Comscore Tracker

Diet Tinggi Protein Tidak Baik bagi Kesehatan, Sudah Tau Bahayanya?

Bisa menyebabkan penyakit berbahaya, lo

Dengan begitu banyaknya restoran dan didukung layanan pesan antar, akses makanan menjadi jauh lebih mudah. Akibatnya, bila tidak diiringi aktivitas fisik, maka kita bisa terancam mengalami kelebihan berat badan. Belum lagi berbagai risiko penyakitnya!

Ada banyak cara untuk menurunkan berat badan, salah satunya adalah diet tinggi protein. Ini tak cuma dilakukan untuk memangkas berat badan, tetapi juga orang-orang yang ingin membentuk tubuhnya. Namun, tahukah kamu risiko kesehatan dari diet tinggi protein? Kalau belum, yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Ginjal akan rusak akibat bekerja terlalu keras

Diet Tinggi Protein Tidak Baik bagi Kesehatan, Sudah Tau Bahayanya?ilustrasi pasien dengan penyakit ginjal (verywellhealth.com)

Dilansir Times of India, mengonsumsi protein sama artinya mengonsumsi nitrogen by-products. Ginjal akan menyaring produk sampingan ini yang berasal dari darah. Jika kita mengonsumsi protein dalam jumlah yang sewajarnya, produk sampingan ini akan dibuang melalui urine.

Akan tetapi, beda kasusnya jika kamu mengonsumsi protein dalam jumlah berlebihan. Ginjal akan bekerja keras untuk menyingkirkan nitrogen. Bila ini terus terjadi dalam jangka panjang, maka ginjal perlahan akan rusak karena dipaksa bekerja keras dalam durasi yang cukup lama.

Meskipun belum ada studi yang menghubungkan asupan protein tinggi terhadap kerusakan ginjal pada individu sehat, tetapi kelebihan protein bisa menyebabkan kerusakan pada orang-orang dengan penyakit ginjal yang sudah ada sebelumnya, menurut laporan dalam jurnal Nutrition & Metabolism tahun 2005.

2. Berat badan akan naik

Diet Tinggi Protein Tidak Baik bagi Kesehatan, Sudah Tau Bahayanya?ilustrasi kenaikan berat badan (pixabay.com/jarmoluk)

Walaupun dikatakan dapat membantu menurunkan berat badan, tetapi efek tersebut mungkin hanya dalam jangka pendek.

Dilansir Healthline, kelebihan protein yang dikonsumsi biasanya disimpan sebagai lemak, sedangkan kelebihan asam amino dikeluarkan. Ini bisa menyebabkan penambahan berat badan seiring waktu, terutama jika kamu mengonsumsi terlalu banyak kalori saat mencoba meningkatkan asupan protein.

Sebuah studi dalam jurnal Clinical Nutrition tahun 2016 menemukan bahwa penambahan berat badan secara signifikan dikaitkan dengan diet di mana protein menggantikan karbohidrat, tetapi tidak saat protein menggantikan lemak.

Baca Juga: 7 Makanan Sumber Protein Paling Murah, Cocok untuk Anak Kos

3. Dapat menyebabkan penyakit jantung

Diet Tinggi Protein Tidak Baik bagi Kesehatan, Sudah Tau Bahayanya?ilustrasi kesehatan jantung (diabetes.co.uk)

Mengonsumsi terlalu banyak daging merah dan produk susu tinggi lemak sebagai bagian dari pola makan tinggi protein bisa berujung pada penyakit jantung. Ini mungkin berhubungan dengan asupan lemak jenuh dan kolesterol yang lebih tinggi.

Menurut laporan dalam jurnal Circulation tahun 2010, konsumsi jumlah besar daging merah dan produk susu tinggi lemak terbukti dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner pada perempuan. Konsumsi daging unggas, ikan, dan kacang-kacangan dapat menurunkan risikonya.

Penelitian dalam jurnal European Heart Journal tahun 2018 juga menunjukkan bahwa konsumsi daging merah jangka panjang dapat meningkatkan trimethylamine N-oxide (TMAO), bahan kimia yang dihasilkan usus yang terkait dengan penyakit jantung. Ditemukan juga bahwa mengurangi atau menghilangkan daging merah bisa membalikkan efeknya.

4. Dehidrasi

Diet Tinggi Protein Tidak Baik bagi Kesehatan, Sudah Tau Bahayanya?ilustrasi minum air putih karena dehidrasi (insider.com)

Tubuh membuang kelebihan nitrogen dengan cairan dan air. Ini bisa menyebabkan dehidrasi meski mungkin kamu tak akan merasa lebih haus dari biasanya.

Menurut keterangan di laman American Association for the Advancement of Science, studi kecil tahun 2002 yang melibatkan atlet menemukan bahwa saat asupan protein meningkat, tingkat hidrasi menurun. Namun, studi dalam Journal of the American Dietetic Association tahun 2006 menyimpulkan bahwa konsumsi lebih banyak protein berdampak minimal terhadap hidrasi.

Risiko atau efek tersebut bisa diminimalkan dengan meningkatkan asupan cairan, terutama bila kamu termasuk orang yang aktif. Terlepas dari konsumsi protein, penting untuk mencukupi kebutuhan cairan sepanjang hari.

5. Dapat menyebabkan penyakit gastrointestinal

Diet Tinggi Protein Tidak Baik bagi Kesehatan, Sudah Tau Bahayanya?ilustrasi penyakit gastrointestinal (med-technews.com)

Orang yang sangat terobsesi dengan diet tinggi protein pasti akan mengesampingkan asupan makanan yang lain, contohnya serat. Akibatnya, perut akan mengalami konstipasi dan kembung. Hal ini sangat tidak baik bagi tubuh, karena akan mengganggu kinerja sistem pencernaan dan akan menyebabkan penyakit gastrointestinal.

6. Meningkatkan risiko kanker

Diet Tinggi Protein Tidak Baik bagi Kesehatan, Sudah Tau Bahayanya?ilustrasi daging merah (freepik.com/KamranAydinov)

Sebuah studi dalam jurnal JAMA Internal Medicine tahun 2012 telah membuktikan bahwa diet tinggi protein tertentu, yang mana konsumsi daging merahnya sangat tinggi, berhubungan dengan peningkatan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker. Mengonsumsi lebih banyak daging merah dan/atau makanan olahan dikatkan dengan kanker kolorektal, kanker payudara, dan kanker prostat.

Sebaliknya, mengonsumsi protein dari sumber lain telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker. Para ilmuwan percaya ini bisa jadi disebabkan, sebagian, oleh hormon, senyawa karsinogenik, dan lemak yang ditemukan dalam daging.

7. Kehilangan kalsium

Diet Tinggi Protein Tidak Baik bagi Kesehatan, Sudah Tau Bahayanya?ilustrasi tulang yang sehat (yourhealth.net.au)

Pola makan tinggi protein dan daging mungkin dapat menyebabkan kehilangan kalsium. Ini kadang berhubungan dengan osteoporosis dan kesehatan tulang yang buruk.

Sebuah tinjauan dalam jurnal ISRN Nutrition tahun 2013 menemukan hubungan antara konsumsi protein tinggi dengan kesehatan tulang yang buruk. Walaupun begitu, tinjauan lainnya dalam jurnal Food & Nutrition Research tahun 2013 menemukan bahwa efek protein terhadap kesehatan tulang masih belum bisa dipastikan. Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan.

Itulah beberapa risiko kesehatan dari diet tinggi protein. Diet ini sebenarnya bisa menyehatkan tubuh. Namun, bila menjalaninya terlalu ekstrem, yang mana tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi yang diperlukan tubuh, maka bisa timbul masalah.

Tetaplah untuk mengimbanginya dengan nutrisi penting lainnya, seperti vitamin, mineral dan serat. Akan lebih baik lagi kamu mengonsultasikannya dulu ke dokter atau ahli gizi.

Baca Juga: Cocok untuk Vegetarian, Ini 15 Makanan yang Tinggi Protein Nabati

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono
  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya