasanya yang pahit. Namun, siapa sangka, di balik rasanya, ternyata manfaatnya segudang!

Ada sebuah penelitian dalam Journal Cell Communication and Signaling menemukan bahwa dalam sebuah uji coba pada tikus, ekstrak pare efektif dalam mencegah sel tumor dan kanker tumbuh dan menyebar.

Ada pula manfaat lainnya yang dibuktikan lewat sebuah penelitian yang dilakukan oleh Garvan Institute of Medical Research and the Shanghai Institute of Materia Medica, bahwa pare (bitter melon) bisa membantu mengobati diabetes tipe 2. Ini berkat adanya empat senyawa bioaktif yang dapat mengaktifkan enzim AMPK, protein yang dapat mengatur bahan bakar metabolisme dan memungkinkan penyerapan glukosa. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Chemistry & Biology tahun 2008.

Semakin banyak transporter di permukaan sel, maka akan meningkatkan glukosa dan sirkulasi dalam darah ke jaringan tubuh seperti otot, sehingga bisa menurunkan gula darah.

Selain dijadikan masakan, kamu juga bisa, lho, mencampurkannya saat membuat jus atau smoothie. Untuk mengurangi rasa pahit, kamu bisa menambahkan lemon, madu, atau buah-buahan manis.

2. Terong

Jangan Dibuang! 5 Sayuran Pahit yang Manfaatnya Besar bagi Kesehatanpexels.com/John Lambeth

Rasa asli terong akan sedikit pahit, sehingga mungkin banyak yang kurang menyukainya. Padahal, seperti dikemukakan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), terong dapat membantu mengurangi kadar kolesterol jahat (low-density lipoprotein atau LDL) dalam aliran darah. Manfaat ini bersumber dari asam klorogenik, antioksidan paling tinggi dalam terong yang bisa dengan efektif mengurangi kolesterol jahat.

Tak hanya itu, menurut sebuah laporan yang dimuat dalam Journal Mechanism of Action Dietary Fibre in The Human Colon, terong mengandung serat yang tinggi, yang dapat melewati sistem pencernaan secara utuh. Ini dapat membantu dalam mengendalikan gula darah. Penyerapan yang lebih lambat membuat kadar gula darah menjadi stabil dan mencegah kerusakan.

Jangan mengonsumsi terong secara mentah karena adanya kandungan racun solaline di dalamnya, yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Kamu bisa mengolahnya dengan cara dikukus, ditumis, atau cara lainnya sesuai selera.

Baca Juga: 5 Keunggulan 'Microgreens' Dibanding Sayuran Dewasa, Sudah Tahu?

3. Daun pepaya

Jangan Dibuang! 5 Sayuran Pahit yang Manfaatnya Besar bagi Kesehatanpixabay.com/Thomas Hoang

Selain buahnya yang kaya akan vitamin C, daun pepaya juga menawarkan nutrisi yang tak kalah dahsyat, lho!

Mengutip buku Healing Foods, pepaya memiliki sifat antibakteri yang meningkatkan kesehatan pencernaan, begitu pula dengan daun pepaya yang kaya akan enzim seperti papain dan cymopapin yang membantu kerja pencernaan dan mencegah perut kembung.

Menurut sebuah studi dalam Journal Society of Biology, terdapat zat antikanker yang terdapat pada getah berwarna putih di bagian batang daun pepaya.

Cara mengonsumsinya bisa dengan ditumis, direbus, atau meminum air rebusan atau perasan daun pepaya secara rutin.

4. Kale

Jangan Dibuang! 5 Sayuran Pahit yang Manfaatnya Besar bagi Kesehatanunsplash.com/Marisa Morton

Kale tergolong keluarga kubis seperti brokoli, kembang kol, dan sawi. Padahal merupakan salah satu sayuran yang bergizi tinggi, tetapi sayur ini banyak dihindari karena rasanya yang pahit.

Kale mengandung sekuestran asam empedu yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol. Menurut penelitian dalam Journal Food Chemistry, kandungan tersebut bisa menurunkan risiko penyakit jantung dari waktu ke waktu.

Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa minum jus kale setiap hari selama 12 minggu bisa meningkatkan kolesterol baik (high-density lipoprotein atau HDL) sebesar 27 persen, sekaligus menurunkan kadar kolesterol jahat sebanyak 10 persen, serta meningkatkan status antioksidan.

5. Lobak putih

Jangan Dibuang! 5 Sayuran Pahit yang Manfaatnya Besar bagi Kesehatanpixabay.com/kungfunamhuynhdao

Menurut laporan Food Series, lobak putih atau daikon memiliki sifat antibakteri dan antivirus. Kandungan tersebut sangat baik untuk menangkal radikal bebas penyebab penyakit kronis, salah satunya mengontrol tekanan darah.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, lobak putih ini disebut mengandung senyawa tertentu yang bisa mencegah penyakit jantung dan stroke

Lobak juga dikenal kaya akan antioksidan, dan inilah yang diyakini dapat menurunkan  tekanan darah tinggi sekaligus mencegah penyakit jantung dan stroke.

Kamu bisa mengolahnya menjadi berbagai olahan masakan seperti sup. Untuk mengurangi rasa pahit dari lobak, kamu bisa mengupas kulit lobak terlebih dahulu dan memotongnya sesuai selera, kemudian merendamnya dengan air garam. Nah, perendaman ini berfungsi untuk menghilangkan getah pada lobak.

Itulah beberapa jenis sayuran pahit beserta manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Jangan lagi membuang sayuran pahit, ya. Bila diolah dengan benar, rasa pahitnya tak akan terasa!

Baca Juga: Suka Makan Sayuran Segar? Ini Manfaat dan Risiko Kesehatannya

Vera Yunii Photo Writer Vera Yunii

Senang menulis untuk berbagi informasi :)

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya